Rabu, 31 Oktober 2018 10:45:00
Editor : Fauzi | Reporter : Leny Kurniawati
Ilustrasi Bisnis Restoran Hotel
Ilustrasi Bisnis Restoran Hotel
Foto : Dwi Prastyo
 

BEKASI – Seiring dengan perkembangan zaman, restoran hotel saat ini tidak lagi menjadi ‘monopoli’ tamu hotel, atau sekadar pendukung roda bisnis hotel itu sendiri. Kini, restoran hotel sudah berkembang menjadi komoditi bisnis kuliner yang potensinya kian disadari pengelola hotel.

Selain rutin mengadakan beragam event, restoran hotel saat ini juga sering mengundang koki profesional ternama hingga koki selebritas, hingga menyewa jasa desain interior spesialis restoran, guna menjadi restoran terbaik.

Contoh terkenal dari transformasi restoran hotel bisa dilihat dari Arc de Triomphe yang terletak di Sofitel Paris, Prancis. Dua tahun setelah didirikan, restoran yang memposisikan diri sebagai resto gastronomi ini mampu melakukan ­rebranding  dan bersalin nama menjadi Les Cocottes. Menariknya lagi, resto ini mampu menarik banyak konsumen, terutama saat makan siang, dimana 70 persen tamu restoran saat makan siang, justru bukan dari tamu hotel.

“Pendapatan kamar hotel saat ini hanya 70 persen – 80 persen dan restoran hanya 20 persen – 30 persen. Dengan memanfaatkan lebih restoran, hotel bisa mendapatkan pemasukan berlebih. Apalagi ketika okupansi hotel stagnan dan persaingan kian ketat,” ujar Vice President Food & Beverage Development JW Marriott Europe (Marriott International) Jeremy Dodson.

Ragam Strategi

Di Tanah Air, pelaku bisnis hotel pun mulai menyadari pentingnya untuk memaksimalkan restoran yang mereka miliki, untuk menjadi unit bisnis yang bisa berjalan beriringan, bukan sekadar pendukung. Tak terkecuali para pelaku bisnis hotel di Kota Bekasi. Tak pelak, saat ini restoran hotel tidak lagi hanya menjadi ‘milik’ tamu hotel, namun terbuka untuk  orang luar.

Manager F&B Harris Hotel & Conventions Bekasi Aldi mengatakan, persaingan bisnis restoran hotel di Kota Bekasi sangat ketat, lantaran dinamisnya market Bekasi saat ini. Menurutnya, hal ini bisa dilihat dari saat ada restoran baru dibuka, menawarkan menu atau atmosfer baru, pasti akan dicari orang.

“Cara untuk mempertahanan tamu atau loyalitas pelanggan misalnya dengan memiliki kualitas yang bagus hingga harga kompetitif. Atau bisa juga dengan membuat tempat yang memiliki atmosfer serta suasana yang  membuat tamu nyaman, elegan tapi tidak formil,” jelasnya.

Bicara mengenai bisnis kuliner di hotel, tidak melulu harus restoran. Belakangan, pelaku bisnis hotel juga mengembangkan konsep lounge, tempat untuk menikmati camilan ringan, sambil menyeruput kopi atai cokelat panas. Ada juga lounge yang menawarkan fasilita untuk menikmati wine dan cigar.

Ini konsep yang coba ditawarkan oleh Nirwana Sky Lounge Hotel Santika Premiere Kota Harapan Indah. Terletak di roof top lantai 11, lounge ini menawarkan konsep yang romantis dan nyaman, terlebih pada malam hari yang menghadrikan suasa candle light. “Selain menawarkan konsep bersantap yang romantis dan nyaman di ketinggian, kami juga memiliki menu makanan unggulan. Selai itu, sesuai dengan tren saat ini, Nirwana Sky Lounge yang dulunya hanya untuk tamu hotel, kita juga terbuka untuk tamu umum dari luar hotel,” singkat Food & Beverage Manager Hotel Santika Premiere Kota Harapan Indah Bekasi Yohanes Heru Sulistyo.

Satu hal yang perlu diingat para pengelola bisnis kuliner restoran hotel, kuliner menempati posisi pertama subsektor usaha ekonomi kreatif yang mengalami pertumbuhan pesar. Dan, tren kompetisi antara kuliner Nusantara dengan kuliner asing kian ketat. Di beberapa daerah, kuliner Nusantara justru mengungguli dan dicari dibanding kuliner asing.

‘Peningkatan tren bisnis kuliner lokal merupakan dampak dari penetrasi internet yang cukup tinggi di kalangan generasi milenial, serta maraknya iklan kuliner lokasi di media massa,” ujar Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran II Regional IV Kementerian Pariwisata Rizki Handayani.

Apapun konsep menu, layanan, hingga atmosfer yang ditawarkan restoran hotel, para pengelola hotel meyakini, bisnis kuliner sangat potensial untuk dikembangkan dalam mendukung bisnis dan pendapatan hotel secara keseluruhan.

Baca Juga

Berikan Komentar Anda