Features

Mengunjungi Balai Kirti, Museum Kepresidenan di Bogor

Minggu, 06 Agustus 2017 13:09:00
Editor : Ivan | Reporter : Ivan Dipiadi

Museum Kepresidenan Republik Indonesia
Museum Kepresidenan Republik Indonesia

Share this








Selain menceritakan perjuangan, museum ini juga memiliki memorabilia para Presiden Republik Indonesia yang telah selesai menjalankan masa baktinya.

BOGOR - Patung Soekarno, Soeharto, Habibie, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Megawati, dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengantar kaki menuju hadapan sang Garuda. Dengan sayap yang membentang merdeka, lambang Negara Republik Indonesia itu menunjukkan teks Proklamasi serta Pancasila di sisi kanan dan kirinya. Sementara dengan tatapan tajamnya, burung raksasa itu membangkitkan semangat nasionalis setiap orang di hadapannya.

Itulah kesan pertama yang akan dirasakan pengunjung saat datang ke Museum Kepresidenan Republik Indonesia - Balai Kirti. Museum yang dibangun pada 2012 dan resmi dibuka pada Oktober 2014 ini, sengaja didirikan untuk membangkitkan jiwa nasionalis masyarakat Indonesia. Caranya, adalah dengan menceritakan sejarah, pribadi, dan upaya para presiden Indonesia dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Tanah Air.

“Museum ini memiliki peran penting. Sebab di Museum ini, pengunjung bisa melihat, membaca, dan mempelajari perjuangan presiden-presiden RI dalam membangun negeri. Jadi dengan berkunjung ke objek wisata sejarah ini, masyarakat bisa lebih mengenal tokoh-tokoh di balik berkembangnya Bangsa Indonesia hingga menjadi besar seperti sekarang,” terang  Suhardja, Kepala Museum.

Balai Kirti didirikan atas gagasan SBY saat masih menjabat sebagai Presiden Indonesia ke-6. Setelah melalui proses pembangunan sekitar dua tahun, museum yang berdiri di atas lahan seluas 3.211,6 meter persegi ini akhirnya diresmikan dan dibuka untuk umum. Wisatawan pun bisa melihat dan mempelajari berbagai hal di museum yang berlokasi di pintu masuk Istana Kepresidenan Bogor, Jalan Ir. H. Djuanda No.1, Bogor Tengah tersebut.

“Bicara soal koleksi museum, kami membaginya menjadi beberapa kategori. Di lantai pertama, ada Galeri Kebangsaan. Di sini terdapat patung Garuda Pancasila, teks Plokamasi, Pancasila, dan panel peta yang menceritakan sejarah perkembangan wilayah NKRI. Selain itu, di lantai ini juga terdapat enam patung Presiden Republik indonesia yang telah menyelesaikan masa baktinya,” papar Suharja.

Naik ke lantai dua, pengunjung akan masuk pada wilayah Galeri Kepresidenan. Di sini, pengunjung akan diperlihatkan berbagai koleksi, dan informasi tentang karya serta prestasi ke-enam presiden terdahulu. Berbagai memorabilia ke-enam presiden juga diperlihatkan dengan penataan yang menarik.

“Seluruh informasi dan koleksi ini tidak hanya disajikan secara konvensional, tetapi juga menggunakan berbagai media teknologi seperti papan layar sentuh dan video wall. Hal ini bertujuan untuk memudahkan pengunjung dalam mengakses informasi” ibuh Suharja.

Selain berbagai hal menarik tadi, Suharja juga bilang bahwa di lantai dua ini terdapat Perpustakaan Kepresidenan. Perpustakaan ini menyimpan berbagai buku karya Presiden, buku koleksi para presiden, dan buku yang berisi biografi atau kisah kisah para Presiden Indonesia terdahulu. “Dengan ini, saya harap Balai Kirti ini bisa jadi tempat wisata edukasi bagi para penerus bangsa,” tukasnya.