Features

Transportasi Berbasis Aplikasi, Bagaimana Nasibmu Nanti?

Kamis, 23 Maret 2017 10:45:00
Editor : Ivan | Reporter : Wildan Kusuma

Ilustrasi Transportasi Online
Ilustrasi Transportasi Online

Share this








Sebanyak 11 regulasi baru bakal diberlakukan untuk mengatur operasional transportasi online di lapangan.

TAMAN SARI – Sejauh ini, aturan mengenai operasional transportasi online terkemas dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 32 Tahun 2016. Namun, ada 11 poin yang tengah direvisi pada Permen tersebut. Lantas, bagaimana nasib transportasi online ke depan setelah revisi itu rampung?

Hal di atas menjadi tema besar dalam acara diskusi bisnis yang berlangsung di Hotel Mercure, Glodok, Taman Sari, Jakarta Barat, Rabu (22/3/2017). Direktur Jendral (Dirjen) Angkutan Multimoda Kementerian Perhubungan Cucu Mulyana hadir dalam diskusi tersebut.

"Kebutuhan regulasi transportasi angkutan umum harus ditata rapi. Ini dilakukan supaya tidak terjadi lagi hal-hal yang tidak diinginkan," ujar Cucu dalam diskusi tersebut.

Baca Juga : 1 April, Ojek Online di Bogor Dibatasi

Ia menambahkan, dalam revisi Permenhub tersebut, ada perbedaan regulasi terhadap angkutan sewa umum dan angkutan online. Hal itu dinilai bisa menjadi solusi atas konflik yang kerap terjadi antara angkutan sewa umum dengan online.

"Minimal untuk angkutan khusus roda 4 itu 1000 cc, dan angkutan sewa umum 1300. Artinya, pemerintah ingin mewujudkan harmoni transportasi di tingkat darat. Diharapkan, nantinya revisi PM (Peraturan Menteri) 32 itu tidak lagi menciptakan hal-hal yang tidak diinginkan. Kami harap agar ada sinergi diantaranya," tuturnya.

Sesuai dengan tema besarnya, diskusi ini digelar setelah pemerintah mulai melakukan revisi pada 11 poin Permen tersebut. Revisi regulasi itu membahas tentang jenis angkutan, kapasitas mesin, batas tarif angkutan sewa khusus, kuota jumlah angkutan khusus, kewajiban STNK, pengujian berkala (KIR), pool, bengkel, pajak, akses dashboard, dan sanksi.

Features

Ini Dia Sosok Pencipta Ojek GrabBike

Senin, 07 September 2015 11:29:24
Editor : Hanafie | Sumber : Dtc

anthony tan
anthony tan

Share this








Salah satu idenya membuat GrabBike adalah agar Anthony Tan lepas dari bayang-bayang nama besar kakeknya yang cukup terkenal di Malaysia.

Transportasi berbasis aplikasi, kini menjadi fenomena. Bahkan sedikit demi sedikit, keberadaan transportasi online ini mengganggu roda ekonomi mereka yang bergerak di moda transportasi konvensional. Friksi di antara keduanya sering terjadi. Bahkan sampai urusan polisi.

Salah satu transportasi berbasis online yang kini sedang melanda warga Jakarta dan sekitarnya adalah ojek online. Ada dua bisnis ojek online yang sedang naik daun yaitu Go-Jek dan GrabBike. Kedua bisnis ojek online ini bersaing dalam merebut ceruk pasar yang masih besar ini. Yang membedakan keduanya adalah jika Go-Jek perusahan lokal, sementara GrabBike dicetuskan oleh pria kaya asal Malaysia bernama Anthony Tan. Seperti apa dan bagaimana sepak terjangnya? Ikuti laporan berikut ini. 

Jika Go-Jek adalah perusahan lokal, GrabBike dicetuskan oleh pria kaya asal Malaysia bernama Anthony Tan. Seperti apa dan bagaimana sepak terjangnya? Ikuti laporan berikut ini.

Seperti halnya pendiri Go-Jek Nadiem Makarim, Anthony Tan yang berasal dari keluarga kaya ini merupakan lulusan Harvard Business Shcool di Amerika Serikat. Nah nama GrabBike sebenarnya merupakan layanan tambahan dari layanan GrabTaxi. Ide layanan GrabBike ini muncul ketika dia masih kuliah. Ketika itu ada temannya mengeluh sulitnya memesan taksi di Malaysia.

Dari keluhan inilah kemudian muncul ide untuk membuat layanan pemesanan taksi berbasis aplikasi. Namanya GrabTaxi. Sebelum menjadi GrabTaxi, awalnya namanya adalah MyTeksi. Perubahan nama dari Myteksi ke GrabTaxi itu terjadi tahun 2012.

Agar lebih fokus dengan proyek barunya itu, ia rela meninggalkan bisnis keluarganya. Padahal saat itu posisinya sebagai kepala marketing Tan Chong Motor Holdings yang merupakan distributor mobil Nissan di Malaysia. Perusahaan ini sendiri  dijalankan oleh sang ayah, Tan Heng Chew. Lalu kenapa alasannya memilih fokus ke transportasi berbasis aplikasi? “Membangun sesuatu dari bawah dan menyaksikan bagaimana hidup orang terkena pengaruhnya, itu jauh lebih memuaskan,” demikian alasannya.

Tentu saja ini sebuah perjudian hidup yang harus dijalani oleh seorang Tan. Sukses? Setelah mendapat suntikan dari investor, GrabTaxi makin populer. Tidak tanggung-tanggung, dua raksasa telekomunikasi Temasek dan Softbank memasok modal ke GrabTaxi. GrabTaxi sukses mengumpulkan kucuran dana senilai USD 350 juta atau di kisaran Rp 4,8 triliun. Dengan demikian, GrabTaxi sudah mendapat kucuran uang total USD 700 juta dari investor sejak dirilis tahun 2012.

Berbekal smartphone, orang bisa memesan taksi dengan mudah, sekaligus melacak di mana lokasinya, GrabTaxi sukses di pasar Asia Tenggara. Masyarakat Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Indonesia dan Filipina, sudah merasakan layanan ini. Sampai Maret 2015, sopir taksi yang terdaftar di GrabTaxi mencapai 75 ribu. Aplikasinya sendiri bisa diunduh di Google Play, AppStore dan BlackBerry World.

Tan sendiri berencana melantai di bursa saham. Syaratnya jika pesanan GrabTaxi sudah tembus 2 juta per hari. Untuk melebarkan sayap bisnisnya, Tan membuka aplikasi GrabCar dan juga GrabBike pada tahun 2014 di Vietnam. Sekarang, layanan GrabBike ini sudah merambah Jakarta dan Bangkok. Di Jakarta, GrabBike bertarung sengit dengan Go-Jek. Mereka berlomba menarik pengendara ojek, penumpang sampai perang tarif.

Ia sendiri memprediksi pengguna GrabTaxi terus melonjak seiring popularitas perangkat mobile karena pasarnya memang masih sangat besar. Namun di Indonesia, taksi yang dipesan dengan aplikasi ini masih di bawah 2%. Jika performa GrabTaxi semakin populer, bukan hal yang mustahil namanya akan lebih tenar daripada sang kakek. Kakeknya merupakan perintis perusahaan Tan Chong Motor yang mengedarkan mobil Nissan di Malaysia.

Features

Tak Ingin Disebut Follower, Ini Kelebihan Blu-Jek

Minggu, 20 September 2015 17:40:11
Editor : | Reporter :

Blu-Jek 2
Blu-Jek 2

Share this








Menariknya, Blu-Jek menjamin kerahasiaan dan privasi nomor telepon pengguna jasanya dengan menggantinya mejadi nomor token saat diterima oleh pengemudi.

JAKARTA -  Layanan pemesanan ojek berbasis aplikasi semakin dianggap menjanjikan. Setelah Gojek dan Grab Bike berkompetisi di bisnis tersebut, hadir lagi layanan serupa bernama Blu-jek. Tak ayal, hal ini menyebabkan persaingan di lini bisnis tersebut semakin ketat.

Adapun layanan ojek online teranyar, Blu-Jek resmi diluncurkan pada Kamis (17/9/2015). Garett Kartono, founder dari Blu-jek mengatakan, layanan yang ia luncurkan bukan untuk mengekor Go-Jek dan Grab Bike yang lebih dulu terjun di bisnis ini.

“Kami tidak melihat layanan lainnya sebagai pesaing. Kami menganggap kedua layanan yang sudah lebih dulu muncul sebagai teman dengan visi dan misi yang sama, yaitu menghadirkan layanan transportasi yang mudah dan cepat,”ujarnya saat ditemui di kawasan Senopati, Jakarta Selatan, Kamis (17/9/2015).

Garett mengaku optimis bahwa masih ada celah dengan banyaknya peluang pasar di bisnis apikasi ojek online tersebut. Berdasarkan riset yang dilakukan tim, jumlah masyarakat yang menggunakan transportasi mencapai 17 juta orang di pagi hari dan sekitar 12 juta orang membutuhkan transportasi di sore hingga malam hari.

“Angka tersebut belum dapat semuanya diakomodasi oleh Go-Jek dan GrabBike, masih ada celah yang besar bagi Blu-jek untuk mengisinya,”terangnya.

Blujek sebagai pendatang baru akan menghadapi tantangan berat di pasaran, mengingat GrabBike dan Go-Jek telah memiliki sejarah besar dalam pendanaan dan tentunya kepopuleran. Garett sendiri mengaku sampai saat ini untuk mendirikan dan mengelola Blu-Jek dirinya masih menggunakan uang hasil patungan dirinya dan sang sahabat Michael Manuhutu.

 “Kisarannya milyaran, tapi maaf kami tidak bisa sebut angka,”ungkapnya.

Garett melanjutkan, karena itu Blu-jek tidak melakukan promo jor-jorn seperti dua pendahulunya. Garett mengatakan promo yang diusung Blu-Jek adalah free rides bagi para konsumen dengan jarak 6 kilometer.

“Promo ini hanya berlaku untuk 1.000 orang pengguna Blu-Jek tiap harinya selama sebulan ini,” paparnya.

Adapun untuk pembagian hasil dengan pengemudi, Go-Jek dan Blu-Jek menerapkan besaran yang sama yaitu 80:20, yaitu 80 untuk pengemudi, sisanya untuk perusahaan aplikasi. Lagi-lagi, Grab Bike menawakan pembagian hasil yang lebih menguntungkan karena menawarkan besar 90:10 untuk pengemudi.

Namun, untuk diferensiasi layanan, Go-Jek dan Blu-Jek lebih unggul karena menyediakan tak hanya transport, ada juga layanan delivery, food delivery, serta shopping melalui beberapa fitur layanan yang dimilikinya. Mulai dari Blu-Rider, Blu-Menu, Blu-Pick, hingga Blu-Shop.

Lebih lanjut Garett menceritakan, pengemudi yang bergabung dengan Blu-jek saat ini mencapai 1.000 orang. Jumlah tersebut mungkin masih jauh dibandingkan pengemudi Go-Jek dan Grab Bike yang telah mencapai jumlah puluhan ribu.

Namun, Garett menyebutkan aplikasi miliknya memiliki kelebihan yang tak dimiliki oleh Go-Jek maupun GrabBike. Ia mengklaim bahwa data pengguna tidak akan terekam oleh pengemudi, sehingga kasus penyalahgunaan identitas diklaim tidak akan menjadi masalah.

“Di aplikasi Blu-Jek, nomor handphone pengguna kami ganti dengan sistem nomor token, sehingga masalah pelanggaran privasi pengguna layanan tidak akan terjadi,”tandasnya.

Kehadiran Blu-Jek tentunya menambah panjang daftar startup layanan transportasi di dalam negeri. Sebagai pengguna, kita tentunya akan diuntungkan bila layanan tersebut bersaing untuk menawarkan harga yang terjangkau dan pelayanan yang lebih baik. Bagaimana menurut anda, pilih Go-Jek, GrabBike atau Blu-Jek?

Features

Cerita GrabTaxi dan Target Menjadi Layanan Transportasi Terdepan

Sabtu, 06 Februari 2016 17:06:51
Editor : | Reporter :

Suasana peluncuran brand baru Grab di Jakarta, Rabu (3/2/2016).
Suasana peluncuran brand baru Grab di Jakarta, Rabu (3/2/2016).

Share this








Dengan rebranding brand Grab ini, diharapkan Grab tumbuh dan berkembang menjadi layanan transportasi online terdepan.

JAKARTALayanan transportasi berbasis aplikasi GrabTaxi resmi berganti nama menjadi Grab terhitung sejak akhir bulan lalu. Di Tanah Air, brandasal Negeri Jiran ini resmi rebranding pada Rabu (3/2/2016).

Perubahan ini sendiri merupakan kali ketiga yang dilakukan startup ini.Tercatat, pada tahun 2011, layanan aplikasi ini muncul pertama kali dengannama MyTeksi. Kemudianmelakukan pembaruanmenjadi GrabTaxi pada tahun 2013, saat melakukan ekspansi keluar Malaysia. Dan sekarang berganti menjadi Grab.

Anthony Tan, Group CEO dan Co-Founder Grab mengatakan, terhitung sejak diluncurkan pada 2012 silam, Grab telahberevolusi dari aplikasi sederhana untuk pemesanan taksi, menjadi perusahaan penyedia layanan transportasi darat terbesar di Asia Tenggara.

Saat ini Grab memiliki lebih dari 200 ribu pengemudi dan aplikasinya diunduh di lebih dari 11 juta perangkat. Kemudian, sejak pertengahan 2015, di seluruh Asia Tenggara Grab mencatat rata-rata pertumbuhan jumlah tumpangan sebesar 35 persen setiap bulannya untuk layanan GrabCar dan 75 persen untuk layanan GrabBike.

“Kami telah tumbuh dengan pesat dalam beberapa tahun terakhir ini dan saat ini kami bukan lagi sekadar aplikasi pemesanan taksi.Merk baru ini merupakan evolusi penting yang mewakili tujuan kami untuk memberikan layanan yang melebihi ekspektasi pelanggan kami,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Di Indonesia, Grab sendiri semakin menunjukkan keseriusannya dalam menggarap potensi pasar di sector transportasi. Salah satunya, menunjuk Ridzki Kramadibrata sebagai Managing Director untuk Indonesia. Sebelum bergabung di GrabTaxi, Ridzki memimpin operasional AirAsia Indonesia sebagai COO dan terakhir menempati posisi Regional Director di AirAsia Group.

Ridzky sendiri pada rebranding Grab mengatakan, ia ditugaskan untuk mengawasi program-program local untuk semua pemangku kepentingan. Dengan pengalamannya memegang jabatan eksekutif di berbagai perusahaan multinasional di Indonesia, ia juga akan memberikan arahan strategis dan pemahaman bisnis local untuk mendorong pertumbuhan di Indonesia, di seluruh layanan yang tersedia dalam aplikasi Grab.

“Saya sangat bersemangat dengan kesempatan untuk berkolaborasi dengan tim yang luar biasa dan dinamis ini, yang telah mentransformasi lansekap transportasi publik di Indonesia,”tuturnya.

Dengan rebranding, Ridzky menyebutkan bendera baru mereka resmi menaungi empat layanan di Indonesia, meliputi pemesanan taksi atau GrabTaxi, penyewaan kendaraan pribadi (GrabCar), ojek sepeda motor (GrabBike) dan kurir (GrabExpress).

"Ini bukan sekadar ganti nama, tetapi menjadi tonggak komitmen kami untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan di Asia Tenggara pada umumnya dan Indonesia pada khususnya," yakinnya.

Sementaraitu, Head of Country Marketing Grab Indonesia Kiki Rizky menerangkan, selain berganti baju, Grab juga dating dengan berbagai penawaran terbaik untuk menghadirkan pengalaman pengguna yang semakin baik.

“Pengalaman pengguna terbaru itu dihadirkan lewat empat aspek, yakni pengalaman pemesanan yang kian terpersonalisasi, pemesanan ulang otomatis untuk pemesanan yang tidak direspon para pengemudi, penelusuran pengemudi secara langsung dan proses pendaftaran yang lebih mudah bagi pengguna baru, hanya dengan menghubungkan akun Facebook masing-masing,”tuturnya.

Selain itu, lanjutnya, Grab juga menghadirkan dua fitur baru, yakni Grab Pay dan Grab Work dihadirkan sesuai kebutuhan para pengguna.

“Grab Pay adalah fitur yang memberikan keleluasaan dalam hal opsi pembayaran yang bias diatur pengeluaran mereka dengan mendaftarkan kartu kredit atau kartu debit, bila pengguna menginginkan. Bila tidak mereka tetap bias membayar secara tunai, selaiknya transaksi pemesanan lewat Grab pada masa sebelumnya. Sementara, GrabWork adalah fitur yang memberikan peluang bagi perusahaan-perusahaan yang berminat menjadikan Grab sebagai mitra untuk kebutuhan transportasi pegawainya dengan opsi akses kepada pelanggan untuk mencetak catatan transaksi untuk diajukan ke kantor masing-masing,”pungkasnya.

Untuk diketahui, Grab telah menggalang pendanaan sebesar US$ 700 juta sejak diluncurkan pada tahun 2012. Perusahaan ini telahmenerima investasi dari Soft Bank dari Jepang, China Investment Corp, Temasek Holdings dari Singapura danDidi Kuaidi dari Tiongkok yang memberilayanan serupa dengan Grab.

Sejauh ini, Grab beroperasi di Singapura, Indonesia, Filipina, Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Di Asia Tenggara, Grab bersaing dengan Uber dari Amerika Serikat yang juga agresif memperluas pasar operasional untuk layanan mobil panggilan. Sementara di Indonesia, Grab bersaing dengan Gojek yang dibangun Nadiem Makarim di bisnis ojek panggilan dan kurir instan.

Features

Dampak Demo Bagi Para Supir Ojek Online

Kamis, 03 November 2016 20:07:54
Editor : | Reporter :

Supir ojek Online yang berpendapat mengenai pengalihan arus demo 4 November esok
Supir ojek Online yang berpendapat mengenai pengalihan arus demo 4 November esok

Share this








Sejumlah supir ojek online memilihkawasan demo 4 November 2016.

TEBET - H-1 pelaksanaan aksi demonstrasi (4/11/016) di kawasan Jakarta Pusat terus mengundang kekhawatiran dari berbagai lapisan masyarakat. Salah satu upaya adalah menjaga keselamatan diri saat demonstrasi bertajuk ‘Aksi Bela Islam’ itu berlangsung.

Muhammad Ilham, supir ojek online menanggapi rencana akasi itu dengan hal positif, yaitu menjaga keselamatan seluruh masyarakat. "Pekerjaan yang memaksa untuk berkeliling tentu akan  sangat berpengaruh. Paling,  besok saya tidak menerima order tujuan masjid Istiqlal dan sekitarnya," katanya di Jl KH. Abdullah Syafei, Kamis (03/11/16).

Sedangkan Usman, seorang supir ojek yang sedang mangkal di tempat yang sama mengatakan bahwa penjagaan ketat hingga peralihan jalan semakin menimbulkan stigma negatif akan demo 4 November di tengah masyarakat.

"Sebagai supir ojek online tentu akan berpengaruh terhadap pekerjaan. Hal yang bisa kami lakukan hanya menghindari lokasi terjadinya demonstrasi,”kata Usman.

Ia juga menambahkan meskipun di lakukannya pengalihan arus lalu-lintas, tentu kegiatan masyarakat tidak bisa seratus persen berjalan seperti biasa.