Feature

Mengintip Tren Desain Interior 2018

Rabu, 08 November 2017 13:45:00
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : R Maulana Yusuf

Desain Interior  PT Cipta Graha (Ist)
Desain Interior PT Cipta Graha (Ist)

Share this








Desain interior pada 2018 masih akan berlaku konsep gaya minimalis. Namun, gaya america classic bakal mewarnai market pada tahun depan.

KELAPA GADING - Bangunan tempat tinggal tanpa penerapan detail interior, seakan kurang nyaman dihuni. Pada saat ini, masyarakat mulai sadar tentang pentingnya desain interior. Lantaran memiliki beragam manfaat. Seperti tampilan rumah terlihat fungsional dan tertata rapi. Kemudian, menambah rasa nyaman dan memberikan kesan positif pada setiap tamu. Serta, nilai jual dari rumah akan meningkat.

Pada 2017 komposisi tren interior 60% didominasi oleh Neo Classic dan 40% minimalis. Neo classic merupakan perubahan dari classic yang banyak ukiran dan warna lebih berani. Seperti emas menuju modifikasi arsitektur dan ornamen yang lebih simpel serta warna lebih kalem.

Dikutip dari hsbc.co.id, prediksi tren 2018 untuk desain interior akan mengarah ke rumah lengkap dengan home appliances yang bisa bekerja otomatis menyesuaikan kebutuhan. Misalnya, lampu otomatis yang diatur agar menyala perlahan untuk memastikan bangun pada waktu yang ditentukan,  hingga peralatan dapur yang saling terhubung dan dapat diatur melalui smartphone.

Kemudian, dari sisi dapur ada sentuhan elegan melalui warna hitam. Tak hanya pada rak dan meja, namun juga hitam metalik pada wastafel. Marmer sebagai penutup meja juga kembali hadir. Namun marmer menggunakan warna gelap dan tipis untuk memmberi kesan trendi dan modern pada dapur.

Tren warna interior di tahun 2018 akan didominasi warna-warni terang dengan kilau lembut dan cat jenis satin atau sheer. Beberapa warna yang diprediksi akan mendominasi interior adalah warna-warna alam seperti biru telur asin, ungu berry, kuning dan hijau limau, coklat muda almond, warna tanah, serta warna metalik, gemstone, dan emas.

Menurut salah satu penyedia jasa desain interior Elle Dacor, ada tiga motif wallpaper yang akan trend di 2018. Pertama, Pattern Clash, menggabungkan beragam pola dan warna dengan kontras dalam satu wallpaper. Kedua, Geometrics atau pola persegi empat dan persegi banyak, dan terakhir Art Forms, mencetak lukisan dan menjadikannya wallpaper. Seru kan, dinding rumahmu pun jadi seperti kanvas lukisan raksasa.

Furnitur era 1950an akan kembali ngetren pada tahun depan. Selamat tinggal furnitur minimalis bersudut khas Skandinavia. Milan Furniture Fair 2017 memprediksi gaya dekade 1950an akan hadir di tahun 2018, salah satunya lewat sofa panjang yang tebal dengan bentuk meliuk. Untuk pelapis sofa, materi beludru atau suede akan kembali, menggantikan pelapis linen atau kulit.

Sementara, Timothy Purnomo, Manajer Pemasaran Hafele Indotama mengatakan, 2018 tren desain interior akan mengarah ke American Classic. Ini sebagai bentuk transformasi dari Neo Classic. Banyak rumah di Amerika didominasi dari kayu dan batu serta permainan bahan kain pada gorden. Untuk warna menggunakan american classic, yakni agak sedikit lebih gelap seperti cokelat. 

“American classic ialah hampir sama dengan neo Classic hanya menggunakan budaya Amerika,” kata Timothy.

Berbeda halnya dengan Bambang Ekajaya. Pemilik Cipta Graha ini mengatakan tren 2018 akan tetap sama dengan tahun ini, yaitu minimalis. Sebab, konsep minimalis sejak 2005 hingga sekarang terus eksis. Tetapi desain minimalis tiap tahunnya berubah-ubah, lebih kreatif, dan banyak variasi.

Alasan masyarakat memilih desain rumah minimalis daripada gaya arsitektur lain, lantaran model rumah dengan gaya ini bisa membantu penghuni mendapatkan hasil yang maksimal dengan dana yang terbatas. Namun, model desain lainnya tidak menutup kemungkinan tetap menjadi pilihan masyarakat. Sebab, market untuk gaya Klasik, Kubisme, maupun Mediterania masih ada.

“Tetapi semua tren itu bebas si tergantung pemilik rumah, ditambah saat ini keterbukaan informasi semua tren dunia akan terbaca dan tren arsitektur dunia pun demikan, memang untuk saat ini tren masih Minimalis yang lebih ke arah modern," jelas Bambang.