Features

Mengunjungi Balai Kirti, Museum Kepresidenan di Bogor

Minggu, 06 Agustus 2017 13:09:00
Editor : Ivan | Reporter : Ivan Dipiadi

Museum Kepresidenan Republik Indonesia
Museum Kepresidenan Republik Indonesia

Share this








Selain menceritakan perjuangan, museum ini juga memiliki memorabilia para Presiden Republik Indonesia yang telah selesai menjalankan masa baktinya.

BOGOR - Patung Soekarno, Soeharto, Habibie, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Megawati, dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengantar kaki menuju hadapan sang Garuda. Dengan sayap yang membentang merdeka, lambang Negara Republik Indonesia itu menunjukkan teks Proklamasi serta Pancasila di sisi kanan dan kirinya. Sementara dengan tatapan tajamnya, burung raksasa itu membangkitkan semangat nasionalis setiap orang di hadapannya.

Itulah kesan pertama yang akan dirasakan pengunjung saat datang ke Museum Kepresidenan Republik Indonesia - Balai Kirti. Museum yang dibangun pada 2012 dan resmi dibuka pada Oktober 2014 ini, sengaja didirikan untuk membangkitkan jiwa nasionalis masyarakat Indonesia. Caranya, adalah dengan menceritakan sejarah, pribadi, dan upaya para presiden Indonesia dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Tanah Air.

“Museum ini memiliki peran penting. Sebab di Museum ini, pengunjung bisa melihat, membaca, dan mempelajari perjuangan presiden-presiden RI dalam membangun negeri. Jadi dengan berkunjung ke objek wisata sejarah ini, masyarakat bisa lebih mengenal tokoh-tokoh di balik berkembangnya Bangsa Indonesia hingga menjadi besar seperti sekarang,” terang  Suhardja, Kepala Museum.

Balai Kirti didirikan atas gagasan SBY saat masih menjabat sebagai Presiden Indonesia ke-6. Setelah melalui proses pembangunan sekitar dua tahun, museum yang berdiri di atas lahan seluas 3.211,6 meter persegi ini akhirnya diresmikan dan dibuka untuk umum. Wisatawan pun bisa melihat dan mempelajari berbagai hal di museum yang berlokasi di pintu masuk Istana Kepresidenan Bogor, Jalan Ir. H. Djuanda No.1, Bogor Tengah tersebut.

“Bicara soal koleksi museum, kami membaginya menjadi beberapa kategori. Di lantai pertama, ada Galeri Kebangsaan. Di sini terdapat patung Garuda Pancasila, teks Plokamasi, Pancasila, dan panel peta yang menceritakan sejarah perkembangan wilayah NKRI. Selain itu, di lantai ini juga terdapat enam patung Presiden Republik indonesia yang telah menyelesaikan masa baktinya,” papar Suharja.

Naik ke lantai dua, pengunjung akan masuk pada wilayah Galeri Kepresidenan. Di sini, pengunjung akan diperlihatkan berbagai koleksi, dan informasi tentang karya serta prestasi ke-enam presiden terdahulu. Berbagai memorabilia ke-enam presiden juga diperlihatkan dengan penataan yang menarik.

“Seluruh informasi dan koleksi ini tidak hanya disajikan secara konvensional, tetapi juga menggunakan berbagai media teknologi seperti papan layar sentuh dan video wall. Hal ini bertujuan untuk memudahkan pengunjung dalam mengakses informasi” ibuh Suharja.

Selain berbagai hal menarik tadi, Suharja juga bilang bahwa di lantai dua ini terdapat Perpustakaan Kepresidenan. Perpustakaan ini menyimpan berbagai buku karya Presiden, buku koleksi para presiden, dan buku yang berisi biografi atau kisah kisah para Presiden Indonesia terdahulu. “Dengan ini, saya harap Balai Kirti ini bisa jadi tempat wisata edukasi bagi para penerus bangsa,” tukasnya.



Features

MetroMini, Warisan Perang Dingin yang Menjadi Ikon Ibu Kota

Sabtu, 12 Desember 2015 19:11:00
Editor : Fauzi | Reporter :

Tabrakan krl dengan metromini
Tabrakan krl dengan metromini

Share this








Konflik internal berkepanjangan di PT MetroMini sepanjang tahun 1993 sampai tahun 2011 membuat operasional dan perawatan MetroMini tidak terawasi.

JAKARTA – Peristiwa kecelakaan maut antara MetroMini S80 dengan KRL jurusan Tanah Abang – Serpong di kawasan Tubagus Angke, Tambora, Jakarta Barat, Minggu (6/12/2015) pagi yang menewaskan 18 penumpangnya kembali membuat MetroMini mendapat sorotan.

Salah satu ‘ikon’ transportasi Ibu Kota ini acap kali menjadi pusat perhatian lantaran berbagai hal negatif yang melibatkan moda transportasi yang menggunakan bus berukuran sedang ini. Mulai dari kecelakaan tunggal, tabrak lari, tabrakan beruntun, hingga tabrakan maut di perlintasan kereta.

Namun, tahukah Anda sekilas mengenai moda transportasi dengan warna oranye-biru tuanya yang ikonik ini?

Mal Siantar Nainggolan, salah satu pemilik MetroMini menuturkan, sejarah panjang MetroMini dimulai saat penyelenggaraan Games of New Emerging Forces (GANEFO) pada tahun 1962 di Stadion Senayan yang digagas oleh mendiang Presiden Soekarno.

GANEFO sendiri berisikan negara-negara yang tergabung dalam Conference of New Emerging Forces (CONEFO), negara-negara ingin melepaskan diri dari pengaruh perang dingin antara Blok Barat pimpinan Amerika Serikat dan Blok Timur pimpinan Uni Sovyet.

“Jadi saat itu diadakan bus-bus berukuran sedang untuk mengangkut para atlet yang akan bertanding dalam satu-satunya penyelenggaraan GANEFO tersebut,” cerita Nainggolan, Senin (6/11/2015).

Paska penyelenggaraan GANEFO dan runtuhnya Orde Lama di bawah pimpinan Presiden Soekarno, MetroMini yang saat itu familiar dipanggil ‘bus merah’ beroperasional secara liar, tanpa manajemen dan ketentuan trayek.

Penyebutan Bus merah itu bisa merujuk pada warna bus, bisa juga merepresentasikan ‘golongan merah’ alias golongan kiri, karena pengadaannya dimulai saat puncak kejayaan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Hingga akhirnya pada tahun 1976 Gubernur DKI Jakarta saat itu, Ali Sadikin membentuk PT MetroMini untuk menaungi sekitar 6 ribu armada tersebut yang dimiliki oleh lebih dari 2 ribu orang. Jelas, MetroMini bukanlah nama jenis moda transportasi, melainkan nama perusahaan yang didirikan oleh Gubernur Ali Sadikin.

“Sengketa internal berkepanjangan dari tahun 1993 sampai 2011 membuat pengelolaan PT MetroMini jadi tidak jelas,” sambung Nainggolan.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah membentuk PT Transjakarta. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ini diharapkan menjadi pengelola semua transportasi di Ibu Kota. 

Selama ini, publik hanya mengenal Transjakarta sebagai lembagapengelola Bus Rapid Transit (BRT) atau popular dengan istilah "Busway".

Karena itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah meminta perusahaan bus di Jakarta bergabung di bawahTransJakarta. 

Koperasi Angkutan Jakarta (Kopaja), salah satu pengelola bus setara MetroMini, sudah mulai menjalin kerjasama dengan TransJakarta. Meski, kerjasama ini belum bisa dibilang berjalan mulus.

Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pun pernah menyarankan kepada para pemilik bus MetroMini agar menjadi bagian dari Kopaja bila ingin bergabung PT TransJakarta, karena pengelolaan PT MetroMini dinilai tak jelas.

"Saya tawarkan ke MetroMini, Anda pindah deh.Bagi saya bukan soal merek MetroMini atau Kopaja. Kalau Metro Mini tidak jelas manajemennya, silakan pemilik bus MetroMini boleh masuk keTransJakarta. Tapi Anda harus di bawah manajemen Kopaja," jelasnya.

Namun salah seorang pengusaha MetroMini, AzasTigorNainggolan, menyatakan ide bergabung ke manajemen Kopaja merupakan wacana lama. Ide ini pun ia klaim datang dari para pengusaha Metro Mini beberapa tahunsilam.

“Kami justru menanti aksi Pemprov DKI Jakarta, karena selama ini hanya mentok pada wacana,”imbuhnya.

Di mata pakar transportasi, Danang Parikesit, PT Transjakarta masih belum bisa mengkoordinir semua armada angkutan umum di Ibu Kota. Bahkan, ia menilai untuk mengelola manajemen internalnya sendiri dengan baik saja PT Transjakarta belum mampu.

”PT TransJakarta bisa menaungi perusahaan lain seperti MetroMini, jika sudah punya manajemen yang kuat,” tandasnya.

Entah kapan polemik mengenai MetroMini ini bisa berakhir, sambil berdoa tidak ada lagi nyawa melayang lantaran MetroMini. 

Pun demikian, mari sama-sama berharap Transjakarta mampu segera berbenah diri, tidak ada lagi armada mogok, terbakar, hingga terlibat insiden kecelakaan. Serta mewujudkan impian pengelolaan transportasi umum di bawah satu atap.

 

 







Features

Hadapi Kenakalan Remaja Gengster dengan Hipnoterapi

Rabu, 14 Juni 2017 11:26:00
Editor : Denisa Tristianty | Reporter : Wildan Kusuma

Hipnoterapi di Polresta Depok
Hipnoterapi di Polresta Depok

Share this








Menghadapi kenakalan remaja yang terjerumus dalam dunia gengster, ternyata penyembuhan bisa dilakukan dengan hipnoterapi.

DEPOK - Kasus anak remaja yang bergerombol menamakan diri mereka gangster muncul di Kota Depok. Mereka kerap terlibat tawuran antar remaja bahkan tak segan melukai warga.

Dengan dalih menjaga diri, remaja belasan tahun tersebut sangat percaya diri membawa senjata tajam seperti celurit, klewang, dan samurai. Jika tak ada musuh, warga biasa yang tengah berkumpul malah jadi sasaran keberingasan mereka.

Situasi tersebut lantas membuat geram Polresta Depok. Akhirnya, Polreta Depok melalui Satuan Reserse dan Kriminal di bawah pimpinan Kompol Teguh Nugroho melakukan operasi gangster. Alhasil, salah satu pelaku gangster "sanca bergoyang" diciduk Satreskrim Polreta Depok, Selasa (6/6/2017) lalu.

Salah satu pelaku dari geng "Sanca Bergoyang", berinisial KT (17) dijadikan tersangka lantaran dirinya menjadi bandar sajam untuk dijual ke gengster-gengster di Depok. Hal tersebut sangat miris, karena KT baru dianugerahi seorang anak berusia 9 bulan.

Di sisi kegeraman pihak kepolisian, muncul sebuah teka teki yang harus diungkap. Apa penyebab para remaja ini membuat beken kriminal menjadi gangster? Hal tersebut membuat Kompol Teguh mengundang ahli hipnoterapi untuk mengungkap penyebab para remaja yang terjerumus ke dalam gangster.

Senin, (12/6/2017) sore kemarin, Yulianti Wijoyo, seorang ahli hipnoterapi cantik menemui KT untuk melakukan proses wawancara. Proses wawancara ini merupakan salah satu rangkaian hipnoterapi kepada KT di Mapolresta Depok.

Kurang Perhatian Orang Tua

Di dalam ruangan kira-kira seluas 4 kali 4 meter di Mapolresta Depok, suasana proses wawancara sangat mengharukan. Isak tangis KT karena menyesal dengan perbuatannya, meminta ampun warnai suguhan proses hipnoterapi. Padahal, proses hipnoterapi hanya menggunakan psikologis yang menyentuh emosi si pelaku.

Yulianti menjelesan, ia dan rekannya, Romanus Remegius, hanya bertanya penyebab KT menjadi seorang gangster dan menjual senjata tajam. Ia menyimpulkan, kurangnya perhatian orang tua terhadap anak sangat mempengaruhi faktor jati diri KT.

"Memang semua berawal dari kurangnya perhatian, makanya dia perlu untuk mengeksistensikan diri, membuat diri terlihat keren gitu, itu yang kami temukan tadi. Karena kekosongan di dalam itu di sebabkan tidak dipenuhinya bahasa kasih 
dari orang tua sama anak," ujar Yulianti di ruangan Satreskrim Mapolresta Depok.

Yulianti menambahkan, bahasa kasih itu ada lima yaitu, waktu, hadiah, sentuhan, pelayanan, dan pujian. Menurutnya, semua orang memerlukan hal tersebut meski hanya sedikit.

"Dia mau untuk bisa diterima masyarakat, biar terlihat gagah, merasa harus menampilkan diri, karena tidak ada yang memperhatikannya," katanya.

Ia menegaskan, keluarga merupakan faktor yang paling penting terhadap masa depan anak. Jika hal tersebut dipenuhi, faktor lainnya seperti lingkungan bisa di atasi.

"Lingkungan ada, pasti ada, tapi kalo keluarganya kuat lingkungan bisa diatasi.Menyampaikan bahasa kasih itu setiap hari, ibarat baterai handphone tiap hari dicarger, jadi sama kayak ke anak harus diisi juga," kata dia.

 







Features

Museum Transportasi, Saksi Bisu Sejarah Transportasi Indonesia

Minggu, 20 Desember 2015 16:57:22
Editor : Fauzi | Reporter :

Museum Transportasi Taman Mini Indonesia Indah
Museum Transportasi Taman Mini Indonesia Indah

Share this








Dengan beragam informasi serta koleksi moda transportasi yang tempo dulu, tentu museum ini menjadi destinasi wisata yang sayang dilewatkan.

JAKARTA - Taman Mini Indonesia Indah adalah salah satu tempat wisata yang menjadi favorit warga Jakarta dan sekitarnya. Banyaknya lokasi yang bisa didatangi di kawasan TMII ini membuat pengunjung bisaberlama-lama di tempat ini. Salah satunya Museum Transportasi.

Museum Transportasi adalah museum milik Kementerian Perhubungan yang bertujuan mengumpulkan, memelihara, meneliti, memamerkan bukti sejarah dan perkembangan transportasi, serta perannya dalam pembangunan nasional.

Berdiri di atas lahan seluas 6,25 hektar, pemancangan tiang pertama proyek ini dilakukan oleh mendiang Ibu Negara saat itu, Tien Soeharto pada tanggal 14 Februari 1984. Pembangunannya sendiri dimulai pada tahun 1985 dan diresmikan oleh mendiang Presiden Soeharto pada tahun 1991.

Raspin (44), pengawas Museum Transportasi mengatakan, ruang pamer museum terbagi menjadi dua, yakni Ruang Pamer Indoor dan Outdoor.

“Di ruang outdoor menampilkan 26 lokomotif uap, Kereta luarbiasa, Pesawat Garuda, helikopter, oplet, kapal navigasi dan berbagai transportasi publik lain,” ujarnya, Sabtu (12/12/2015).

Salah satunya, lanjut Raspin, bus tingkat bernama Si Jangkung Merah buatanInggris 1968. Kemudian kereta api yang menjadi saksi sejarah perpindahan Ibu Kota Indonesia dari Jakarta ke Yogyakarta pada tahun 1946.

“Kalau koleksi di ruang pamer indoor menyuguhkan anjungan transportasi darat, laut dan udara. Di antaranya koleksi pesawat latih Touver buatan New Zealand tahun 1969 yang digunakan sebagai pesawat latih Angkatan Udara pada tahun 1971-1973,” terangnya.

Lebih jauh Raspin menuturkan, koleksi lokomotif uap di outdoor paling sering dikunjungi. Menurutnya, pengunjung biasanya memanfaatkannya untuk foto-foto.

“Salah satu koleksi yang terpajang apik di sini adalah Kereta Api Luar Biasa (KLB) lengkap dengan gerbong kereta makan yang pernah digunakan Presiden Pertama RI Soekarno saat hijrah dari Jakarta menuju Yogyakarta,”jelasnya.

Selain koleksi kereta antik, ada juga pesawat Garuda jenis DC-9 PK-GNT yang pernah melayani penerbangan ke negara ASEAN dan Australia. Uniknya, pengunjung dapat naik serta melihat interior dalam pesawat hingga ke bagian kokpit pesawat.

Di bagianbelakang  museum, pengunjung dapat melihat koleksi lokomotif generasi pertama yang pernah dimiliki Indonesia. Selainitu, mercusuar yang dibuat tahun 1879 juga menjadi koleksi langka yang ada di Museum Transportasi. 

Raspin mengungkapkan, tidak sedikit pengungjung yang datang ke museum ini untuk melakukan pre-wedding, perpisahan sekolah hingga hunting foto. Namun, jika ingin melakukan sesi foto di sana, pengunjung akan dikenakan biaya.

“Untuk pre-wedding Rp 150 ribu, perpisahan sekolah Rp 30 ribu, sedang untuk hunting Rp 200 ribu. Sementara untuk keluarga, foto dengan (kamera) handphone, gratislah,” tukasnya.

Pria yang lima belas tahun terakhir ini bekerja dan tinggal di museum tersebut mengatakan, pada awal berdirinya, museum ini dinamakan Museum Kereta Api. Namun, setelah dikelola oleh Kementerian Perhubungan, namanya berubah menjadi Museum Transportasi.

Dengan biaya masuk hanya Rp 2 ribu, tentu museum ini sangat sayang untuk dilewatkan. Tertarik mengunjunginya?

 







Features

test features dev

Selasa, 24 Januari 2017 16:15:00
Editor : | Reporter :

Pempek Kapal Selam
Pempek Kapal Selam

Share this








test features

TEST







Features

Megahnya Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta

Sabtu, 18 Juni 2016 15:32:48
Editor : Dany Putra | Reporter :

Proses pembangunan Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta
Proses pembangunan Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta

Share this








Terminal 3 Ultimate mampu menampung hingga 25 juta penumpang pertahun.

JAKARTA – PT Angkasa Pura II menunda pengoperasian Terminal 3 Ultimate yang awalnya direncanakan pada tanggal 20 Juni 2016. Penundaan karena tidak lolosnya standar keselamatan, keamanan dan pelayanan saat verifikasi dan uji coba dari Kementrian Perhubungan.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II Budi Karya Sumadi mengatakan, pihaknya berharap bisa mengoperasikan Terminal 3 Ultimate setelah Lebaran.

“Hasil rapat koordinasi antara Kementerian BUMN, Perhubungan, dan Angkasa Pura II, pengoperasian Terminal 3 Ultimate kami tunda. Insya Allah AP II akan melayani masyarakat dengan lebih baik pasca Lebaran,” ujarnya, Jumat (17/6/2016).

Meski begitu, ungkap Budi,  pembangunan Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta tahap satu sudah mencapai akhir. Terminal yang memiliki panjang 1 kilometer dan luas bangunan 422.804 meter persegi ini memang dikerjakan dalam 2 tahap. Untuk tahap satu adalah soft operation, yang akan rencananya akan dioperasikan tahun ini . Sementara full operation dilakukan pada Maret 2017.

"Di tahap awal terminal diperkirakan dapat menampung 15 juta penumpang per tahun. Jika tahap 2 rampung, maka terminal bisa menampung 10 juta penumpang. Sehingga, total kapasitas akan mencapai 25 juta penumpang pada 2017,"terangnya.

Menurutnya, terminal baru ini dibangun dengan konsep kearifan lokal yang terdiri dari seni budaya dan kuliner. Pihaknya menggandeng seniman Sardono Waluyo Kusumo yang diorder untuk membuat 20 lukisan besar yang akan dipajang di tembok-tembok terminal.

“Selain itu akan dihadirkan pula patung Garuda setinggi 18 meter karya pematung Nyoman Nuarta,”terangnya.

Budi menyebutkan, Terminal ini juga bisa dijadikan rekomendasi buat para pecinta kuliner. Para penumpang akan dimanjakan dengan berbagai menu kuliner di atas area seluas 3.261 meter persegi, tepatnya di area keberangkatan domestic yang akan diisi berbagai gerai F&B (Food & Beverages) dari merek terbaik di bidang kuliner lokal dan internasional.

“Selain menonjolkan seni dan kuliner, area terminal juga akan dibangun tempat menginap yang mewah, yakni hotel dengan label bintang empat. Hotel ini didesain memiliki dua gedung utama dengan 400 kamar di dalamnya,”jelasnya.

Hotel yang akan mulai dibangun bulan depan ini, kata Budi, diprediksi rampung dan dapat dioperasikan pada 2017 mendatang, bersamaan dengan operasional penuh Terminal 3 Ultimate dan kereta Bandara Soekarno Hatta.

“Nantinya, bandar udara ini juga akan dilengkapi berbagai teknologi canggih. Misalnya, akan dipasang puluhan CCTV yang siap memantau gerak-gerik penumpang. Terminal juga dilengkapi garbarata ganda khusus untuk pelayanan pesawat berbadan besar semacam Airbus 380,”tukasnya.

Sementara untuk moda transportasi, ungkap Budi, pihaknya nanti juga  menyiapkan bus dan monorel yang menghubungkan Terminal 3 dengan sejumlah bandara dan terminal lainnya.

“Terminal 3 Ultimate memiliki lima lantai. Lantai paling bawah digunakan sebagai terminal kedatangan dan lantai 2 digunakan sebagai terminal keberangkatan. Sementara sisanya akan digunakan sebagai lounge dan sarana perkantoran. Di dalam terminal, nantinya akan dipisahkan mulai dari lokasi check in dan ruang tunggu internasional dan domestic,”pungkasnya.

Perlu diketahui, keseluruhan pembangunan diperkirakan baru akan selesai pada tahun 2017 mendatang. Terminal seluas 333.101 meter persegi ini selanjutnya akan mendapat penambahan landasan pacu dengan dimensi 3000 meter x 60 meter. Begitu terminal baru tersebut beroperasi, maskapai Garuda Indonesia rencananya akan langsung memanfaatkannya untuk melayani seluruh rute penerbangannya, baik domestik maupun internasional.







Features

Mengenal Lebih Dekat Anies Baswedan

Kamis, 20 April 2017 13:30:00
Editor : Waritsa Asri | Sumber : Dbs

Ilustrasi Anies Baswedan
Ilustrasi Anies Baswedan

Share this








Sosok Anies Baswedan memiliki dedikasi tinggi baik dalam bidang pendidikan dan keterlibatan sebagai anggota tim sukses Joko Widodo, hingga menjadi Menteri Pendidikan.

JAKARTA – Memiliki dedikasi tinggi di bidang pendidikan dan keterlibatan sebagai anggota tim sukses Joko Widodo di pemilu Presiden 2014, , mengirimkan Anies Baswedan ke kursi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Akan tetapi, hal tersebut tak bertahan lama karena Anies terkena perombakan pada Juli 2016 lalu.

Pria kelahiran Kuningan, Jawa Barat, pada tanggal 7 Mei 1969 dari pasangan Rasyid Baswedan, dan Aliyah Rasyid, ini mulai mengenyam bangku pendidikan pada usia lima tahun, di TK Masjid Syuhada. Kemudian usia enam tahun, Anies masuk ke SD Laboratori, Yogyakarta.

Ia pun diterima di SMP Negeri 5 Yogyakarta. Cucu dari Abdurrahman Baswedan itu pun aktif mengikuti Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) di sekolahnya. Anies pernah dijuluki seksi kematian karena tugasnya mengabarkan kematian. Lulus dari SMP, ia meneruskan pendidikan di SMA Negeri 2 Yogyakarta, dan kembali aktif di kegiatan OSIS.

Bahkan, Anies mengikuti kepemimpinan bersama 300 orang ketua OSIS se-Indonesia. Ia pun terpilih menjadi Ketua OSIS se-Indonesia pada 1985.  Dia pun terpilih mengikuti program pertukaran pelajar AFS dan tinggal selama satu tahun di Amerika Serikat. Akibatnya, program ini membuatnya menempuh masa SMA selama empat tahun, yang baru lulus pada 1989.

“Kita ditarik dulu ke belakang kemudian bisa meloncat dengan jauh,” tutur Anies, ketika menggambarkan keterlambatan kelulusannya.

Ia pun masuk ke Universitas Gajah Mada pada 1995, untuk strata satu, dilanjut  S2 di University of Maryland, dan S3  di Nothern Illionis University, pada 2005.

Anies selalu menitikberatkan tiga hal ketika memilih karier,”Apakah secara intelektual dapat tumbuh, apakah dapat menjalankan tangung jawab sebagai kepala keluarga, dan apakah memiliki pengaruh sosial,” ungkapnya.

DP 0  Sebagai Program Kerja

Anies Baswedan yang mengajukan diri sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta, dengan partai pengusung PKS dan Gerindra ini, menjanjikan berbagai macam program kerja. Akan tetapi, ada satu program menarik minat masyarakat.

Suami dari Fery Farhati Ganis ini menjanjikan kemudahan bagi warga DKI Jakarta untuk memiliki rumah dengan down payment / DP nol. Bapak dari empat orang anak itu mengklaim menarik bagi rakyat karena sulitnya menemukan rumah yang terjangkau bahkan di Jakarta. Akan tetapi, program ini mengundang banyak kritik dan diketahui memiliki ketidak konsistenan.

Awalnya Anies mengajukan DP Nol Persen. Namun, dianggap melanggaran aturan Bank Indonesia. Kemudian, ia mengubahnya menjadi DP Nol Rupiah. Bahkan, DP tersebut tidak diketahui  untuk rumah tapak atau rumah susun. Kemudian diralat oleh partnernya, Sandiaga Uno, bahwa program ini mirip dengan rumah susun di Singapura, yaitu pemerintah membangunkan rumah, bukan menjadi fasilitator pembiayaan.

Akan tetapi, ia menegaskan bahwa bank yang akan terlibat dalam membantu rakyat menikmati DP Nol, namun dikritik karena secara total puluhan triliun uang yang dibutuhkan tidak sesuai dengan kekuatan finansial Bank DKI yang digadang akan membantu program ini. 







Features

Satu Dekade, Nenek Lima Cucu Jadi Kartini Kebersihan Ibu Kota

Jumat, 21 April 2017 13:30:00
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Adi Wijaya

Helly, Kartini Kebersihan Ibu Kota Jakarta
Helly, Kartini Kebersihan Ibu Kota Jakarta

Share this








Nenek lima cucu yang bertahan selama satu dekade menjadi Kartini Kebersihan Ibu Kota Jakarta.

KOJA - Tak ada kata lelah bagi Helly (47), seorang nenek lima cucu yang bekerja sebagai penyapu jalanan Ibu Kota. Belum juga mentari keluar dari sarangnya, atau sekitar Pukul 05.00 WIB, perempuan paruh baya ini sudah harus mengayuh sepeda dari kediamannya di Jalan Melati Tugu RT11/09, Kelurahan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara menuju lokasi bertugas.

Rutinitas menyisir sampah di sepanjang Jalan Yos Sudarso hingga Jalan Sulawesi dari Pagi hingga Sore menjadi makanan sehari-hari bagi Helly. Jam kerja yang biasa dilakoninya mulai pukul 05.00 -10.30 WIB. kemudian pukul 13.30 - 16.00 WIB.

Tak terasa, pekerjaan yang dilakukannya setiap hari itu telah menginjak satu dekade. Keterbatasan skill melatarbelakangi perempuan berdarah Jawa Tengah ini terpaksa menjalani pekerjaan ini sejak 2007 silam. Namun, seiring berjalannya waktu, keterpaksaan itu menjadi kebiasaan yang kini tak pernah lagi dikeluhkannya.

"Awalnya memang agak malu. Tapi mau bagaimana lagi? Ini sudah takdir Tuhan," ujar Helly saat ditemui sedang menyapu di Jalan Yos Sudarso, Koja, Jakarta Utara, Jumat (21/4/2017).

Di awal bekerja, Helly dibayar Rp 300 ribu per bulan

Di awal perjalanan kerjanya, Helly mengaku sangat prihatin. Menjadi pasukan orange yang cukup menguras tenaga, dirasa tak sebanding dengan honor yang didapatkannya. Dia hanya mengantongi sebesar Rp 300 ribu setiap bulannya.

"2007 lalu, pekerjaan ini masih diambil alih swasta. Saya bekerja pada PT. Artha Waluya," ungkap perempuan berhijab ini.

Keterpaksaan itu selalu dikuatkannya, mengingat saat itu dia masih harus berjuang membiayai anak keempatnya, Rocky Septiansyah yang kala itu masih berusia tiga tahun.

"Ketiga anak lainnya sudah berkeluarga. Sekarang tinggal Rocky yang masih berumur 15 tahun, masih sekolah kelas 10 SMK," ungkapnya.

Jokowi - Ahok Pahlawan Bagi Helly

Ketekunannya bertahan menjalani pekerjaan sebagai penyapu jalanan pun membuahkan hasil. Honor yang diterimanya kian meningkat. Terutama saat Joko Widodo - Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta pada 2012 lalu.

Sejak Tahun 2013, Istri dari penjahit ini mengalami kenaikan pendapatan karena diangkat sebagai Petugas Harian Lepas (PHL) Dinas Kebersihan Kecamatan Koja. Semula hanya mendapatkan honor Rp 300 ribu meningkat menjadi Rp 2,4 juta per bulan.

"Memang bertahap, awalnya Rp 300 ribu, naik menjadi Rp 600 ribu, lalu Rp. 700 ribu, dan meningkat jadi Rp 1,2 juta. Naik lagi dua kali lipat saat Jokowi - Ahok menjabat Gubernur DKI Jakarta," paparnya.

Tak sampai disitu, dia menerangkan honornya kembali naik menjadi Rp 3,1 juta saat Ahok menjabat Gubernur DKI Jakarta pada 2015 silam. Lalu, seiring kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) pada 2017, kini honornya menjadi Rp 3.350.000,-.

"Kini pekerjaan penyapu jalanan semakin diakui. Enggak diremehkan seperti dahulu," katanya.

Bersih Jadi Tanggung Jawab Hidup

Bekerja di dunia kebersihan menjadikan hidupnya lebih bertanggungjawab. Tak hanya di jalan, namun kebersihan pun dilakukannya ditiap dirinya berada. Termasuk di kediamannya sendiri.

"Mungkin ini kodrat saya sebagai wanita. Harus bisa menjaga kebersihan dimanapun berada," ungkapnya.

Rasa sedih dirasakannya, ketika melihat sejumlah orang atau pengendara kendaraan sengaja membuang sampah di jalan. Padahal, baru saja dirinya menyapu jalan tersebut.

"Sesekali juga saya menasihati mereka agar tak membuang sampah sembarang," ujarnya.

Sementara itu, anak keempatnya Rocky Septiansyah memuji sang ibu yang tak kenal lelah bekerja, meski kini tenaganya tak sekuat dulu. Ibunya tak pernah mengeluh bekerja sepanjang hari. Mengayuh sepeda dari rumahnya menuju lokasi yang menjadi lokasi bertugasnya.

"Ibu itu 'super mom'. Dia bisa membagi waktu untuk keluarga dan tugasnya," tutupnya.

Baca juga : Mei, Siap-siap Jakarta International Bike Week







Features

Mawar dan Tangisan Tarni di Hari Kartini

Jumat, 21 April 2017 14:45:00
Editor : Muhammad Saiful Hadi | Reporter : Chandra Purnama

jakarta
jakarta

Share this








Dialah Tarni, RA kartini masa kini seorang Pekerja Penanganan Sarana dan Prasaran Umum (PPSU) Pemprov DKI Jakarta.

JAKARTA - Sosok pejuang wanita di tubuh Raden Ajeng Kartini, tetap tumbuh di hati para perempuan Indonesia. Perjuangan bukan hanya sekedar membela tanah air tercinta yang sudah merdeka sejak 17 Agustus 1945, namun perjuangan bisa dilihat dari berbagai sisi kehidupan. Seperti yang dilakukan Tarni (38).

Wanita yang bertugas sebagai Pekerja Penanganan Sarana dan Prasaran Umum (PPSU) Pemprov DKI Jakarta ini, berjuang dengan caranya sendiri. Ditengah para lelaki yang berjuang menjadi tulang punggung keluarga, Tarni harus rela menjadi salah satu dari rombongan PPSU yang membersihkan kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Meskipun menjadi wanita satu-satunya, bukan berarti Tarni menjadi pemalas dan menunggu para lelaki kekar yang mengerjakan pekerjaannya. Dia yang sudah dikarunia dua orang putri itu, tetap semangat membanting tulang untuk kelangsungan hidup sang buah hati.

Berkat ketekunan dan rasa cintanya terhadap pekerjaannya, Tarni menjadi salah satu sosok wanita yang dipilih aplikasi Qlue, sebagai pelopor media pelaporan warga DKI Jakarta untuk mendapatkan penghormatan di Hari Kartini yang jatuh pada Jumat (21/4/) ini.

Meskipun tidak mengharapkan penghargaan. atas dedikasi tinggi menjadi ibu kota tetap bersih, namun tampaknya Tarni pantas dianugetahi kartini masa kini. Oleh sebab itu, Qlue memberikan sebuah penghargaan sebesar-besatnya. Bukan uang atau piagam penghargaan, tapi setangkai mawat merah yang melambangkan gagah berani di sosok wanita.

"Setangkai mawar ini tidak berharga mahal, tapi hari ini kami melihat banyak raut muka haru dan bahagia hanya dengan setangkai bunga. Keberadaan mereka sehari-hari mungkin terabaikan, momen hari ini yang mengingatkan kami akan jasa para petugas dinas lapangan perempuan dalam kehidupan kota," ungkap Stephanie Edelweiss selaku perwakilan dari Qlue.

Keberadaan wanita yang bertugas menjaga kebersihan ibu kota, kerap dipinggirkan oleh para penguasa. Para wanita masih dianggap lemah untuk pekerjaan lapangan, yang dituntut otot bukan rasa keibuan. Tapi siapa sangka berkat rasa keibuan, para pekerja laki-laki semakin bersemangat memenuhi tuntutan pekerjaan.

"Kami jadi kepacu, wanita itu masih bisa bekerja kasar yang biasanya untuk laki-laki. Ini memotivasi kami," ungkap Rasno (35), pekerja PPSU yang satu regu dengan Tarni

Tarni yang mendapat kado terindah dalam hidupnya ini berpesan kepada seluruh wanita Indonesia. Menjadi RA Kartini bukan berarti berjuang mencapai kemerdekaan RI, tapi bagaimana sosok wanita menyikapi perkembangan zaman agar terus berkarya dan berusaha.

Banyak hal yang dapat dilakukan oleh perempuan Indonesia. Kesetaraan gender yang mulai diakui di negara Indonesia, diharapkan bisa menjadi pemicu para wanita terus mengembangkan pola fikirnya agar tetap bisa dihargai oleh kaum lelaki.

"Wanita itu jadi jangan dibawah bayang-bayang laki. Meskipun kodrat kita tetap menjadi tulang rusuk para pria. Tapi bisa kita berjuang melawan zaman dengan cara kita sendiri," pesan Tarni.







Features

Jeritan Penjual Buku Bekas Kwitang di Pasar Senen

Jumat, 21 April 2017 20:15:00
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Rilangga Firsttian

Pedagang buku bekas di Pasar Senen, Jakarta Pusat
Pedagang buku bekas di Pasar Senen, Jakarta Pusat

Share this








Semenjak dipindahkan ke Blok III Pasar Senen, Jakarta Pusat, pedagang buku bekas Jalan Kwitang menjerit tentang penghasilan yang merosot.

SENEN - Pasca kebakaran blok III Pasar Senen, Jakarta Pusat pada Januari 2017 lalu, merugikan penjual buku bekas. Puluhan pedagang tersebut, kini harus memulai kembali usahanya dari nol karena direlokasi di Blok V, Pasar Senen.

Tempat penampungan sementara yang berada di blok V yang bersebelahan dengan terminal Senen terlihat jarang dikunjungi pembeli. Lokasi yang kurang strategis ikut mempengaruhi lesunya aktivitas jual beli buku bekas di sana.

Pertama memasuki area jualan buku bekas ini, terlihat para pedagang sibuk merayu pembeli yang hanya segelintir orang. Lapak tempat jualan mereka terlihat seadanya, namun buku tersusun rapi.

Fahri salah satu penjual buku bekas di sana mengatakan, memulai berjualan buku dari tahun 2008 mengaku kebingungan bagaiman menggenjot penghasilan seperti sedia kala. Diakui, semenjak dipindah dari Jalan Kwitang, Jakarta Pusat ke Pasar Senen, pendapatan terus menurun.

“Kalau di Kwitang pendapatan saya itu lumayan, kalau di sini harus mulai dari awal. Soalnya masih banyak pelanggan kita yang di Kwitang itu enggak tahu tempat jualan yang sekarang,” tutur Fahri saat berbincang dengan infonitas.com di Blok V Pasar Senen, Jakarta Pusat, Jumat (21/4/2017).

Pendapat Sebulan di Pasar Senen sama dengan Penghasilan Sehari di Kwitang

Mulai membuka lapak dari pukul 08.00 WIB, Bapak satu anak tersebut mengaku dirinya dalam satu bulan belakangan hanya membersihkan barang dagangannya serta tidur tiduran dilapak saja. Aktivitas ini lebih disebabkan langkanya pembeli yang datang dan singgah untuk melihat lihat dan membeli barang dagangannya.

Ia mengatakan, dulu, saat berjualan di Jalan Kwitang, penghasilan per hari dapat mencapai Rp 500 ribu – Rp 1 juta. Tetapi, semenjak dipindahkan ke Pasar Senen, untuk memperoleh keuntungan sebesar itu harus didapatkan selama satu bulan penuh lamanya.

“Pendapatan di Kwitang itu kami bisa dapatkan lima ratus ribu sampai satu juta, tapi kalau di Pasar Senen ini untuk dapetin uang segitu butuh waktu sebulan,” ujar bapak satu anak yang tinggal di Tanjung Priok, Jakarta Utara ini.

Tak jarang, lelaki berusia 35 tahun tersebut selalu meneriakan barang dagangannya kepada setiap pengunjung yang sesekali melewati lapaknya dan menjualnya dengan harga yang kurang dari modal yang dikeluarkan. Namun, usahanya tidak membuahkan hasil, entah apalagi yang harus ia perbuat, jika seperti ini terus dia serta penjual yang lain akan sangat kesulitan untuk menyambung hidup serta menafkahi kerluarga kecil mereka.

Akan tetapi dirinya tetap tidak berputus asa, buku-buku bekas yang dijual berkisar antara Rp 10.000 sampai Rp 50.000 tergantung dari buku apa, kondisi buku serta kelangkaan buku tersebut.

Kredit Modal Usaha di Bank Hanya Sia-sia

Sempat mendapat pinjaman Kredit Usaha Rakyat yang diberikan oleh Bank DKI, menurutnya belum bisa membantunya untuk kembali ke masa keemasannya saat berjualan di kawasan Kwitang. Ia mengakui, mendapatkan pinjaman lunak dari Bank hanya sia-sia belaka.

“Saya dan teman-teman disini tidak butuh modal pinjaman tetapi butuh pembeli. Buku yang kami jual ini masih lengkap dan bagus jadi enggak perlu untuk beli barang dagangan lagi,” jelasnya.

Akan tetapi dalam beberapa hari belakangan ini, Fahri agak sedikit merasa senang, karena pelanggan lamanya banyak yang kembali mencari buku dagangannya. Meski hanya memesan via telepon seluler, tetapi pelanggannya rutin membeli buku hingga tiga kali berturut turut dalam satu minggu, tentu hal ini membuat semangatnya kembali sedikit bertambah.

Fahri mengatakan, apapun yang dirinya alami sekarang dan nanti ia akan terus berusaha memperahankan pekerjaannya, dan apapun kondisinya dirinya tidak akan menyerah untuk alasan apapun.

Baca juga : Kisah Jukir Tuna Rungu di Kelapa Gading Dipalak Preman







Features

Lika-Liku Sandi Menuju Kursi DKI 2

Minggu, 23 April 2017 09:45:00
Editor : Ivan | Sumber : DBS

Sandiaga Uno
Sandiaga Uno

Share this








Dari Summa Cum Laude, pengangguran, pengusaha kaya, Panama Paper, hingga akhirnya menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta.

JAKARTA - Sandiaga Uno langsung mencuri perhatian warga Jakarta saat ia dikabarkan maju di Pilkada DKI 2017. Tak banyak warga Ibukota yang mengenalnya saat itu. Namun dalam waktu singkat, ia dapat meraih simpati warga.Hingga akhirnya, ketika benar-benar maju dalam Pilkada DKI Jakarta sebagai calon wakil gubernur, ia dan pasangannya Anies Baswedan mendapat suara terbanyak versi hitung cepat.

Sandiaga merupakan pengusaha, calon wakil gubernur yang diusung Partai Gerindra, dan berjanji meningkatkan ekonomi serta kesejahteraan warga Jakarta. Mungkin inilah pengetahuan sebagain besar warga Ibukota tentang pria berkaca mata tersebut. Tapi sebenarnya, siapakah dia?

Dikutip dari berbagai sumber, pria yang akrab disapa Sandi ini bernama lengkap Sandiaga Salahuddin Uno, B.A., M.B.A. Ia lahir di Rumbai, Pekanbaru, 28 Juni 1969.

Sebelum terjun ke dunia politik dan mencalonkan diri menjadi pemimpin DKI Jakarta bersama Anies, banyak kegiatan yang ia lakukan selain menjadi pengusaha.

Sandi yang berdarah Gorontalo ini kerap dipercaya untuk memberikan pembekalan tentang jiwa kewirausahaan (entrepreneurship), utamanya pada pemuda. Kepercayaan ini didapat karena Sandi telah lama menekuni bidang tersebut.

Karier dan Kekayaan

Sejatinya, Sandi adalah lulusan Wichita State University, Amerika Serikat, dengan predikat summa cum laude. Ia mengawali karier sebagai karyawan Bank Summa pada 1990.

Setahun kemudian, ia mendapat beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di George Washington University, Amerika Serikat. Ia lulus dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 4,00 .

Pada tahun 1993, ia bergabung dengan Seapower Asia Investment Limited di Singapura sebagai manajer investasi sekaligus di MP Holding Limited Group (mulai 1994).

Tahun 1995, ia pindah ke NTI Resources Ltd di Kanada dan menjabat Executive Vice President NTI Resources Ltd dengan penghasilan 8.000 dollar AS per bulan.

Sayangnya, krisis moneter sejak akhir 1997 menyebabkan perusahaan tempatnya bekerja bangkrut. Alhasil, Sandi tidak bisa lagi meneruskan pekerjaanya. Ia pulang ke Indonesia dengan predikat pengangguran.

Meskipun demikian, Sandi tak ingin terpuruk karena kejadian tersebut. Ia kemudian mengubah cara pandangnya dan berbalik arah menjadi pengusaha.

Pada tahun 1997, Sandi mendirikan perusahaan penasihat keuangan bernama PT Recapital Advisors bersama teman SMA-nya, Rosan Perkasa Roeslani. Salah satu mentor bisnisnya adalah William Soeryadjaya kala itu.

Kemudian, pada 1998 ia dan Edwin Soeryadjaya, putra William, mendirikan perusahaan investasi bernama PT Saratoga Investama Sedaya. Bidang usahanya meliputi pertambangan, telekomunikasi, dan produk kehutanan.

Berbekal jejaring (network) yang baik dengan perusahaan serta lembaga keuangan dalam dan luar negeri, Sandi sukses menjalankan bisnis tersebut.

Pada 2005-2008, Sandi menjadi ketua umum Himpunan pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).  Ia juga menjadi Ketua Komite Tetap Bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) sejak 2004.

Sandi dinobatkan menjadi 122 orang terkaya di Indonesia versi majalah Asia Globe dengan total aset perusahaan mencapai 80 juta dollar AS, Pada 2007. Sementara pada 2008, ia dinobatkan menjadi orang terkaya ke-63 di Indonesia dengan total aset mencapai 245 juta dollar AS.

Memasuki 2009, ia tercatat sebagai orang terkaya urutan ke-29 di Indonesia menurut majalah Forbes. Kemudian pada tahun 2011, Forbes kembali merilis daftar orang terkaya di Indonesia. Namun ia menduduki peringkat ke-37 kala itu. Total kekayaannya mencapai USD 660 juta (Rp 8,5 triliun pada kurs Rp 13.000/USD).

Masuk Dunia Politik

Pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Saratoga Investama Sedaya Tbk yang digelar 10 Juni 2015, Sandi resmi mundur dari jabatannya sebagai Direktur Utama PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG). Ia juga melepaskan berbagai jabatan di beberapa perusahaan lain karena ingin fokus pada tugas barunya, yakni sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) yang dipimpinan oleh Prabowo Subianto.

Saat itu, posisinya di Saratoga digantikan oleh Michael Soeryadjaya, anak dari Edwin Soeryadjaya dan cucu dari pendiri Astra International William Soeryadjaya. Namanya termasuk dalam daftar Panama Papers. Dia mengikuti program Tax Amnesty.

Wakil Gubernur DKI Jakarta

Kini, bersama pasangannya Anies Baswedan, Sandi fokus pada Jakarta. Terlebih, hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei dan real count yang dirilis KPU Jakarta menunjukkan, ia dan Anies mendapat suara terbanyak. Hal ini membuat Sandi berupaya semaksimal mungkin untuk menepati janjinya, yakni meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan warga Jakarta melalui sejumlah program. Ok Oce adalah salah satu andalannya.