Kamis, 01 November 2018 18:00:00
Editor : Muhamad Ibrahim | Reporter : Muhamad Ibrahim
Museum MH Thamrin
Museum MH Thamrin
Foto : Muhamad Ibrahim
 

JAKARTA -  Napak tilas manajemen Archipelago International bersama awak media, pada 31 Oktober 2018 menambah rasa nasionalisme terhadap Tanah Air. Dipandu tour guide dari Jakarta Good Guide, Infonitas.com berkesempatan mengunjungi tiga museum bersejarah.

1. Museum MH Thamrin

Gedung Museum MH Thamrin dahulu digunakan sebagai tempat Kongres Partai Nasional Indonesia pada 1928, Kongres Persatuan Arab Indonesia pada 1935, Kongres Gabungan Partai Indonesia pada 1939, serta sebagai tempat pendidikan perguruan rakyat.

Museum ini memiliki koleksi foto reproduksi, radio dan barang-barang peninggalan MH Thamrin, serta kepustakaan tentang kiprah perjuangan Mohammad Hoesni Thamrin dalam Pergerakan Nasional Indonesia.

2. Museum Sumpah Pemuda

Merupakan tempat bersejarah dimana Sumpah Pemuda dibacakan pada 28 Oktober 1928. Bangunan ini awalnya disebut sebagai gedung Kramat 106 yang pernah menjadi markas Perhimpunan Pelajar-pelajar Indonesia (PPPI) sejak tahun 1926.

Saking sering dipakai kegiatan pemuda yang sifatnya nasional, para penghuni menamakan gedung ini Indonesische Clubhuis atau tempat resmi pertemuan pemuda nasional sejak 1927.

Kini, Museum Sumpah Pemuda memiliki sekitar 2.867 koleksi yang bisa disaksikan oleh masyarakat umum. 

3. Museum Hari Kebangkitan Nasional

Sebuah gedung yang dibangun sebagai monumen tempat lahir dan berkembangnya kesadaran nasional dan juga ditemukannya organisasi pergerakan modern pertama kali dengan nama Boedi Oetomo.

Sebelum menjadi museum, bangunan ini dahulunya adalah sekolah kedokteran yang didirikan oleh Belanda dengan nama School tot Opleiding van Inlandsche Artsen disingkat STOVIA atau Sekolah Dokter Bumiputra.

Saat ini, terdapat beberapa yayasan di dalamnya, mulai dari Yayasan Pembela Tanah Air, Yayasan Perintis Kemerdekaan, Lembaga Perpustakaan Dokumentasi Indonesia, dan Yayasan Idayu. Oleh karena itu untuk mempersatukan semua ruangan maka diberikan nama Museum Kebangkitan Nasional. 

Baca Juga

Berikan Komentar Anda