Sabtu, 26 Desember 2015 14:05:44
Editor : Denny | Reporter : Adi Wijaya
Anggota SSS saat membersihkan saluran air di sepanjang Jl. Jembatan Lima
Anggota SSS saat membersihkan saluran air di sepanjang Jl. Jembatan Lima
Foto : istimewa
 

TAMBORA – Kota Jakarta dengan segala hiruk pikuknya, membuat warganya kian egois dengan lingkungan sekitar. Namun, tak seluruhnya seperti itu, kelompok masyarakat Sawah Lio Solidaritas dan Sosial (SSS) membuktikan apa yang dilakukan oleh mereka berbeda dengan yang lain. SSS senantiasa berkecimpung dalam membantu peran pemerintah dalam menciptakan tata kota Jakarta menjadi lebih selaras dengan kehidupan bermasyarakat.

Ketua Umum Sawah Lio Solidaritas dan Sosial (SSS) Tb. Andry Adam mengatakan, awal mula terbentuknya kelompok masyarakat ini atas dasar inisiatif serta ide-ide masyarakat yang berada di wilayah Sawah Lio, Tambora, Jakarta Barat.

“Berdasarkan kesepakatan hasil musyawarah, masyarakat membentuk SSS guna menjalin kerjasama antar masyarakat dengan prioritas pelayanan sosial,” tutur Andry kepada infonitas.com, Sabtu (26/12/2015).

Di samping itu Andry menjelaskan SSS memprioritaskan terutama pada kegiatan yang berkaitan dengan permasalahan banjir yang kerap melanda Ibu Kota. “Kami sudah mulai dengan membangun suatu gerakan ‘Stop Nyampah Di Kali’, khusus di Kali Cibubur yang berada di kelurahan Krendang, Tambora,” ujarnya.

Andry mengungkapkan, SSS telah membuat konsep kali Cibubur sebagai objek wisata bagi masyarakat sekitar. “Kami telah membuat konsep kali Cibubur menjadi kali wisata seperti yang berada dikebanyakan sungai di luar negeri. Nanti akan disediakan sejenis perahu bebek atau sampan agar masyarakat dapat bermain wisata air di kali Cibubur,” tuturnya.

Selain itu, Andry mengklaim sudah turut membersihkan saluran yang sampai 11 tahun mampet akibat sampah yang berada di Jalan Raya Jembatan 5. “Minggu kemarin kami menerjunkan sebanyak 31 anggota untuk membersihkan saluran tersebut. Alhamdulillah saluran tersebut kini sudah semakin lancar,” tandasnya.

SSS menurut Andy merupakan kelompok masyarakat yang tidak memiliki kepentingan khusus. Seluruh anggaran kegiatan berasal dari keseluruhan anggota yang mencapai 127 orang. “Kami hanya memungut sebesar Rp 2.000 kepada anggota setiap bulannya,” ucapnya.

Namun, Andry berharap ada bantuan dari berbagai pihak agar SSS ini tetap berjalan sesuai dengan fungsi dan niat awal untuk membantu memecahkan permasalahan lingkungan di Tambora. “Sudikiranya Pemerintah DKI atau Corporate Social Responsibility (CSR) yang ikut membantu pendanaan terutama peralatan kebersihan,” tutupnya.

Sekedar informasi, SSS dibentuk pada 8 Oktober 2015 dan seluruh kegiatan terkonsentrasi pada pemecahan permasalahan terutama banjir yang menjadi momok menakutkan. Eksistensi SSS yang sekretariatnya berada di Jalan Sawah Lio Gang 6 RT 008/08, Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat ini tidak hanya akan bergerak di wilayah Jakarta Barat saja, namun kedepannya akan menjamah seluruh lima wilayah Jakarta agar terbebas permasalahan banjir.

Baca Juga

Berikan Komentar Anda