Minggu, 25 November 2018 10:15:00
Editor : Fauzi | Reporter : Leny Kurniawati
Kopi Baris
Kopi Baris
Foto : Leny Kurniawati
 

BEKASI – Bisnis kedai kopi bukan baru baru di Indonesia, apalagi jika dibilang mengekor kesuksesan bisnis kedai kopi franchise dari luar negeri. Ya, lebih dari empat abad lalu, kedai kopi sudah hadir di Indonesia, tepatnya sejak Pemerintahan Kolonialisme Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) mengimpor biji kopi Yemen atau Arabica dari India pada tahun 1969.

Sejak saat ini, beragam kedai kopi didirikan di Indonesia. Salah satunya yang terkenal dan bertahan hingga saat ini sebagai salah satu kedai kopi tertua dan legendaris di Indonesia adalah Koffie Warung Tinggi yang terletak di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat. Kedai kopi ini dulunya bernama Tek Sun Ho yang didirikan oleh Liaw Tek Soen pada tahun… 1878 atau kini sudah berusia 140 tahun. Sukses bertahan hingga generasi kelima, Koffie Warung Tinggi kini juga mengekspor biji kopi ke Amerika Serikat dan Jepang.

Kegemaran menyeruput kopi kini sudah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup dan status sosial masyarakat moderen, termasuk bagi para generasi muda kalangan milenial. Tak pelak, kini kedai kopi menjadi bisnis yang menjanjikan di berbagai wilayah, termasuk di Kota Bekasi. Owner Dailio Specialty Coffee Farid Aziz menuturkan, Kota Bekasi memilik peluang bisnis kedai kopi yang tergolong bagus.

“Marketnya sudah siap dan terbiasa dengan produk-produk kedai kopi. Size marketnya cukup besar dan tren minum kopi juga sedang bagus-bagusnya, mulai banyak orang yang beralih dari kopi instan atau sachet ke kopi fresh. Buying power market Bekasi juga sudah bagus, mendekati Jakarta, karena terbiasa dengan harga kopi di retail besar. Dan, kebutuhan pasar terbesar saat ini (generasi milenial) akan tempat nongkrong, bisa dimanfaatkan bisnis ini juga,” jelas Farid.

Maksimalisasi Potensi

Lebih jauh Farid menuturkan, kendati pertumbuhan bisnis kedai kopi di Kota Bekasi sangat pesat, namun persaingan bisnis yang ada saat ini menurutnya masih sehat lantaran terbaginya kelas-kelas kedai kopi secara merata, masing-masing memiliki value berbeda yang ditawarkan. “Jadi daya saingnya bukan hanya produk F&B-nya saja,” tandas Farid.

Sementara itu, Owner Typicali Coffee Tata Lukmanika menuturkan, potensi bisnis kopi di Kota Bekasi harus diikuti startegi bisnis yang bisa memaksimalkan potensi yang ada, tanpa meninggalkan unsur edukasi dan budaya minum kopi itu sendiri. Sebab, saat ini karakteristik konsumen kopi di Kota Bekasi mulai banyak yang benar-benar penikmat kopi, bukan hanya sekadar lifestyle.

“Menurut saya, yang harus dimaksimalkan adalah, banyaknya kedai kopi saat ini diikuti dengan karakteristik kedai yang berbeda-beda yang ditawarkan kepada konsumen. Selain memanjakan konsumen, ini juga memperkaya karakter kedai kopi di Kota Bekasi. Selain, masih banyak yang perlu dioptimalkan dari bisnis ini. Misal yang belum maksimalkan itu penyedia jasa roasting kopi,” terangnya.

Meski demikian, para pelaku bisnis kedai kopi di Kota Bekasi juga memiliki keunggulan yang menjadi ciri khas, namun tetap perlu terus dikembangkan untuk mengembangkan potensi bisnis yang ada, yakni kopi lokal. Richard dari Kedai Kopi Ngopiisme menuturkan, pengelola dan konsumen kedai kopi di Kota Bekasi kian menggemari kopi lokal dan terus melakukan eksplorasi.

“Indonesia bisa dibilang surganya kopi. Ini yang menjadi potensi bisnis kedai kopi di Indonesia, termasuk di Kota Bekasi yang tidak dimiliki negara lain. Hitungan kasarnya, Indonesia memiliki 34 provinsi. Setiap provinsi itu terbagi lagi menjadi beberapa wilayah. Nah dari satu wilayah tersebut, paling tidak ada 4 varian kopi berbeda. Jadi sangat kaya sekali jenis kopi di Indonesia. Ini menjadi potensi bisnis kedai kopi yang hanya ada di negeri ini,” tuturnya.

Terakhir, sebagai salah satu kota di Indonesia yang memiliki lebih dari seribu komunitas, pelaku bisnis kedai kopi pun memiliki potensi pasar dari komunitas-komunitas yang ada di Kota Patriot. “Kedai kopi saat ini bukan sekadar tempat kongko saja, namun juga tempat bersilaturahim. Keakraban dan kekeluargaan menjadi benefit tersendiri bagi kedai kopi. Tentunya, pasar komunitas juga perlu digarap para pelaku bisnis kedai kopi,” singkat Muhamad Kurniawan dari Kopi Baris. 

Baca Juga

Berikan Komentar Anda