Senin, 08 Mei 2017 17:00:00
Editor : Dany Putra | Reporter : Chandra Purnama
Modus pengiriman Narkoba jenis sabu menggunakan Buffer Dumper
Modus pengiriman Narkoba jenis sabu menggunakan Buffer Dumper
Foto : Chandra Purnama
 

KRAMATJATI – Bandar Narkoba tidak pernah keilangan cara untuk menyelundupkan barang haram yang mereka perdagangkan. Beragam trik mereka pakai untuk mengelabui aparat kepolisian agar tidak mudah mendeteksi pengiriman barang haram tersebut.

Modus yang dipakai pun semakin unik dan menarik salah satunya memasukan Narkoba jenis sabu kedalam Buffer Dumper atau sebuah batangan besi kopong yang biasanya dililitkan dengan ulir per untuk kemudian digunakan sebagai suspensi bagi kendaraan.

Jika dilihat kasat mata, batangan besi tersebut terlihat padat, namun siapa sangka didalamnya kopong dan mampu disisipkan berbagai barang. Alasan itulah yang pengedar Narkoba mulai memikirkan memasukan barang haram di dalam lubang batang besi Buffer Dumper. Apabila terbuat dari besi yang bagus, maka akan sulit mendeteksi apa isi didalamnya.

Sulit Dideteksi

Kapolri Jenderal Tito Karnavian pun mengakui sangat sulit mendeteksi Narkoba di dalam Buffer Dumper. Bahkan, untuk sekelas anjing pelacak kepolisian atau K9 punsangat kesulitan untuk mencium narkoba didalam isi batangan tersebut. Pasalnya, indra penciuman sang anjing akan sulit menembus besi atau logam yang tebal.

"Ini keterbatasan, anjing pelacak atau K9 akan susah mencium aroma narkoba yang terbungkus batangan besi," ujar Tito di Rumah Sakit Polri Sukanto, Kramatjati, Jakarta Timur, Senin (8/5/2017).

Meskipun begitu, nampaknya para bandar narkoba harus berfikir lebih keras lagi. Penyebabnya, baru-baru ini pihak Direktorat Tindak Pidana Narkoba Mabes Polri mengungkapkan peredaran narkoba dengan modus dimasukan ke dalam Buffer Dumper.

Lewat Inteligen

Cara pengungkapannya pun tidak menggunakan anjing pelacak. Namun melalui intelegen pihak kepolisian yang sigap membongkar segala praktik pengiriman narkoba dengan modus apapun.

Alhasil,  Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Mabes Polri, mampu mengungkap peredaran Narkoba jenis sabu, di Komplek Ruko Arkadia Blok H5 No. 28, Jalan Daan Mogot, Batuceper, Tanggerang. Dalam pengungkapan tersebut turut diamankan barang bukti 84 kilogram (kg) sabu.

Tito mengatakan, pengungkapan tersebut berawal saat pihak kepolisan mendapat informasi dari pihak Direktur Jendral (Dirjen) Bea Cukai akan ada pengiriman narkotika dengan modus dimasukan kedalam dumper dari Penjaringan, Jakarta Utara ke Tanggerang.

"Tim melakukan penyelidikan surveillance terhadap kontainer dari pergudangan di Penjaringan," ujar Tito di Rumah Sakit Polri Sukanto, Kramatjati, Jakarta Timur, Senin (8/5/2017).

Usai membuntuti dari Penjaringan, Jakarta Utara, lanjut Tito, tim langsung melakukan penangkapan di Komplek Ruko Arkadia Blok H5 No. 28, Jalan Daan Mogot, Batuceper, Tanggerang dan mengamankan seorang tersangka bernama Tono alias Acin.

"Dari pengakuan TN (Tono), diketahui barang haram tersebut merupakan milik saudara Alex Marlim alias Akiong yang beralamat di Perumahan Taman Holis Indah 1 Blok C5, Bandung," jelas Tito.

Selain itu, dari pengakuan Tono diketahui narkotika jenis sabu tersebut merupakan asal Tingkok dan untuk diedarkan di wikayah Jakarta dan Tanggerang.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Baca Juga

Berikan Komentar Anda