Features

Mengenal Indah, Pegawai Balai Kota yang Viral Karena Surat Ahok

Jumat, 06 Oktober 2017 14:00:00
Editor : Wahyu AH | Reporter : Yatti Febriningsih

Indah Pujiyanti
Indah Pujiyanti

Share this








Indah sudah bekerja sejak 1995 di Balai Kota DKI Jakarta. Berawal dari staf kebersihan.

JAKARTA - Nama Indah Pujianti mendadak populer lantaran mendapat surat balasan dari mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Dia tidak pernah menyangka. Ternyata mantan bosnya itu masih peduli dan mengenali dirinya.

Indah merupakan Pegawai Harian Lepas (PHL) Biro Umum di Balai Kota DKI Jakarta. Tugasnya adalah menyiapkan menu makanan untuk gubernur. Namun, sejak Ahok terlibat kasus penistaan agama dan harus mendekam di tahanan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, dia tidak pernah lagi berjumpa.

Rasa rindu selaiknya bawahan seketika muncul. Apalagi, Indah cukup mengenal kepribadian Ahok. “Dia (Ahok) cukup tegas. Dia tidak pernah pilah-pilih makanan. Paling sesekali bertanya, ‘Apa menu makan siang hari ini?’.”

Kerinduan itu coba disalurkan Indah lewat surat. "Saya kan suka lihat di Instagram, ah mau ikutan bersurat ah gitu. Terus nyoba-nyoba siapa tahu dibales. Sekaligus, saya ingin ngucapin terimakasih kepada Pak Ahok," tuturnya saat ditemui di Balai Kota DKI, Jumat (6/10/2017).

Pagi Pa...

Bapak apa kabarnya, semoga bapak selalu sehat dlm lindungan Allah. Saya Indah Pa, saya kangen banget sama bapak. Kalau saya rindu Bapak sy selalu buka yutub Pak. Dalam isi surat ini saya ingin mengucapkan trima kasih kepada bapak. Karna bapak sudah banyak menolong dan membantu saya. Saya tidak akan pernah melupakan kebaikan bapak sekali lagi saya ucapkan trima kasih ya pa.. Setiap waktu saya berdoa untuk bapak semoga bapak nanti bisa menjadi pemimpin ibu kota Jakarta lagi aamiin... Pa, sekian surat dari saya, semoga bapak membalas surat ini trima kasih pa ahok..."

Selang dua hari kemudian, tepatnya Kamis (5/10/2017), surat balasan dari Ahok datang. Indah sangat gembira dan tidak pernah menyangka bakal secepat itu.

“Aku waktu itu ngirim hari Selasa minggu ini, dibalasnya hari Kamis," imbuhnya.

"Untuk Indah.

Saya baik-baik di sini. Banyak waktu untuk membaca, menulis, olahraga, dan berdoa. Terima kasih atas doa serta dukungannya kepada saya dan keluarga. Terima kasih atas bantuannya yg selalu menyiapkan makanan dan minuman untuk saya sejak dari wagub sampai selesai tugas saya sebagai gubernur DKI.

Tuhan memberkati dan menolong Indah dan keluarganya."

Baca Juga : Djarot: Ahok Sudah Ikhlas

10 Tahun Mengabdi di Balai Kota

Indah sudah mengabdi di Balai Kota sejak 1995, tepat era Gubernur DKI Jakarta Soerjadi Soedirja. Berawal dari staf kebersihan. “Kemudian, pas Pak Harun Al Rasyid jadi wakil gubernur, itu aku udah mulai melayani menu makanan, serabutan kerja," kenangnya.

Dalam menjalani profesinya, Indah selalu mengucapkan terimakasih langsung saat masa jabatan para bosnya berakhir. Sayangnya, ucapan itu tidak terlontar pada masa Ahok. Indah merasa perpisahan Ahok terasa berbeda dibanding gubernur sebelumnya.

"Iya, yang sebelum-sebelumnya kita kan pasti kadang ada perpisahan, di situlah ngucapinnya. Kalau sekarang kan jauh, Bapaknya jauh. Belum tentu juga bisa ketemu kan, jenguk juga terbatas," katanya.

Padahal, banyak kenangan membekas di hatinya. Semisal, saat mendapat kejutan kue tart dari Ahok. “Masih saya simpen fotonya di Instagram. “Bapak saat itu masih jadi wakil gubernur. Tahun 2013, mungkin masih umur 40 tahun kali ya. Waktu itu ruangannya di sini, yang Pak Djarot isi. Itu juga malem, karena aku kan gak tahu. Abis selesai nyiapin makan malam Bapak, tiba-tiba 'Mbak Indah dipanggil Bapak', tahu-tahunya eh di dalam ada kue tart."

Belum lagi, nasehat-nasehat Ahok. Memang tidak sering, tetapi nasehat itu sangat membekas. “Bapak pernah bilang, ‘Saya bekerja untuk menjadi orang yang baik dan jujur nggak macem-macem udah itu aja’.

“Semoga, Tuhan selalu menjaga Bapak. Semoga bapak sehat selalu kedepannya semakin membaik, dan selalu sabar," imbuh Indah.

Baca Juga : Djarot: Saya, Pak Jokowi, dan Pak Basuki Tak Bisa Dipisahkan



Features

Sepenggal Cerita Pemijat Cantik Bergembok

Sabtu, 21 November 2015 16:58:25
Editor : Fauzi | Reporter : Chandra Purnama

panti pijat
panti pijat

Share this








Meski seluruh perempuan di sini cantik dan seksi, namun, pakaian mereka digembok agar tidak bisa memberikan layanan cinta sesaat.

JAKARTA – Bagi pria di kota metropolitan, kebutuhan relaksasi untuk melepas penat kerja sudah menjadi kebutuhan hidup, bukan lagi sekadar gaya hidup.

Urusan relaksasi, pijat atau massage menjadi salah satu favorit pria metropolitan. Mulai dari tempat pijat tradisional hingga tempat pijat plus-plus di Ibu Kota tidak pernah sepi disambangi pria metropolitan.

Jenis layanan hingga fasilitas yang ditawarkan pun beragam. Mulai dari welcome drink, sauna, Jacuzzi, hingga tempat pijat yang terintegrasi dengan karaoke. Tenaga pemijatnya pun beragam, mulai dari tenaga pijat asli Indonesia hingga tenaga pijat yang berasal dari Tiongkok, Korea Selatan, Hongkong, hingga Uzbekiztan.

Bicara soal panti pijat, ada satu panti pijat di bilangan Pondok Indah, Jakarta Selatan yang tak pernah sepi pengunjung. Dikenal di kalangan pria  dengan sebutan “Surga Pria”, tempat ini menawarkan sensasi dipijat dengan wanita cantik bergembok.

Ya, seluruh terapis di panti pijat ini pakaiannya digembok saat melayani konsumen. Menawarkan pijat tradisional, Anda tidak akan memeroleh layanan cinta sesaat di panti pijat ini, meski terapis-terapisnya cantik dan seksi.

“Kami memang tidak mengizinkan praktik seks komersial di sini. Mereka yang datang dan berharap bisa ‘main’ di tempat ini tentu kecewa. Tapi enggak apa-apa, karena kami tidak seperti panti pijat lainnya,” ujar Jo, salah satu Spv. Operasional panti pijat yang terletak tidak jauh dari Pondok Indah Mal ini.

Seorang terapis, sebut saja Ari (23) mengatakan bahwa standart di tempat pijat ini memang mengkhususkan hanya dipijatan.

"Kami semua di sini dilarang melayani nafsu para pengunjung, pakaian kami itu digembok. Jadi sulit untuk dibuka, memang SOPnya begitu disini," jelas wanita asal Bogor itu, Selasa, (17/11/2015).

Namun tenang saja, jika para kaum pria memandang tempat ini hanya sebelah mata itu salah. Memang tidak bisa bercumbu ditempat ini, tapi standarisasi di sini berbeda dari tempat pijat di tempat lain.

"Di sini memang tidak bisa ML (Making Love), tapi kami para terapis tetap disuruh untuk membuat pengunjung senang. Setelah melakukan pijatan, sesuai standart kami pasti memberikan layanan ekstra agar pengunjung tetap merasa nyaman," ungkapnya sambil tersenyum penuh arti.

Soal harga, Anda tidak perlu khawatir. Cukup dengan membayar Rp 185 ribu, Anda sudah bisa mendapatkan sensasi dipijat oleh wanita seksi bergembok, serta layanan ekstra untuk memberikan kenyamanan usai dipijat.

"Kalo di sini pengunjungya bukan hanya bos-bos mas, tapi karyawan biasa juga bisa kesini. Kan harganya gak begitu mahal, malahan supir-supir ojek online suka kesini sehabis menarik penumpang," pungkas wanita yang baru lima bulan bekerja ditempat tersebut.







Features

Hadapi Kenakalan Remaja Gengster dengan Hipnoterapi

Rabu, 14 Juni 2017 11:26:00
Editor : Denisa Tristianty | Reporter : Wildan Kusuma

Hipnoterapi di Polresta Depok
Hipnoterapi di Polresta Depok

Share this








Menghadapi kenakalan remaja yang terjerumus dalam dunia gengster, ternyata penyembuhan bisa dilakukan dengan hipnoterapi.

DEPOK - Kasus anak remaja yang bergerombol menamakan diri mereka gangster muncul di Kota Depok. Mereka kerap terlibat tawuran antar remaja bahkan tak segan melukai warga.

Dengan dalih menjaga diri, remaja belasan tahun tersebut sangat percaya diri membawa senjata tajam seperti celurit, klewang, dan samurai. Jika tak ada musuh, warga biasa yang tengah berkumpul malah jadi sasaran keberingasan mereka.

Situasi tersebut lantas membuat geram Polresta Depok. Akhirnya, Polreta Depok melalui Satuan Reserse dan Kriminal di bawah pimpinan Kompol Teguh Nugroho melakukan operasi gangster. Alhasil, salah satu pelaku gangster "sanca bergoyang" diciduk Satreskrim Polreta Depok, Selasa (6/6/2017) lalu.

Salah satu pelaku dari geng "Sanca Bergoyang", berinisial KT (17) dijadikan tersangka lantaran dirinya menjadi bandar sajam untuk dijual ke gengster-gengster di Depok. Hal tersebut sangat miris, karena KT baru dianugerahi seorang anak berusia 9 bulan.

Di sisi kegeraman pihak kepolisian, muncul sebuah teka teki yang harus diungkap. Apa penyebab para remaja ini membuat beken kriminal menjadi gangster? Hal tersebut membuat Kompol Teguh mengundang ahli hipnoterapi untuk mengungkap penyebab para remaja yang terjerumus ke dalam gangster.

Senin, (12/6/2017) sore kemarin, Yulianti Wijoyo, seorang ahli hipnoterapi cantik menemui KT untuk melakukan proses wawancara. Proses wawancara ini merupakan salah satu rangkaian hipnoterapi kepada KT di Mapolresta Depok.

Kurang Perhatian Orang Tua

Di dalam ruangan kira-kira seluas 4 kali 4 meter di Mapolresta Depok, suasana proses wawancara sangat mengharukan. Isak tangis KT karena menyesal dengan perbuatannya, meminta ampun warnai suguhan proses hipnoterapi. Padahal, proses hipnoterapi hanya menggunakan psikologis yang menyentuh emosi si pelaku.

Yulianti menjelesan, ia dan rekannya, Romanus Remegius, hanya bertanya penyebab KT menjadi seorang gangster dan menjual senjata tajam. Ia menyimpulkan, kurangnya perhatian orang tua terhadap anak sangat mempengaruhi faktor jati diri KT.

"Memang semua berawal dari kurangnya perhatian, makanya dia perlu untuk mengeksistensikan diri, membuat diri terlihat keren gitu, itu yang kami temukan tadi. Karena kekosongan di dalam itu di sebabkan tidak dipenuhinya bahasa kasih 
dari orang tua sama anak," ujar Yulianti di ruangan Satreskrim Mapolresta Depok.

Yulianti menambahkan, bahasa kasih itu ada lima yaitu, waktu, hadiah, sentuhan, pelayanan, dan pujian. Menurutnya, semua orang memerlukan hal tersebut meski hanya sedikit.

"Dia mau untuk bisa diterima masyarakat, biar terlihat gagah, merasa harus menampilkan diri, karena tidak ada yang memperhatikannya," katanya.

Ia menegaskan, keluarga merupakan faktor yang paling penting terhadap masa depan anak. Jika hal tersebut dipenuhi, faktor lainnya seperti lingkungan bisa di atasi.

"Lingkungan ada, pasti ada, tapi kalo keluarganya kuat lingkungan bisa diatasi.Menyampaikan bahasa kasih itu setiap hari, ibarat baterai handphone tiap hari dicarger, jadi sama kayak ke anak harus diisi juga," kata dia.

 







Features

Museum Transportasi, Saksi Bisu Sejarah Transportasi Indonesia

Minggu, 20 Desember 2015 16:57:22
Editor : Fauzi | Reporter :

Museum Transportasi Taman Mini Indonesia Indah
Museum Transportasi Taman Mini Indonesia Indah

Share this








Dengan beragam informasi serta koleksi moda transportasi yang tempo dulu, tentu museum ini menjadi destinasi wisata yang sayang dilewatkan.

JAKARTA - Taman Mini Indonesia Indah adalah salah satu tempat wisata yang menjadi favorit warga Jakarta dan sekitarnya. Banyaknya lokasi yang bisa didatangi di kawasan TMII ini membuat pengunjung bisaberlama-lama di tempat ini. Salah satunya Museum Transportasi.

Museum Transportasi adalah museum milik Kementerian Perhubungan yang bertujuan mengumpulkan, memelihara, meneliti, memamerkan bukti sejarah dan perkembangan transportasi, serta perannya dalam pembangunan nasional.

Berdiri di atas lahan seluas 6,25 hektar, pemancangan tiang pertama proyek ini dilakukan oleh mendiang Ibu Negara saat itu, Tien Soeharto pada tanggal 14 Februari 1984. Pembangunannya sendiri dimulai pada tahun 1985 dan diresmikan oleh mendiang Presiden Soeharto pada tahun 1991.

Raspin (44), pengawas Museum Transportasi mengatakan, ruang pamer museum terbagi menjadi dua, yakni Ruang Pamer Indoor dan Outdoor.

“Di ruang outdoor menampilkan 26 lokomotif uap, Kereta luarbiasa, Pesawat Garuda, helikopter, oplet, kapal navigasi dan berbagai transportasi publik lain,” ujarnya, Sabtu (12/12/2015).

Salah satunya, lanjut Raspin, bus tingkat bernama Si Jangkung Merah buatanInggris 1968. Kemudian kereta api yang menjadi saksi sejarah perpindahan Ibu Kota Indonesia dari Jakarta ke Yogyakarta pada tahun 1946.

“Kalau koleksi di ruang pamer indoor menyuguhkan anjungan transportasi darat, laut dan udara. Di antaranya koleksi pesawat latih Touver buatan New Zealand tahun 1969 yang digunakan sebagai pesawat latih Angkatan Udara pada tahun 1971-1973,” terangnya.

Lebih jauh Raspin menuturkan, koleksi lokomotif uap di outdoor paling sering dikunjungi. Menurutnya, pengunjung biasanya memanfaatkannya untuk foto-foto.

“Salah satu koleksi yang terpajang apik di sini adalah Kereta Api Luar Biasa (KLB) lengkap dengan gerbong kereta makan yang pernah digunakan Presiden Pertama RI Soekarno saat hijrah dari Jakarta menuju Yogyakarta,”jelasnya.

Selain koleksi kereta antik, ada juga pesawat Garuda jenis DC-9 PK-GNT yang pernah melayani penerbangan ke negara ASEAN dan Australia. Uniknya, pengunjung dapat naik serta melihat interior dalam pesawat hingga ke bagian kokpit pesawat.

Di bagianbelakang  museum, pengunjung dapat melihat koleksi lokomotif generasi pertama yang pernah dimiliki Indonesia. Selainitu, mercusuar yang dibuat tahun 1879 juga menjadi koleksi langka yang ada di Museum Transportasi. 

Raspin mengungkapkan, tidak sedikit pengungjung yang datang ke museum ini untuk melakukan pre-wedding, perpisahan sekolah hingga hunting foto. Namun, jika ingin melakukan sesi foto di sana, pengunjung akan dikenakan biaya.

“Untuk pre-wedding Rp 150 ribu, perpisahan sekolah Rp 30 ribu, sedang untuk hunting Rp 200 ribu. Sementara untuk keluarga, foto dengan (kamera) handphone, gratislah,” tukasnya.

Pria yang lima belas tahun terakhir ini bekerja dan tinggal di museum tersebut mengatakan, pada awal berdirinya, museum ini dinamakan Museum Kereta Api. Namun, setelah dikelola oleh Kementerian Perhubungan, namanya berubah menjadi Museum Transportasi.

Dengan biaya masuk hanya Rp 2 ribu, tentu museum ini sangat sayang untuk dilewatkan. Tertarik mengunjunginya?

 







Features

Kisah Saksi Bisu Armada Pertama Blue Bird di Indonesia

Minggu, 20 Desember 2015 17:37:02
Editor : Fauzi | Reporter :

Holden Torana yang menjadi armada pertama Blue Bird dipajang di Museum Transportasi Taman Mini Indonesia Indah.
Holden Torana yang menjadi armada pertama Blue Bird dipajang di Museum Transportasi Taman Mini Indonesia Indah.

Share this








Mobil ini merupakan satu dari 25 unit armada pertama Blue Bird sekaligus menjadi saksi tonggak sejarah operasional Blue Bird di Indonesia.

JAKARTA - Ada banyak hal menarik yang bisa ditemui di Museum Transportasi Indonesia di Taman Mini Indonesia Indah. Salah satunya, adalah mobil Holden Torana yang menjadi armada pertama perusahaan taksi nasional, Blue Bird.

Mobil yang kali pertama diluncurkan ke pasaran pada tahun 1972 ini menjadi saksi tonggak operasional Blue Bird di Indonesia.

Raspin(44), pengawas Museum Transportasi yang dikeola Kementerian Perhubungan ini mengatakan, kehadiran Holden Torana di museum ini merupakan sumbangan dari Blue Bird pada tahun 2012 silam.

Sumbangan itu dalam rangka HUT ke-40 Blue Bird Group dan HUT ke-15 Pusaka Group pada tahun tersebut.

“Selain Holden, turut disumbangkan juga Nissan Cedric yang merupakan armada Silver Bird pertama waktu itu,” jelasnya, Sabtu (12/12/2015).

Dihubungi terpisah, TeguhWijayanto, Head Public Relation Blue Bird Tbk, mengatakan, sedan kompak berseragam biru ini merupakan salah satu dari 25 unit armada pertama Blue Bird yang diimpor dari Australia. Holden sendiri merupakan merk lansiran Australias yang kini diakuisisi oleh General Motors asal Amerika Serikat.

“Dulu itu merk Jepang belum main, kebanyakan masih merk Amerika dan Eropa. Mungkin ini kenapa Holden dipilih,” terangnya.

Beda dengan taksi modern, lanjut Teguh, Holden Torana belum memiliki power steering dan AC. Sistem hitung ongkos berdasarkan kilometer masih menggunakan alat mekanis yang pada masanya dikenal dengan sebutan Argo Jewer.

“Karena kalau mau dinyalakan harus dijewer,” ternganya.

Teguh melanjutkan, sistem komunikasi Holden Torana masih berbasis radio konvensional. Tak pelak, suara berisik di kabin tidak bisa dihindari. Penumpang saat itu pasti bisa mendengar riuhnya komunikasi campur aduk saat perusahaan dan sopir bertukari nformasi.

“Setelah era ini Blue Bird membenahi sistem komunikasi dengan automated number identification,lalu menjadi digital seperti yang bisa kita lihat di taksi modern, tak lagi berbasis audio, tetapiteks,” paparnya.

Sama seperti mobil Amerika lainnya, Holden dikenal memiliki mesin dengan kapasitas besar. TaksiTorana memiliki mesin 6-silinder segaris 2.834cc dengan sistem pengabutan karburator. Salah satu keunggulannya yaitu torsi sebesar 226,8 Nm yang bisa didapat di putaran 2.000 rpm. Mungkin saja kemacetan di Jakarta saat itu tidak seperti sekarang, tetapi spesifikasi ini relative membantu untuk kondisi stop and go. Kemampuan maksimal Torana mencapai 119 Hp pada 4.400 rpm, cukupfungsional di jalanlurus.

PenampilanTorana ini pun saat ini masih tampak sangar, semua dikembalikan seperti kondisi semula. Logo Blue Bird yang terpampang di bodi samping masih desain lama.  Komponen asli Torana juga tak luput diperhatikan. Hanya ada satu kekurangannya, spion kiri tak bisa ditemukan.

Teguh menambahkan, seluruh rekondisi dilakukan oleh tim bengkel Blue Bird . “Rekondisi total kami lakukan sebelum unit itu diserahkan ke museum untuk memperingati ulang tahun ke-40 Blue Bird pada 2012 lalu,” pungkasnya.

 







Features

test features dev

Selasa, 24 Januari 2017 16:15:00
Editor : | Reporter :

Pempek Kapal Selam
Pempek Kapal Selam

Share this








test features

TEST







Features

Kronologis Perampokan di Pondok Indah

Kamis, 08 September 2016 18:51:30
Editor : Wahyu AH | Reporter : Chandra Purnama

Lokasi perampokan di Pondok Indah
Lokasi perampokan di Pondok Indah

Share this








Teriakan korban dari balkon lantai dua rumah terdengar petugas polisi yang sedang patroli.

KEBAYORAN BARU – Belasan polisi bersenjata lengkap sudah mulai menyusup ke salah satu rumah di Jalan Bukit Hijau IX, Pondok Pinang, Pondok Indah, Jakarta Selatan yang menjadi lokasi perampokan. Puluhan lainnya bersiap siaga menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi.

Polisi bertindak sangat hati-hati. Sebab, pelaku menyandera pemilik rumah. Pelaku juga diketahui membekal senjata api. Sehingga, bisa saja terjadi aksi saling tembak

Suasana di sekitar rumah mantan Bos Exxon Mobil itu, pada Sabtu (3/9/2016) memang cukup mencekam. Jutaan pasang mata yang menyaksikan langsung detik-detik penangkapan pun tak luput dari rasa waswas.

"Keluar cepat, keluar cepat," teriak salah seorang polisi. Hingga dua jam berjalan dari pukul 11.00-13.00 WIB, belum ada tanda-tanda penyelesaian. Polisi masih terus sibuk melakukan koordinasi. Pelaku pun enggan menyerah.

Akhirnya, tepat pukul 14.30 WIB, polisi bertindak tegas. Tiga kali peringatan yang diberikan tidak juga diindahkan. Polisi langsung menyergap pelaku di dalam rumah. Tidak ada korban jiwa.

“Aksi perampokan ini memang direncanakan dengan matang. Mereka sudah menyusun aksinya sejak satu hari sebelumnya,” kata Kasubdit Jatanras Dit Reskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Hendy F Kurniawan, Kamis (8/9/2016).

Awalnya, di kantin RS Qadr, Karawaci, Tanggerang pada Jumat (2/9/2016) sekitar pukul 10.00. Lima pelaku,  AJS, S, R, SAS dan C melakukan pertemuan guna menyusun rencana.  Merampok rumah milik Asep Sulaiman, mantan Wakil Direktur PT Exxon Mobil. Usai pertemuan, mereka transit di Hotel Asri, Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Lalu, sekitar pukul 03.00 WIB, mereka langsung menuju lokasi yang sudah menjadi target menggunakan mobil Toyota Fortuner B 1746 CLP.

AJS dan S langsung masuk ke rumah melompat pagar dengan membawa tas, sedangkan R, SAS dan C menunggu di sekitar mobil sembari memerhatikan keadaan sekitar.

“Sesampainya di dalam rumah, AJS lalu menunggu di dekat ruang fitnes, sedangkan S mengawasi di pos satpam rumah tersebut. Setelah pembantu rumah tangga korban bangun dan membuka ruang fitness, tersangka AJS langsung menyekap menodongkan senjata," sambung Hendy.

Usai itu, AJS langsung mengajak S masuk ke dalam rumah. Keduanya lalu memaksa pembantu mengetok kamar tidur pemilik rumah.

Perampokan di Pondok Indah

Istri Korban Berteriak

Korban saat itu sempat melihat terlebih dahulu lewat jendela. Mengetahui ada orang lain selain pembantunya, dia langsung berteriak ‘maling’. Namun, AJS langsung menodongkan senjata api. Sedangkan S coba mendobrak pintu kamar.

Istri beserta anak korban awalnya bersembunyi di dalam kamar mandi. Tak lama kemudian, mereka segera ke arah balkon rumah dan berteriak minta tolong.

Melihat ada perlawanan dari Asep dan keluarga, AJS naik pitam dan kembali mengancam korbannya. "Dimana keluargamu, suruh kumpul sini. Turuti perintahku, kalau gak saya bunuh seluruh keluargamu," ucap Hendy menirukan perkataan tersangka AJS ke Asep.

Setelah seluruh keluarga dikumpulkan, AJS kemudian memerintahkan seluruh penghuni rumah untuk menyerahkan dompet. Karena takut, istri korban kemudian menyerahkan dompet yang berisi 460 Dollar Australi serta uang Rp 3,3 juta. AJS juga merampas handphone milik korban.

Di tempat terpisah, H, SAS dan C yang menunggu disekitar lokasi kaget bukan kepalang. Teriakan istri korban dari atas balkon, didengar anggota kepolisian yang tengah melintas. Dalam hitungan menit, rumah elit di Pondok Indah tersebut dikepung oleh tim tindak Polda Metro Jaya.

Melihat situasi sudah tak kondusif, sekitar pukul 08.00 WIB, H, SAS dan C lantas pergi menggunakan Toyota Fortuner meninggalkan dua rekannya. Mereka menuju Karawaci, Tanggerang.

Berhasil Kabur

Lalu, sekitar pukul 10.00 WIB, pembantu rumah tangga mendapat kesempatan kabur saat disuruh pelaku memasak mi instant. Dibantu sekuriti yang berjaga di depan rumah, dia melompati pagar dan langsung melaporkan kondisi di dalam rumah kepada para petugas kepolisian.

Usai itu, penjagaan semakin diperketat. Jumlah anggota polisi diperbanyak.

Mengetahui rumah sudah dikepung, kedua tersangka lantas bingung. Barang-barang korban yang sudah berpindah tangan ke AJS dan S disembunyikan.

Tak selang beberapa lama, tim dari Polda Metro Jaya mendobrak masuk rumah Asep dan mengamankan AJS dan S tanpa perlawanan.

Tiga hari kemudian, dua pelaku lainnya H dan SAS berhasil ditangkap. Sedangkan C, masih dalam perburuan. "Motif adalah murni perampokan," pungkas Hendy.







Features

Kekhawatiran Penjual Tanaman Hias di Jalan Bukit Gading Indah

Sabtu, 15 Oktober 2016 10:04:12
Editor : Wahyu AH | Reporter : Muhammad Azzam

Penjual tanaman hias di Jalan Bukit Gading Indah,Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Penjual tanaman hias di Jalan Bukit Gading Indah,Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Share this








Penjual tanaman hias di Jalan Bukit Gading Indah saat ini kerap waswas lapaknya akan digusur.

KELAPA GADING – Sekiranya 21 tahun lalu, jumlah penjual tanaman hias di Jalan Bukit Gading Indah, Kelapa Gading, Jakarta Utara tidak lebih dari 5 lapak. Namun, lambat laun, jumlahnya kian bertambah.

Kini, sudah ada 29 lapak tanaman hias. Keberadaan lapak-lapak ini memanjang hingga sejauh 400 meter di atas trotoar, persis di sisi saluran penghubung.

Faktor penunjangnya tak lain pertumbuhan properti yang kian pesat, baik hunian maupun perkantoran. Terlebih, mayoritas penghuni kawasan Kepala Naga adalah kalangan masyarakat berduit. Yang memiliki dana lebih untuk mempercantik rumah.

“Ya, memang pasarnya jelas.  Jadi, banyak yang ikutan dagang tanaman. Mayoritas orang pasti senang kalau rumahnya asri, banyak tumbuh-tumbuhan,” kata Maman, salah penjual tanaman hias di Jalan Gading Kirana saat ditemui infonitas, Jumat (14/10/2016).

Kendati begitu, Maman tidak mempermasalahkannya. Jumlah penjual yang bertambah justru membuat suasana semakin ramai. Bahkan, mampu menciptakan ciri khas dari suatu wilayah. Saat ini saja, Jalan Bukit Gading Indah kerap disebut sebagai sentra tanaman hias di kawasan Kelapa Gading.

“Dengan ciri khas itu kan tentu dapat menjadi daya tarik bagi pembeli. Bila ingin mencari tanaman dan perlengkapannya, ya di sinilah tempatnya. Kalau cuma satu atau dua penjual, mungkin pembelinya itu-itu saja,” ucap Maman.

Secara omzet pun tidak jadi masalah. Pria asal Cirebon itu mengklaim bisa meraih omzet Rp 10-15 juta per bulan saat ini. “Bahkan, lebih besar kalau ada pesanan jasa dari perusahaan atau pengembang.”

Sebab, tidak hanya tanaman, para penjual juga menawarkan jasa pembuatan dekorasi taman, tebing, rumput, air mancur, Kolam Ikan, Cat Wost, relief, pemupukan, dan taman ala Eropa.

Apalagi, harga harga yang ditawarkan terbilang variatif. Contoh tanaman, untuk tanaman biasa, hanya Rp 15.000-25.000. Sedangkan untuk tanaman seperti bonsai anting putri dan sejenisnya berkisar Rp 500.000 hingga Rp 3 juta. “Kalau jasa, tergantung proses pembuatannya.”

Sebenarnya, yang jadi permasalahan bukanlah menyoal jumlah penjual, tetapi kebijakan pemerintah yang cenderung berubah-ubah.  Bayangkan, pada era Sutiyoso atau Fauzi Bowo, para pedagang tidak merasa waswas.

Namun, sekarang, kebalikannya. Ancaman penggusuran kerap menghantui. Bahkan, semakin santar saat ini. Dalihnya, mengganggu ketertiban umum.

Para pedagang tidak boleh berjualan di atas trotoar. “Jika digusur, mau pindah kemana. Kita sudah taat, sudah dibina, sudah bayar retribusi resmi," kata Lia, pedagang tanaman hias lainnya di lokasi sama.

Sehingga, kesan yang muncul, pemerintah seakan menekan para Pedagang Kaki Lima (PKL). “Jadi, kesannya tuh, para PKL tidak boleh kaya. Jangankan penjual tanaman hias, warteg saja mau dipajakin. Padahal itu usaha kecil,” sahut Lia.

Cecep Suryadi pun berpendapat sama. Tidak perlu digusur. Bila dilihat lokasi, tidak ada yang merasa terganggu. Saat ada pembeli pun, tidak berdampak kemacetan. Kami tertib. Semua lapak juga sudah terdaftar sebagai PKL binaan dan memiliki SIUP. Jadi, bukan illegal. Kami juga bayar  retribusi langsung ke Bank DKI Rp 100 ribu perbulan”

Justru, keberadaan para penjual tanaman hias membuat suasana Jalan Bukit Gading Indah semakin asri. “Ini kan untuk keindahan dan penghijauan juga,” kata  ketua koordinator penjual tanaman hias binaan di Jalan Bukit Gading Raya ini.







Features

Kisah Pelukis Jalanan di Pasar Baru

Rabu, 12 April 2017 16:15:00
Editor : Dany Putra | Reporter : Wildan Kusuma

Lapak pedagang lukisan di Pasar Baru, Jakarta Pusat.
Lapak pedagang lukisan di Pasar Baru, Jakarta Pusat.

Share this








Terbentuk sejak 1987, kumpulan pelukis yang menamai dirinya Kelompok Pelukis Penulis Indah (KPPI) ini mulai membuka lapak seninya di depan kali Pasar Baru.

SAWAH BESAR – Pelukis jalanan yang berada di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat atau tepat berada di sebrang Gedung Kesenian Jakarta, memiliki kisah panjang dalam perjalanannya. Para pelukis yang menuangkan hasil karyanya di atas kanvas ini terkena dengan lukisan karikaturnya. Bahkan, mereka juga menerima jasa penulisan piagam dan sertifikat.

Terbentuk sejak 1987, kumpulan pelukis yang menamai dirinya Kelompok Pelukis Penulis Indah (KPPI) ini mulai membuka lapak seninya di depan kali Pasar Baru, Jakarta Pusat. Dengan alat seadanya para pelukis menggelar lapaknya mengais rejeki. Hanya bermodal terpal dan satu kursi saja, mereka mendirikan tempat usaha lukis yang memajang bingkai berisi lukisan untuk mengais rezeki.

"Dulu kami sering kehujanan, kan kalau lukisan dipajang ukurannya tidak ada yang kecil. Belum lagi barang-barang kami suka ada yang hilang. Ya, tapi kami harus terus buka agar ada pemasukan," ujar Wakil Ketua KPPI Azali kepada infonitas.com di Kios KPPI, Pasar Baru Jakarta Pusat, Rabu (12/4/2017).

Hanya Terima Lukis Foto

Dari awal berdiri, para pelukis yang menggelar lapaknya di pinggir Kali Pasar Baru itu hanya menerima jasa lukis foto langsung saja. Targetnya, para pengunjung yang berwisata di Pasar Baru. Mengingat, Pasar Baru merupakan salah satu tempat bersejarah di Jakarta.

“Kalau dulu kami hanya menawarkan jasa lukis foto saja. Kan waktu itu masih banyak yang datang ke Pasar Baru bukan hanya untuk berbelanja, tapi untuk berwisata,” katanya.

Namun, hal tersebut hanya bertahan kurang lebih 5 tahun mangkal di depan Kali Pasar Baru. Lapak yang sangat kecil, namun diminati banyak orang membuat para pelukis kekurangan tempat. Akhirnya mereka pindah tepat ditikungan yang mengarah ke Lapangan Banteng atau bersebrangan dengan Gedung Kesenian Jakarta.

Mulailah para pelukis merambah ke berbagai macam bisnis, sehingga mereka tidak hanya menjajakan jasa lukis saja. Para pelukis memutuskan menambah jasa penulisan piagam dan sertifkat.

"Sekarang tergantung pemesanannya. Kami sekarang lebih menerima pemesanan-pemesanan, karena orang sudah mencari kami. Biasanya lukisan kami dipesan untuk pernikahan, perpisahan sekolah, dan perusahaan. Lukisannya lebih ke karikatur. Kalau nulis piagam sertifikat juga tergantung pesanannya," tuturnya.

Harga Lukisan

Menurut Azali, harga lukisan berkisar dari Rp 500.000 ribu hingga Rp 5 juta. Sementara untuk harga jasa penulisan piagam sertifikat perlembar dikenakan biaya Rp 10.000. Namun, harga tersebut akan berkurang jika pesanannya lebih dari 20 lembar.

Situasi tersebut juga akhirnya membuat pemerintah daerah Jakarta Pusat melirik mereka. KPPI diberikan kios oleh Pemda Jakarta Pusat pada 1994.

"Sebelumnya kami buat aja tempatnya pakai bambu, pemerintah hanya berikan tempat saja. Ada 30 kios di sini, dan kami membayar retribusi per bulan Rp 120.000 kepada pemerintah. Ya sejauh ini lebih baik ketimbang harus di depan kali," katanya.







Features

Mengenal Lebih Dekat Anies Baswedan

Kamis, 20 April 2017 13:30:00
Editor : Waritsa Asri | Sumber : Dbs

Ilustrasi Anies Baswedan
Ilustrasi Anies Baswedan

Share this








Sosok Anies Baswedan memiliki dedikasi tinggi baik dalam bidang pendidikan dan keterlibatan sebagai anggota tim sukses Joko Widodo, hingga menjadi Menteri Pendidikan.

JAKARTA – Memiliki dedikasi tinggi di bidang pendidikan dan keterlibatan sebagai anggota tim sukses Joko Widodo di pemilu Presiden 2014, , mengirimkan Anies Baswedan ke kursi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Akan tetapi, hal tersebut tak bertahan lama karena Anies terkena perombakan pada Juli 2016 lalu.

Pria kelahiran Kuningan, Jawa Barat, pada tanggal 7 Mei 1969 dari pasangan Rasyid Baswedan, dan Aliyah Rasyid, ini mulai mengenyam bangku pendidikan pada usia lima tahun, di TK Masjid Syuhada. Kemudian usia enam tahun, Anies masuk ke SD Laboratori, Yogyakarta.

Ia pun diterima di SMP Negeri 5 Yogyakarta. Cucu dari Abdurrahman Baswedan itu pun aktif mengikuti Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) di sekolahnya. Anies pernah dijuluki seksi kematian karena tugasnya mengabarkan kematian. Lulus dari SMP, ia meneruskan pendidikan di SMA Negeri 2 Yogyakarta, dan kembali aktif di kegiatan OSIS.

Bahkan, Anies mengikuti kepemimpinan bersama 300 orang ketua OSIS se-Indonesia. Ia pun terpilih menjadi Ketua OSIS se-Indonesia pada 1985.  Dia pun terpilih mengikuti program pertukaran pelajar AFS dan tinggal selama satu tahun di Amerika Serikat. Akibatnya, program ini membuatnya menempuh masa SMA selama empat tahun, yang baru lulus pada 1989.

“Kita ditarik dulu ke belakang kemudian bisa meloncat dengan jauh,” tutur Anies, ketika menggambarkan keterlambatan kelulusannya.

Ia pun masuk ke Universitas Gajah Mada pada 1995, untuk strata satu, dilanjut  S2 di University of Maryland, dan S3  di Nothern Illionis University, pada 2005.

Anies selalu menitikberatkan tiga hal ketika memilih karier,”Apakah secara intelektual dapat tumbuh, apakah dapat menjalankan tangung jawab sebagai kepala keluarga, dan apakah memiliki pengaruh sosial,” ungkapnya.

DP 0  Sebagai Program Kerja

Anies Baswedan yang mengajukan diri sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta, dengan partai pengusung PKS dan Gerindra ini, menjanjikan berbagai macam program kerja. Akan tetapi, ada satu program menarik minat masyarakat.

Suami dari Fery Farhati Ganis ini menjanjikan kemudahan bagi warga DKI Jakarta untuk memiliki rumah dengan down payment / DP nol. Bapak dari empat orang anak itu mengklaim menarik bagi rakyat karena sulitnya menemukan rumah yang terjangkau bahkan di Jakarta. Akan tetapi, program ini mengundang banyak kritik dan diketahui memiliki ketidak konsistenan.

Awalnya Anies mengajukan DP Nol Persen. Namun, dianggap melanggaran aturan Bank Indonesia. Kemudian, ia mengubahnya menjadi DP Nol Rupiah. Bahkan, DP tersebut tidak diketahui  untuk rumah tapak atau rumah susun. Kemudian diralat oleh partnernya, Sandiaga Uno, bahwa program ini mirip dengan rumah susun di Singapura, yaitu pemerintah membangunkan rumah, bukan menjadi fasilitator pembiayaan.

Akan tetapi, ia menegaskan bahwa bank yang akan terlibat dalam membantu rakyat menikmati DP Nol, namun dikritik karena secara total puluhan triliun uang yang dibutuhkan tidak sesuai dengan kekuatan finansial Bank DKI yang digadang akan membantu program ini. 







Features

Satu Dekade, Nenek Lima Cucu Jadi Kartini Kebersihan Ibu Kota

Jumat, 21 April 2017 13:30:00
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Adi Wijaya

Helly, Kartini Kebersihan Ibu Kota Jakarta
Helly, Kartini Kebersihan Ibu Kota Jakarta

Share this








Nenek lima cucu yang bertahan selama satu dekade menjadi Kartini Kebersihan Ibu Kota Jakarta.

KOJA - Tak ada kata lelah bagi Helly (47), seorang nenek lima cucu yang bekerja sebagai penyapu jalanan Ibu Kota. Belum juga mentari keluar dari sarangnya, atau sekitar Pukul 05.00 WIB, perempuan paruh baya ini sudah harus mengayuh sepeda dari kediamannya di Jalan Melati Tugu RT11/09, Kelurahan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara menuju lokasi bertugas.

Rutinitas menyisir sampah di sepanjang Jalan Yos Sudarso hingga Jalan Sulawesi dari Pagi hingga Sore menjadi makanan sehari-hari bagi Helly. Jam kerja yang biasa dilakoninya mulai pukul 05.00 -10.30 WIB. kemudian pukul 13.30 - 16.00 WIB.

Tak terasa, pekerjaan yang dilakukannya setiap hari itu telah menginjak satu dekade. Keterbatasan skill melatarbelakangi perempuan berdarah Jawa Tengah ini terpaksa menjalani pekerjaan ini sejak 2007 silam. Namun, seiring berjalannya waktu, keterpaksaan itu menjadi kebiasaan yang kini tak pernah lagi dikeluhkannya.

"Awalnya memang agak malu. Tapi mau bagaimana lagi? Ini sudah takdir Tuhan," ujar Helly saat ditemui sedang menyapu di Jalan Yos Sudarso, Koja, Jakarta Utara, Jumat (21/4/2017).

Di awal bekerja, Helly dibayar Rp 300 ribu per bulan

Di awal perjalanan kerjanya, Helly mengaku sangat prihatin. Menjadi pasukan orange yang cukup menguras tenaga, dirasa tak sebanding dengan honor yang didapatkannya. Dia hanya mengantongi sebesar Rp 300 ribu setiap bulannya.

"2007 lalu, pekerjaan ini masih diambil alih swasta. Saya bekerja pada PT. Artha Waluya," ungkap perempuan berhijab ini.

Keterpaksaan itu selalu dikuatkannya, mengingat saat itu dia masih harus berjuang membiayai anak keempatnya, Rocky Septiansyah yang kala itu masih berusia tiga tahun.

"Ketiga anak lainnya sudah berkeluarga. Sekarang tinggal Rocky yang masih berumur 15 tahun, masih sekolah kelas 10 SMK," ungkapnya.

Jokowi - Ahok Pahlawan Bagi Helly

Ketekunannya bertahan menjalani pekerjaan sebagai penyapu jalanan pun membuahkan hasil. Honor yang diterimanya kian meningkat. Terutama saat Joko Widodo - Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta pada 2012 lalu.

Sejak Tahun 2013, Istri dari penjahit ini mengalami kenaikan pendapatan karena diangkat sebagai Petugas Harian Lepas (PHL) Dinas Kebersihan Kecamatan Koja. Semula hanya mendapatkan honor Rp 300 ribu meningkat menjadi Rp 2,4 juta per bulan.

"Memang bertahap, awalnya Rp 300 ribu, naik menjadi Rp 600 ribu, lalu Rp. 700 ribu, dan meningkat jadi Rp 1,2 juta. Naik lagi dua kali lipat saat Jokowi - Ahok menjabat Gubernur DKI Jakarta," paparnya.

Tak sampai disitu, dia menerangkan honornya kembali naik menjadi Rp 3,1 juta saat Ahok menjabat Gubernur DKI Jakarta pada 2015 silam. Lalu, seiring kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) pada 2017, kini honornya menjadi Rp 3.350.000,-.

"Kini pekerjaan penyapu jalanan semakin diakui. Enggak diremehkan seperti dahulu," katanya.

Bersih Jadi Tanggung Jawab Hidup

Bekerja di dunia kebersihan menjadikan hidupnya lebih bertanggungjawab. Tak hanya di jalan, namun kebersihan pun dilakukannya ditiap dirinya berada. Termasuk di kediamannya sendiri.

"Mungkin ini kodrat saya sebagai wanita. Harus bisa menjaga kebersihan dimanapun berada," ungkapnya.

Rasa sedih dirasakannya, ketika melihat sejumlah orang atau pengendara kendaraan sengaja membuang sampah di jalan. Padahal, baru saja dirinya menyapu jalan tersebut.

"Sesekali juga saya menasihati mereka agar tak membuang sampah sembarang," ujarnya.

Sementara itu, anak keempatnya Rocky Septiansyah memuji sang ibu yang tak kenal lelah bekerja, meski kini tenaganya tak sekuat dulu. Ibunya tak pernah mengeluh bekerja sepanjang hari. Mengayuh sepeda dari rumahnya menuju lokasi yang menjadi lokasi bertugasnya.

"Ibu itu 'super mom'. Dia bisa membagi waktu untuk keluarga dan tugasnya," tutupnya.

Baca juga : Mei, Siap-siap Jakarta International Bike Week