Minggu, 04 November 2018 17:42:00
Editor : Fauzi | Reporter : Leny Kurniawati
Menu Khas Indonesia
Menu Khas Indonesia
Foto : Dwi Prastyo
 

CIBUBUR – Seiring dengan perkembangan zaman, restoran hotel beberapa tahun terakhir melakukan transisi bisnis, dari yang semula pasif hanya untuk melayani tamu hotel. Kini, beberapa tahun terakhir mulai aktif untuk menarik minat konsumen. Caranya, dengan memiliki strategi bisnis yang lebih berani. Bahkan, kini restoran dipandang sebagai unit bisnis yang mandiri. Ini bisa dilihat dari restoran yang ada di hotel-hotel di Eropa dan Amerika. “Bahkan, kini pengembang yang ingin mendirikan hotel, harus sudah memiliki rencana bisnis membangun restoran atau bar, sebelum proyek mereka dijalankan,” ujar Vice President F&B Intercontinental Eropa Sion Burdess.

Setali tiga uang, kini restoran hotel di Indonesia lebih berani dan kreatif dalam menerapkan strategi bisnisnya. Mulai dari rutin melakukan promo tematik dan mengeluarkan menu baru setiap bulan. Kini restoran hotel di Indonesia juga mulai menggunakan konsep restoran dan menu yang dijual sebagai strategi bisnis. Misalnya, Mercure Jakarta Sabang dngan restoran The Lobby yang menghadirkan berbagai makanan tradisional khas Indonesia, semisal Sop Buntut Betawi. Sementara, Mercure Jakarta Simatupang menghadirkan konsep Mexican Bar yang bertempat di lantai teratas hotel alias roof top, hingga kafe dengan konsep seni seperti yang dihadirkan oleh Arts Café Raffles Hotel. Lantas, bagaimana dengan restoran hotel yang ada di kawasan Cibubur dan sekitarnya?

Strategi Kreatif

Restaurant & Bangquet Manager Hotel Santika Taman Mini Indonesia Indah Ridwana menuturkan, saat ini kawasan Cibubur bisa dibilang bersahabat untuk bisnis kuliner, termasuk restoran hotel. Kendati, kondisi dan hasil saat ini belum maksimal dan masih bisa dikembangkan lagi.

“Cibubur saat ini dikenal sebagai kawasan hunian, kendati perlahan mulai berkembang juga dengan hadirnya hotel, hingga deretan tempat makan yang mulai mengangkat nama kawasan Cibubur. Untuk di hotel, saat ini memang masih konsumen yang walk in atau konsumen dari luar hotel yang biasanya memanfaatkan restoran untuk meeting point misalnya,” jelas Ridwana.

Ini pula yang membuat Hotel Santika Taman Mini Indonesia Indah, selain menghadirkan Krakatau Restaurant yang dominan dengan kuliner khas Indonesia, Oriental dan Internasional. Mereka juga memiliki lounge yang banyak dimanfaatkan tamu walk in. “Nikmati kopi dan makanan ringan di Jali-Jali Lounge kami yang nyaman. Kami memiliki teh eksklusif atau kopi pilihan dengan camilan lezat seperti shortcake,” terang GM Hotel Santika Taman Mini Indonesia Indah Ricky Rimbawan.

Strategi berbeda coba dilakukan oleh The Gallery Restaurant Hotel Ciputra Cibubur. Sadar akan majemuknya selera konsumen kuliner di kawasan Cibubur, The Gallery Restaurant pun menghadirkan menu-menu pilihan khas Nusantara, western dan Japanese. Ini bisa dilihat dari aneka menu yang dikemas dalam promo terbaru The Gallert yang bertajuk ‘The Grill buffet’.

“Keunikan yang juga coba kami hadirkan yakni, konsumen bisa melihat langsung seluruh proses pemasakan atau grill menu yang mereka pilih. Kami juga menghadirkan beberapa saus pilihan, seperti BBQ sauce, spicy korean sauce, mushroom sauce, black pepper sauce dan teriyaki sauce. Plus, sambil menikmati buffet kami, konsumen juga dihibur dengan live music,” terang PR Hotel Ciputra Cibubur Destia Dwi Jayanti.

Sementara, De’Margo Restaurant The Margo Hotel memilih strategi promo kuliner dengan menghadirkan menu tematik khas Nusantara, selain konsisten juga menawarkan menu western dan eastern berkualitas. Seperti kali ini, De’Margo menghadirkan promo makanan dan minuman khas Bali dalam ‘Bali Delicacies’ hingga akhir Desember 2018 mendatang.

“Menu khas Bali sangat diminati karena kepolulerannya, lantaran citarasa yang unik dan beda. Namun, masih relative sulit ditemukan di wilayah Cibubur hingga Depok, termasuk di restoran hotel. Karena itu, kami coba menghadirkan promo ini, untuk mengobati rindu akan makanan dan minuman khas Bali, tentunya dengan citarasa otentik sesuai resep aslinya. Seperti Ayam Betutu, Nasi Campur dan Es Kuwut,” tukas PR Manager The Margo Hotel Kartika Sekartaji.

Baca Juga

Berikan Komentar Anda