Features

Menakar Ceruk Bisnis Kuliner di Kelapa Gading

Jumat, 12 Mei 2017 13:00:00
Editor : Ivan | Reporter : Muhammad Azzam

Ilustrasi - bisnis kuliner
Ilustrasi - bisnis kuliner

Share this








Predikat Kelapa Gading sebagai salah satu CBD di Jakarta membuat para investor di bidang kuliner tertarik untuk datang dan membuka usaha.

KELAPA GADING - Kawasan Kelapa Gading menjadi salah satu pusat kegiatan bisnis di Jakarta. Kehadiran beragam layanan dan fasilitas semakin menambah daya tarik kawasan ini di mata para investor. Hal inilah yang kemudian membuat kegiatan bisnis di Kelapa Gading semakin besar dari-hari ke hari.

Masifnya aktivitas bisnis di Kelapa Gading bisa dilihat dari berbagai sektor, salah satunya adalah sektor kuliner. Bisnis ini berkembang bak jamur di musim hujan. Hampir setiap hari, selalu ada restoran atau rumah makan yang baru dibuka.

Kendati demikian, kondisi ini tidak membuat para pelaku bisnis cemas akan persaingan usaha. Mereka tetap jalan di koridornya masing-masing dengan cara menghadirkan beragam inovasi baru. Hingga akhirnya, para pelaku bisnis ini meramaikan industri dan menambah keberagaman kuliner yang ada di Kelapa Gading.

Joy Oentoro, Direktur Eat Street ini bilang bahwa secara lokasi, Kelapa Gading menjadi wilayah yang potensial untuk pengembangan bisnis kuliner di Jakarta Utara.

"Saya lihat Kepala Gading potensinya besar. Warga Jakarta Utara (secara keseluruhan) yang mencari jajan kuliner umumnya berkunjung ke Kelapa Gading. Sebab memang di sini (kelapa Gading) lengkap, tidak perlu jauh-jauh ke Jakarta Selatan. Bahkan (warga) dari luar Jakarta Utara saja mereka datang (ke Kelapa Gading). Karena ya itu tadi, banyak pilihan dan lengkap," ungkapnya.

Melihat kesempatan dan pangsa pasar kuliner yang besar di Kelapa Gading, Joy memutuskan untuk ikut berkompetisi. Ia membuka food court berkonsep Urbanlife Style di Mall Artha Gading (MAG), Kelapa Gading, Jakarta Utara. Food court dinilai sebagai pilihan tepat karena menawarkan beragam kuliner.

"Kita lihat kesempatan itu, lalu kita buat dengan konsep yang berbeda agar tidak serupa dengan kuliner yang lainnya. Terlebih untuk di MAG ini kan family mall, jadi supaya anak mudanya juga tertarik, saya mengusung konsepnya urban life style. Kendati demikian, kita tetap jaga kualitas rasa, pelayanan, dan ciri khas kita agar tetap eksis," tuturnya.

 

Potensial untuk Ekspansi Usaha

Potensi pasar kuliner di Kelapa Gading yang cukup besar juga ditangkap Ferry Dafira, salah satu pendiri Kincir Kaaramel Juice Group. Maka itu, ia bersama kelima rekannya memutuskan untuk ekspansi ke kawasan ini.

"Kita musyawarah dan Kita pilih lokasi di Kelapa Gading. Hal ini dilakukan setelah Kita melihat pangsa pasarnya. Dan memang untuk di Jakarta Utara, dari data Zomato, Kelapa Gading jadi tempat kuliner yang paling sering di datangi. Kita lihat data dari Zomato ada 950 lebih kuliner di Kelapa Gading. Oleh karenanya, ini jadi tantangan berat namun itulah kesempatan kita,"tuturnya.

Sebelumnya, Kincir Kaaramel Juice Group sukses mengembangkan usaha Kaaramel Juice diberbagai lokasi, termasuk di Batavia Market Kota Tua. Kendati demikian, Ferry dan rekan-rekannya merasa ada yang beda dengan pasar kuliner di Kelapa Gading. Mereka menilai kawasan ini dihuni oleh keluarga besar yang terdiri dari beberapa generasi. Makanya, mereka menganggap daya beli masyarakat di sini lebih baik dan berani. Tidak seperti kawasan lain yang dihuni oleh keluarga muda sehingga daya belinya masih terbatas.

"Mungkin kalau di Serpong atau wilayah lain tidak bisa seramai ini. Terlihat pengunjung Kincir sangat antusias, karena memang menjadi tempat ngumpul yang cocok banget untuk mereka, baik (orang) tua sampai muda," pungkasnya.







Features

Menakar Ceruk Bisnis Kuliner di Kelapa Gading

Jumat, 12 Mei 2017 13:00:00
Editor : Ivan | Reporter : Muhammad Azzam

Ilustrasi - bisnis kuliner
Ilustrasi - bisnis kuliner

Share this








Predikat Kelapa Gading sebagai salah satu CBD di Jakarta membuat para investor di bidang kuliner tertarik untuk datang dan membuka usaha.

KELAPA GADING - Kawasan Kelapa Gading menjadi salah satu pusat kegiatan bisnis di Jakarta. Kehadiran beragam layanan dan fasilitas semakin menambah daya tarik kawasan ini di mata para investor. Hal inilah yang kemudian membuat kegiatan bisnis di Kelapa Gading semakin besar dari-hari ke hari.

Masifnya aktivitas bisnis di Kelapa Gading bisa dilihat dari berbagai sektor, salah satunya adalah sektor kuliner. Bisnis ini berkembang bak jamur di musim hujan. Hampir setiap hari, selalu ada restoran atau rumah makan yang baru dibuka.

Kendati demikian, kondisi ini tidak membuat para pelaku bisnis cemas akan persaingan usaha. Mereka tetap jalan di koridornya masing-masing dengan cara menghadirkan beragam inovasi baru. Hingga akhirnya, para pelaku bisnis ini meramaikan industri dan menambah keberagaman kuliner yang ada di Kelapa Gading.

Joy Oentoro, Direktur Eat Street ini bilang bahwa secara lokasi, Kelapa Gading menjadi wilayah yang potensial untuk pengembangan bisnis kuliner di Jakarta Utara.

"Saya lihat Kepala Gading potensinya besar. Warga Jakarta Utara (secara keseluruhan) yang mencari jajan kuliner umumnya berkunjung ke Kelapa Gading. Sebab memang di sini (kelapa Gading) lengkap, tidak perlu jauh-jauh ke Jakarta Selatan. Bahkan (warga) dari luar Jakarta Utara saja mereka datang (ke Kelapa Gading). Karena ya itu tadi, banyak pilihan dan lengkap," ungkapnya.

Melihat kesempatan dan pangsa pasar kuliner yang besar di Kelapa Gading, Joy memutuskan untuk ikut berkompetisi. Ia membuka food court berkonsep Urbanlife Style di Mall Artha Gading (MAG), Kelapa Gading, Jakarta Utara. Food court dinilai sebagai pilihan tepat karena menawarkan beragam kuliner.

"Kita lihat kesempatan itu, lalu kita buat dengan konsep yang berbeda agar tidak serupa dengan kuliner yang lainnya. Terlebih untuk di MAG ini kan family mall, jadi supaya anak mudanya juga tertarik, saya mengusung konsepnya urban life style. Kendati demikian, kita tetap jaga kualitas rasa, pelayanan, dan ciri khas kita agar tetap eksis," tuturnya.

 

Potensial untuk Ekspansi Usaha

Potensi pasar kuliner di Kelapa Gading yang cukup besar juga ditangkap Ferry Dafira, salah satu pendiri Kincir Kaaramel Juice Group. Maka itu, ia bersama kelima rekannya memutuskan untuk ekspansi ke kawasan ini.

"Kita musyawarah dan Kita pilih lokasi di Kelapa Gading. Hal ini dilakukan setelah Kita melihat pangsa pasarnya. Dan memang untuk di Jakarta Utara, dari data Zomato, Kelapa Gading jadi tempat kuliner yang paling sering di datangi. Kita lihat data dari Zomato ada 950 lebih kuliner di Kelapa Gading. Oleh karenanya, ini jadi tantangan berat namun itulah kesempatan kita,"tuturnya.

Sebelumnya, Kincir Kaaramel Juice Group sukses mengembangkan usaha Kaaramel Juice diberbagai lokasi, termasuk di Batavia Market Kota Tua. Kendati demikian, Ferry dan rekan-rekannya merasa ada yang beda dengan pasar kuliner di Kelapa Gading. Mereka menilai kawasan ini dihuni oleh keluarga besar yang terdiri dari beberapa generasi. Makanya, mereka menganggap daya beli masyarakat di sini lebih baik dan berani. Tidak seperti kawasan lain yang dihuni oleh keluarga muda sehingga daya belinya masih terbatas.

"Mungkin kalau di Serpong atau wilayah lain tidak bisa seramai ini. Terlihat pengunjung Kincir sangat antusias, karena memang menjadi tempat ngumpul yang cocok banget untuk mereka, baik (orang) tua sampai muda," pungkasnya.