Features

Mengenal Indah, Pegawai Balai Kota yang Viral Karena Surat Ahok

Jumat, 06 Oktober 2017 14:00:00
Editor : Wahyu AH | Reporter : Yatti Febriningsih

Indah Pujiyanti
Indah Pujiyanti

Share this








Indah sudah bekerja sejak 1995 di Balai Kota DKI Jakarta. Berawal dari staf kebersihan.

JAKARTA - Nama Indah Pujianti mendadak populer lantaran mendapat surat balasan dari mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Dia tidak pernah menyangka. Ternyata mantan bosnya itu masih peduli dan mengenali dirinya.

Indah merupakan Pegawai Harian Lepas (PHL) Biro Umum di Balai Kota DKI Jakarta. Tugasnya adalah menyiapkan menu makanan untuk gubernur. Namun, sejak Ahok terlibat kasus penistaan agama dan harus mendekam di tahanan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, dia tidak pernah lagi berjumpa.

Rasa rindu selaiknya bawahan seketika muncul. Apalagi, Indah cukup mengenal kepribadian Ahok. “Dia (Ahok) cukup tegas. Dia tidak pernah pilah-pilih makanan. Paling sesekali bertanya, ‘Apa menu makan siang hari ini?’.”

Kerinduan itu coba disalurkan Indah lewat surat. "Saya kan suka lihat di Instagram, ah mau ikutan bersurat ah gitu. Terus nyoba-nyoba siapa tahu dibales. Sekaligus, saya ingin ngucapin terimakasih kepada Pak Ahok," tuturnya saat ditemui di Balai Kota DKI, Jumat (6/10/2017).

Pagi Pa...

Bapak apa kabarnya, semoga bapak selalu sehat dlm lindungan Allah. Saya Indah Pa, saya kangen banget sama bapak. Kalau saya rindu Bapak sy selalu buka yutub Pak. Dalam isi surat ini saya ingin mengucapkan trima kasih kepada bapak. Karna bapak sudah banyak menolong dan membantu saya. Saya tidak akan pernah melupakan kebaikan bapak sekali lagi saya ucapkan trima kasih ya pa.. Setiap waktu saya berdoa untuk bapak semoga bapak nanti bisa menjadi pemimpin ibu kota Jakarta lagi aamiin... Pa, sekian surat dari saya, semoga bapak membalas surat ini trima kasih pa ahok..."

Selang dua hari kemudian, tepatnya Kamis (5/10/2017), surat balasan dari Ahok datang. Indah sangat gembira dan tidak pernah menyangka bakal secepat itu.

“Aku waktu itu ngirim hari Selasa minggu ini, dibalasnya hari Kamis," imbuhnya.

"Untuk Indah.

Saya baik-baik di sini. Banyak waktu untuk membaca, menulis, olahraga, dan berdoa. Terima kasih atas doa serta dukungannya kepada saya dan keluarga. Terima kasih atas bantuannya yg selalu menyiapkan makanan dan minuman untuk saya sejak dari wagub sampai selesai tugas saya sebagai gubernur DKI.

Tuhan memberkati dan menolong Indah dan keluarganya."

Baca Juga : Djarot: Ahok Sudah Ikhlas

10 Tahun Mengabdi di Balai Kota

Indah sudah mengabdi di Balai Kota sejak 1995, tepat era Gubernur DKI Jakarta Soerjadi Soedirja. Berawal dari staf kebersihan. “Kemudian, pas Pak Harun Al Rasyid jadi wakil gubernur, itu aku udah mulai melayani menu makanan, serabutan kerja," kenangnya.

Dalam menjalani profesinya, Indah selalu mengucapkan terimakasih langsung saat masa jabatan para bosnya berakhir. Sayangnya, ucapan itu tidak terlontar pada masa Ahok. Indah merasa perpisahan Ahok terasa berbeda dibanding gubernur sebelumnya.

"Iya, yang sebelum-sebelumnya kita kan pasti kadang ada perpisahan, di situlah ngucapinnya. Kalau sekarang kan jauh, Bapaknya jauh. Belum tentu juga bisa ketemu kan, jenguk juga terbatas," katanya.

Padahal, banyak kenangan membekas di hatinya. Semisal, saat mendapat kejutan kue tart dari Ahok. “Masih saya simpen fotonya di Instagram. “Bapak saat itu masih jadi wakil gubernur. Tahun 2013, mungkin masih umur 40 tahun kali ya. Waktu itu ruangannya di sini, yang Pak Djarot isi. Itu juga malem, karena aku kan gak tahu. Abis selesai nyiapin makan malam Bapak, tiba-tiba 'Mbak Indah dipanggil Bapak', tahu-tahunya eh di dalam ada kue tart."

Belum lagi, nasehat-nasehat Ahok. Memang tidak sering, tetapi nasehat itu sangat membekas. “Bapak pernah bilang, ‘Saya bekerja untuk menjadi orang yang baik dan jujur nggak macem-macem udah itu aja’.

“Semoga, Tuhan selalu menjaga Bapak. Semoga bapak sehat selalu kedepannya semakin membaik, dan selalu sabar," imbuh Indah.

Baca Juga : Djarot: Saya, Pak Jokowi, dan Pak Basuki Tak Bisa Dipisahkan