Features

Theodora, Sabet Gelar Grandmaster Catur internasional Saat Usia Remaja

Sabtu, 05 Agustus 2017 19:00:00
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Adi Wijaya

Theodora (kaos merah muda) bersama fans
Theodora (kaos merah muda) bersama fans

Share this








Puteri Theodora Paulina Walukow telah menyabet label grandmaster catur internasional saat usianya menginjak angka 11 tahun.

KELAPA GADING - Permainan catur dianggap tak asing lagi bagi remaja Puteri Theodora Paulina Walukow. Meski baru berusia 13 tahun, strategi permainan catur dapat membuat lawannya berdecak kagum.

Karir gadis asal Minahasa Selatan di cabang olahraga catur ini, sepatutnya tak bisa dianggap remeh. Terbukti, dia telah menjuarai ajang internasional, seperti World Schools Chess Championships 2014 di Juiz de Fora, Brasil dan Olimpiade Catur Dunia ke-42 di Baku, Azerbaijan pada 2016.

"Saat ini saya masih kelas IX di SMP St. Fransiskus II Kayu Putih," kata remaja yang disapa Dora, saat ditemui di Kantor RW 014, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu (5/8/2017).

Meski dinobatkan sebagai Master Chess Internasional, dia nampak seperti anak seusianya. Sifat lugu dan malu-malu jelas diperlihatkannya. Gaya hidupnya pun sederhana, terlihat dari pakaian yang dikenakan saat mengikuti turnamen catur pada hari ini.

Dora mengenakan kaos berwarna merah muda dipadukan dengan celana jeans warna biru. Tak lupa, tas ransel berisi air minum selalu ditenteng saat permainan berlangsung.

Awal Mula Berkenalan dengan Catur

Dia menceritakan, permainan catur sudah diperkenalkan ayahnya Troy Vorgotha Walukow sejak usia tujuh tahun. Olah raga itu, diakuinya menjadi kegemaran. Setiap pulang sekolah, Dora tak pernah lepas untuk bermain catur.

"Setiap pulang sekolah, sambil menunggu makan malam, saya berlatih catur," ungkapnya.

Dikatakannya, langkah demi langkah permainan catur para master dipelajarinya. Bahkan, agar dapat mengetahui strategi, dia harus sanggup memecahkan langkah permainan catur itu hingga menjadi puzzle.

"Jadi latihannya bikin puzzle dari permainan para master. Seperti dibedah gitu langkah catur apa yang dimainkan," terangnya.

Lebih jauh, diakuinya memang tak mudah untuk dapat bermain catur dengan baik. Butuh konsentrasi tinggi agar dapat fokus dan memenangkan permainan.

"Tersulit itu saat mengikuti turnamen di Azerbaijan. Di sana saya menjadi peserta termuda, dengan usia 15 tahun," tambahnya.

Sementara itu, Troy Vorgotha Walukow mengakui semangat anaknya dalam berlatih permainan catur. Namun, labilnya emosi masih menjadi kendala selama ini.

"Mungkin karena dia masih usia anak-anak. Emosinya kurang stabil. Terkadang masih tidak percaya diri jika menghadapi lawan seumurannya. Tapi kalau lawannya lebih dewasa justru dia lebih tenang," tutupnya.