Feature

Mendorong Tumbuh Kembang Usaha Kecil dan Menengah

Senin, 28 Mei 2018 11:15:00
Editor : Ichwan Hasanudin | Reporter : Ade Indra Kusuma

Produk UKM
Produk UKM

Share this








Salah satu upaya menumbuhkan usaha kecil dan menengah (UKM) gencar dilakukan oleh Pemerintah Provinsi dengan Program OK OCE.

KEMBANGAN - Usaha Kecil dan Menengah (UKM) punya peran penting dalam pertumbuhan ekonomi wilayah dan masyarakat. Maka tak heran bila pemerintah pusat maupun daerah terus berupaya mengembangkan UKM.

Salah satu yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta adalah menggandeng pelaku UKM atau pengusaha baru untuk masuk dalam program One Kecamatan One Central Enterpreneurship (OK OCE).

Pada awal digulirkan, target program ini diharapkan bisa merangkul sekitar 50.000 pelaku usaha kecil menengah (UKM).

Sepertinya target itu bisa tercapai mengingat hingga Mei 2018 ini, jumlah pelaku UKM yang sudah terdaftar dalam program OK OCE sudah mencapai 32.385 orang.

“Belum sembilan bulan sudah mencapai 75 persen. Jadi tahun pertama targetnya pasti kita pecahkan,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.

Namun, jika angka itu dibandingkan dengan hasil Sensus Ekonomi 2016 lalu, target yang diharapkan itu belum mampu menyerap 50 persen jumlah pelaku UKM di Jakarta.

Berdasarkan data Sensus Ekonomi 2016, jumlah usaha kecil dan menengah di Jakarta sebesar 1.154.792 UKM. Jumlah itu tersebar di 5 pemerintah kota dan satu kabupaten di Jakarta.

Jakarta Barat merupakan kota administrasi yang memiliki jumlah usaha terbesar yaitu 306.129 usaha atau mencapai 26,06 persen. Selanjutnya diikuti oleh Jakarta Timur sebesar 254.116 (21,59 persen) dan Jakarta Selatan sebanyak 224.723 (20,05 persen).

Sementara Jakarta Utara dan Jakarta Pusat jumlahnya masing-masing 217.821 (18,81 persen) dan 148.261 (13,18 persen). Sedangkan jumlah usaha yang paling sedikit adalah Kabupaten Kepulauan Seribu yaitu sebesar 3.773 usaha atau hanya sebesar 0,31 persen.

Salah satu wilayah di Jakarta Barat yang gencar menumbukan UKM adalah Kecamatan Kembangan. Menurut Camat Kembangan Agus Ramdani, saat ini jumlah UKM sudah mencapai 800 unit usaha.

“Kita targetkan ada 1.000 (unit usaha), tapi sekarang sudah ada 800 ini tentu sangat luar biasa bagi hitungan sebuah kecamatan,” tuturnya.

Pria ramah ini menilai keberhasilan ini berkat kerja sama antara kecamatan dan seluruh pelaku UKM di Kembangan.

"Pelatihan dan sosialisasi kita selalu gencarkan kepada seluruh pelaku UKM agar bisnis mereka juga makin maju," kata Agus.

Pelaku UKM, diberikan fasilitas berjualan dengan apa saja. Misalnya melalui online dan offline di pasar, rumah atau RPTRA.

Hal ini agar para pengusaha kecil dan menengah juga bisa menjadi sukses dengan hemat serta jalannya sendiri.
Hanya saja, Agus menyayangkan banyak masyarakat dan pelaku bisnis UKM yang maju mundur. Sehingga usaha mereka kadang berhenti di tengah jalan.

"Kita harus kembangkan apa instruksi Gubernur untuk maju lewat UKM. Maka jangan sampai ada yang mundur lagi," tukasnya.

Salah satu yang memanfaatkan keberadaan RPTRA sebagai Hanana Ice Cream. UKM ini merupakan salah satu pelaku bisnis yang masuk dalam program OK OCE.

Meskipun merintis usaha sejak 2016 lalu, namun sejak bergabung dengan program OK OCE, usaha ini lebih fokus dalam pengembangan ice cream pada 2017.

“Saya memulai usaha Hanana Ice Cream sekitar tahun 2016 dengan awal coba-coba setelah bergabung dengan OK OCE,” kata Edi Santoso, owner Hanana Ice Cream.

Diakui Edi, usahanya dikembangkan tidak hanya melalui media mulai dari sosmed dan internet, tapi telah mengenalkan skema keagenan.

“Bahkan, sekarang sudah bekerja sama dengan beberapa RPTRA di antaranya RPTRA Wijaya kusuma,” ucapnya.