Feature

Mengambil Kesempatan di Momen Lebaran

Senin, 28 Mei 2018 11:45:00
Editor : Ichwan Hasanudin | Reporter : Ade Indra Kusuma

Proses pembuatan kue di DFP Cakes.
Proses pembuatan kue di DFP Cakes.

Share this








Saat Lebaran, DFP Cakes bisa meraup omzet dan keuntungan hingga lebih dari dua kali lipat dari produk yang dijual di hari biasanya.

KEMBANGAN - Salah satu bisnis yang bakal meraup keuntungan saat Lebaran tiba adalah usaha kue atau cakes. Seperti DFP Cakes yang sudah berdiri sejak 2011 yang menjual kue tradisional dan kue modern seperti kue pai dan brownies kukus dengan variasi, dan kue kering serta kripik.

Diakui owner DFP Cakes Dwi Firmansyah menjelang Lebaran biasanya ada peningkatan omzet. “Biasanya (Lebaran) ada peningkatan omzet yang besar karena orang mudik bisa buat oleh-oleh dan lain sebagainya,” katanya.  

Dwi menuturkan Lebaran bisa menjadi ajang meraup keuntungan karena permintaan yang meningkat luar biasanya.

Di hari biasa, jumlah produksi DFP Cakes mencapai 200 loyang, ketika Lebaran tiba, permintaan meningkat dua kali lipat mencapai 400 loyang. “Ada kenaikan omzet dan jumlah produksi dari biasanya,” terangnya.

Bahkan untuk mengambil momen besar ini, Dwi juga membuat beberapa paket Lebaran yang berbeda dari paket biasanya. Pada paket Lebaran ini, DFP Cakes memberikan paket penuh Lebaran hanya dengan harga Rp 200 ribu.

Selain itu, produk Lebaran lainnya adalah kue-kue seperti nastar, kue keju dan kastangel dan lain-lain. “Selama puasa atau Lebaran, ada peningkatan penjualan produk kue lebaran bisa sampai 400 kotak. Itu lebih dari 100 persen lebih peningkatannya,” jelas Dwi.

Meski ada momen peak season seperti Lebaran ini, Dwi juga mengakui adanya gambatan pasang surut dalam mennjalankan usaha mulai dari karyawan, permodalan, distribusi, dan persaingan usaha.

“Alhamdulillah sekarang ada OK OCE sebagai fasilitator para UKM untuk naik kelas dan saya sebagai humas OKE OCE bisa ajak UKM lain untuk berkembang,” senyum Dwi.

Soal keamanan produk, Dwi sudah mempersiapkan dengan mendaftarkannya sebagai produk yang tersertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Dirinya yakin dengan standart operating procedure (SOP) yang baik, mempertahankan mutu rasa dan kualitas produk bisa membawa usaha ini berkembang lebih maju. “Harga jual mulai dari Rp 2.000 per pieces sampai Rp 1 juta,” ucap Dwi.