Features

Menakar Kebutuhan Hotel di Serpong

Kamis, 07 Desember 2017 14:30:00
Editor : Galih Pratama | Reporter : Alfi Dinilhaq

Tipe kamar yang disediakan di Hotel Santika BSD.
Tipe kamar yang disediakan di Hotel Santika BSD.

Share this








Tingginya aktivitas bisnis di kawasan Serpong dan sekitarnya jadi salah satu faktor makin tingginya kebutuhan akan hunian hotel.

SERPONG - Pertumbuhan hotel di kawasan Serpong dan sekitarnya bisa dibilang cukup menggeliat. Setiap tahunnya, selalu ada saja hotel baru, baik hotel berbintang ataupun budget yang meramaikan peta persaingan bisnis hotel.

Berdasarkan data Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia Kota Tangerang Selatan, pada 2016 lalu tercatat ada 20 hotel yang berdiri di kawasan ini. Di tahun ini, terbaru ada Amaris Hotel Serpong. Nantinya, akan ada juga Swiss-belhotel yang siap beroperasi.

Ya, kehadiran mereka memang tak lepas dari kebutuhan hotel di Serpong yang semakin tinggi. Beberapa hotel yang telah lama berdiri pun merasakan peningkatannya. Hotel Santika BSD contohnya.

Menurut Riama Susanti, Sales & Marketing Manager Hotel Santika BSD City, “Meski hotel makin banyak berdiri, tetap kita mampu merebut pasar. Bahkan ada peningkatan jumlah tamu dari tahun sebelumnya,” katanya beberapa waktu lalu kepada Infonitas.com.

Selain aktivitas bisnis, kata Santi, kehadiran Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD juga menjadi faktor pendorong permintaan hotel di Serpong.

“Kehadiran ICE BSD membuat kompetisi hotel di sini lebih luar biasa. ICE punya dampak signifikan terhadap okupasi kami. Setelah ada ICE, okupasi naik 40 persen. Sebab, banyak event besar setingkat nasional dan internasional. Pesertanya mencari hotel untuk akomodasi,” ungkapnya.

Dilihat dari okupasi per bulannya, Hotel Santika BSD yang terdiri dari 150 kamar ini mampu mencetak okupasi 90 persen. “Penyumbang terbesar okupasinya dari sektor atau aktivitas bisnis,” ujarnya.

Sama halnya dengan Santika Hotel BSD, Amaris Hotel Serpong yang baru berdiri awal tahun lalu juga membidik segmen corporate di kawasan Serpong dan sekitarnya.

Menurut Hotel Manager Amaris Hotel Serpong M. Hanafiah, “Penyumbang okupasi terbesar kami adalah corporate. Okupasi kami sudah di level 75 persen,” katanya.

Menurutnya, banyak berdiri perkantoran di kawasan ini berdampak pada pertumbuhan bisnis hotel di area ini. Jangan heran bila kebutuhan hotel makin tinggi. Sedangkan dari segi persaingan bisnis pun, Hanafiah menilai, persaingan bisnis ini memang makin ketat, tapi masih dalam batas wajar.

“Saat ini masih dalam toleransi wajar. Belum terlihat adanya persaingan ke level bawah untuk kategori masing-masing hotel,” ungkapnya.

Amaris Hotel Serpong yang terletak di Jalan Raya Serpong ini mengusung konsep Bed and Breakfast. Hotel bintang ini, menyediakan 102 kamar dengan berapa pilihan tipe.

Bergeser ke Hotel Aryaduta Lippo Village, hotel ini tiap tahunnya juga merasakan peningkatan jumlah tamu yang datang. Menurut Sumiyati Director of Sales Hotel Aryaduta Lippo Village, tahun lalu di hotelnya mampu mencetak okupasi 73 persen. Sedangkan okupasi tahun ini sudah mencapai 79 persen.

“Ada peningkatan 6 persen dari tahun sebelumnya. Sedangkan okupasi per bulannya, rata-rata 83 persen,” ungkapnya.

Hotel Aryaduta Lippo Village mengusung konsep businnes and leisure. Tamunya memang didominasi para pebisnis dari perusahaan ternama yang berasal dari berbagai daerah. Selain Tangerang, ada juga dari Karawang, Cilegon, Serang, dan lainnya.

“Kebanyakan long stay di sini. Kalau lagi ada proyek besar, para pebisnis itu bisa nginap 1 bulan atau bahkan lebih,” katanya.

Hotel Aryaduta Lippo Village sendiri menyediakan 188 kamar. Pilihan kamarnya tersebut sangat bergam, ada deluxe room, villa deluxe, signature room, business suite dan lainnya. Sedangkan range harga untuk menginap di sini mulai dari Rp 825 ribu.

Pintar Atur Strategi Pemasaran

Kebutuhan hotel di kawasan Serpong dan sekitarnya memang cukup tinggi. Namun bukan berarti hotel-hotel yang berada di kawasan ini terlena. Mereka juga dituntut untuk mengatur strategi untuk merebut pasar.

Salah satu yang kerap dilakukan sebagian hotel adalah menjaga hubungan baik dengan pelanggan. Seperti Hotel Aryaduta Lippo Village, mereka kerap kali melakukan kunjungan ke perusahaan yang pernah menggunakan jasa hotel ini.

“Cara ini untuk menjaga hubungan kita dengan klein,” kata Sumiyati, Director of Sales Hotel Aryaduta Lippo Village.

Tak hanya sekadar berkunjung, lanjutnya, pihaknya juga memberikan kejutan-kejutan menarik bagi pelanggannya. “Misalnya coffee break surprise di perusahaan yang kita kunjungi. Kami ingin membuat beda, agar perusahaan ingat dengan hotel kami,” tambahnya.

Menurutnya, ada 100 perusahaan lebih yang telah menjalin kerja sama dengan Hotel Aryaduta Lippo Village. Kunjugan pelanggan tersebut sudah terjadwal dengan baik.

“Dalam seminggu, ada tiga kunjungan klien. Cara ini memiliki dampak yang sangat signifikan untuk mendatangkan tamu datang lagi ke hotel,” katanya.

Pun demikian yang dilakukan oleh Hotel Santika BSD. Selain memberikan pelayanan servis yang terbaik, hotel bintang 3 ini juga selalu menjaga hubungan baik dengan pelanggannya. Caranya pun sama Hotel Aryaduta, yakni berkunjung ke perusahaan yang telah bekerja sama dengan hotelnya.

“Penting sekali menjaga hubungan dan berkunjung ke klien kita. Visit klien bertujuan mengetahui kebutuhan pelanggan seperti apa. Terlebih, klien kami 70 persennya adalah perusahaan,” kata Riama Susanti, Sales & Marketing Hotel Santika BSD.

Selain menjaga hubungan baik pelanggan, satu hal penting yang tak boleh dilupakan adalah kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Hal tersebut dikatakan oleh Hotel Manager Amaris Hotel Serpong M. Hanafiah.

“Strategis bisnis merebut pasar harus diimbangi kualitas SDM. Makanya, kami selalu menggelar training secara berkesinambungan. Karena pelayanan adalah hal penting di dunia hospitalty,” katanya.