Features

Kepuasan Konsumen Motto Utama Penyedia Jasa Desain Interior

Rabu, 08 November 2017 15:00:00
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Muhammad Azzam

Konsep desain dari Cipta Graha
Konsep desain dari Cipta Graha

Share this








Pelaku usaha penyedia jasa desain interior di kawasan Kelapa Gading dan Sunter lebih mengutamakan kepuasan konsumen. Caranya, mengikuti segala permintaan klien dengan rutin menjalin komunikasi pada setiap detail pengerjaan.

KELAPA GADING - Perkembangan desain interior memang tak akan berhenti sampai disini. Tren desain interior akan selalu melahirkan sesuatu yang baru dan segar. Juga tak dapat dipungkiri bahwa tren desain interior yang lebih ramah lingkungan akan terus mendominasi hingga waktu yang sangat lama. Lantas bagaimana dengan perusahaan yang menyediakan jasa desain interior di Kelapa Gading dan Sunter.

Cipta Graha

Cipta Graha perusahaan yang bergerak di bidang arsitektur, desain interior, dan pembangunan selalu ingin memberikan kepuasan kepada klien saat menggunakan jasanya. Selalu memberikan desain yang eksklusif dengan bangunan berkualitas dan harga yang pantas, menjadi sebuah komitmen sang pemilik Cipta Graha Bambang Ekajaya.

Agar hasil sesuai selera dan diharapakan klien, maka dibutuhkan komunikasi yang baik. Terkadang interpretasi orang berbeda terkait bentuk desain. Terlebih ada klien belum tahu wujudnya seperti apa, hanya bayang-bayang. Untuk itu, tugas penyedia jasa desain interior adalah menjelaskan komposisi desain dengan detail agar klien tidak memahaminya sepotong-potong.

Toh pada akhirnya klien kan melihat hasil akhir desain itu sendiri," kata ungkap pria yang aktif selama 21 tahun di Perusahaan Persatuan REI DKI Jakarta.

Sebagai penyedia jasa desain interior wajib memberikan kepuasan kepada konsumen. Yakni memberikan hasil desain dari setiap pengerjaannya dengan detail. Sehingga tidak sekadar dibangun tetapi memperhatikan proporsi, komposisi, keseimbangan dan kesatuan secara rinci, serta memiliki keindahan. Tentu saja kualitas yang baik dan harga pantas. Komitmen kepada klien dan kepemilikan modal yang cukup.

Tantangan penyedia jasa desain interior ke depan lebih besar. Yakni mengembangkan bisnis serta menghadapi persaingan. Pastikan pengetahuan dan skill tentang bisnis desain interior agar tidak terlindas oleh para pesaing.

Alucraf Architectural Product

Sopheline Suparman, owner Alucraf Architectural Product mengatakan, masyarakat sudah meninggalkan kayu dan besi untuk bahan eksterior dan interior pada rumah mereka. Hampir 90 persen masyarakat beralih menggunakan bahan alumunium untuk rumahnya. Sejak awal hadir pada 2010, minat masyarakat semakin tinggi menggunakan alumunium sebagai bahan eksterior dan interior. Seperti kusen pintu, jendela, pintu panel, atap buka tutup, swing jungkit, pagar, dan lainnya. Untuk harga memang terbilang lebih mahal dari pada besi maupun kayu tapi kalau dilihat untuk jangka panjang, tentunya aluminium akan terasa lebih murah.

“Kalau kayu sulit mendapatkannya, cepat rusak juga. Karena rayap. Besi pun demikian, cepat keropos, karatan, dan catnya mudah kusam. Beda dengan alumunium. Kuat, tahan lama, tidak keropos ataupun catnya pudar. Bisa dibilang no maintenance. Bisa awet selamanya. Bahkan, kalau pindahan pun masih bisa dipakai. Tinggal cabut, lalu pasang lagi,” ungkap pemilik perusahaan yang bergerak di bidang produksi, penjualan, dan pemasangan alumunium ini.

Perusahan yang berdiri sejak 2010 dan bergerak di bidang produksi, penjualan, dan pemasangan alumunium. Fokus market pada penjualan bahan alumunium untuk keperluan eksterior maupun interior. Seperti kusen pintu, jendela, pintu panel, swing jungkit dan pagar.

H’afele Indotama

H’afele Indotama, perusahaan penyedia jasa interior di kawasan Sunter ini merupakan pelopor dalam dunia furnitur teknologi. Mengedepankan riset bidang teknologi furniture, sehingga setiap meter persegi dari ruang yang tersedia dapat mereprentasikan inovasi dan teknologi kualitas Jerman. Managing Director H'afele lndotama Roland Poehlmann mengatakan, Hafele hadir di Indonesia sejak 1995 dan dikenal oleh para desain interior, perusahaan furnitur hingga dealer. Fokus sales di tahap awal kepada toko retail, produsen furniture hingga pengelola hotel dan apartemen.

“Selama ini kami mendukung industri furnitur lokal hingga mampu menghasilkan produk kualitas premium dan mampu bersaing di pasar global,” kata Roland.

Salah satu teknologi yang paling ditonjolkan adalah sistem laci berkualitas premium yang dirancang khusus, NovaPro Scala. Berbagai desain disesuaikan dengan keinginan pengguna. Ragam pilihan yang diberikan Scala menawarkan solusi yang sederhana dan dapat digunakan dalam waktu yang lama. Hafele  memberikan solusi untuk ruang terbatas dengan fungsi maksimalis. Desain ruangan tetap nyaman, terasa lega, tampil chic, dengan memanfaatkan seoptimal mungkin fungsi dari tiap furnitur. Dengan slogan ‘More life per m2’, menawarkan solusi furnitur untuk rumah tangga abad ke-21. 

Features

Jelajahi Kecantikan Trotoar Sepanjang Rawamangun

Jumat, 14 Januari 2017 15:15:00
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Amin Hayyu Al Bakki

Trotoar di Kawasan Rawamangun
Trotoar di Kawasan Rawamangun

Share this








Trotoar yang membentang sepanjang kawasan Rawamangun, Jakarta Timur terlihat cantik dan nyaman bagi pejalan kaki.

PULOGADUNG- Salah satu faktor penunjang sebuah kota yang layak dikatakan kota ramah pejalan kaki harus ada fasilitas trotoar.  Tentu saja, pedestrian yang nyaman akan membuat masyarakat menanggalkan kendaraan pribadi dan memilih berjalan kaki.

Di Indonesia sendiri, trotoar yang ramah pejalan kaki terdapat di Kota Bandung, Jawa Barat. Hal tersebut terlihat, dari berbagai kesan para wisatawan lokal maupun mancanegara yang kerap mengabadikan momen pribadi dengan cara swa foto, kemudian dipampang pada media sosial (Medsos).

Lantas, bagaimana dengan kondisi trotoar di Ibu Kota Jakarta?, saat infonitas.com menjelejahai kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, terbentang pedestrian yang menarik perhatian mata. Berlokasi di Jalan Perserikatan dan Jalan Paus yang telah memiliki fasilitas tersebut dan memiliki warna trotoar yang lebih cerah dan variatif.

Berdasarkan pengamatan, di trotoar yang berada di Jalan Perserikatan dan Jalan Paus, trotoar-trotoar ini juga telah dilengkapi kursi bagi pejalan kaki. Kursi tersebut juga dibuat dari bahan alumunium yang dicat berwarna hitam di kedua sisinya.

Salah satu pejalan kaki, Andri Julian (26) menyampaikan, dirinya mengaku nyaman melewati trotoar di Jalan Paus lantaran memiliki lebar yang luas dan dilengkapi kursi. Ia menyebut, kursi tersebut sangat bermanfaat bagi pejalan kaki untuk melakukan singgah atau sekadar beristirahat apabila lelah.

"Saya setiap hari pasti lewat trotoar sini, mas. Yang jelas trotoarnya teduh dan udah banyak tempat sampahnya juga, jadi tetap terjaga kebersihannya," ujarnya saat berbincang dengan infonitas.com, di lokasi, Jumat (14/7/2017).

Pedestrian Tak Ramah Kaum Difabel

Berbeda halnya dengan trotoar di Jalan Pemuda atau yang berada di sekitar kawasan Arion Mall, Rawamangun. Pedestrian di sini memang terlihat lebih lebar dengan tanaman dan kursi taman berbahan alumunium dan kayu. Sayangnya, di trotoar ini belum dilengkapi garis kuning yang berfungsi sebagai fasilitas ramah disabilitas.

Namun, bangku taman terlihat tak pernah sepi dari masyarakat yang ingin beristrirahat dari aktivitas ataupun hanya ingin bersantai ria. Seperti seorang pejalan kaki yang asyik memainkan gadget dalam genggaman sembari duduk dengan kaki yang sebelah kanan dinaikan di atas kursi.

Mereka terlihat menikmati suasana tanpa menghiraukan keramaian kendaraan yang berlalu lalang di sepanjang jalan tersebut.

"Bagusnya memang trotoar dibuat seperti ini semua, jadi pejalan kaki gak kesusahan dan nyaman saat lewat," ujar Risma (33) salah satu pejalan kaki kepada infonitas.com.

Features

Mengintip Tren Desain Interior 2018

Rabu, 08 November 2017 13:45:00
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : R Maulana Yusuf

Desain Interior  PT Cipta Graha (Ist)
Desain Interior PT Cipta Graha (Ist)

Share this








Desain interior pada 2018 masih akan berlaku konsep gaya minimalis. Namun, gaya america classic bakal mewarnai market pada tahun depan.

KELAPA GADING - Bangunan tempat tinggal tanpa penerapan detail interior, seakan kurang nyaman dihuni. Pada saat ini, masyarakat mulai sadar tentang pentingnya desain interior. Lantaran memiliki beragam manfaat. Seperti tampilan rumah terlihat fungsional dan tertata rapi. Kemudian, menambah rasa nyaman dan memberikan kesan positif pada setiap tamu. Serta, nilai jual dari rumah akan meningkat.

Pada 2017 komposisi tren interior 60% didominasi oleh Neo Classic dan 40% minimalis. Neo classic merupakan perubahan dari classic yang banyak ukiran dan warna lebih berani. Seperti emas menuju modifikasi arsitektur dan ornamen yang lebih simpel serta warna lebih kalem.

Dikutip dari hsbc.co.id, prediksi tren 2018 untuk desain interior akan mengarah ke rumah lengkap dengan home appliances yang bisa bekerja otomatis menyesuaikan kebutuhan. Misalnya, lampu otomatis yang diatur agar menyala perlahan untuk memastikan bangun pada waktu yang ditentukan,  hingga peralatan dapur yang saling terhubung dan dapat diatur melalui smartphone.

Kemudian, dari sisi dapur ada sentuhan elegan melalui warna hitam. Tak hanya pada rak dan meja, namun juga hitam metalik pada wastafel. Marmer sebagai penutup meja juga kembali hadir. Namun marmer menggunakan warna gelap dan tipis untuk memmberi kesan trendi dan modern pada dapur.

Tren warna interior di tahun 2018 akan didominasi warna-warni terang dengan kilau lembut dan cat jenis satin atau sheer. Beberapa warna yang diprediksi akan mendominasi interior adalah warna-warna alam seperti biru telur asin, ungu berry, kuning dan hijau limau, coklat muda almond, warna tanah, serta warna metalik, gemstone, dan emas.

Menurut salah satu penyedia jasa desain interior Elle Dacor, ada tiga motif wallpaper yang akan trend di 2018. Pertama, Pattern Clash, menggabungkan beragam pola dan warna dengan kontras dalam satu wallpaper. Kedua, Geometrics atau pola persegi empat dan persegi banyak, dan terakhir Art Forms, mencetak lukisan dan menjadikannya wallpaper. Seru kan, dinding rumahmu pun jadi seperti kanvas lukisan raksasa.

Furnitur era 1950an akan kembali ngetren pada tahun depan. Selamat tinggal furnitur minimalis bersudut khas Skandinavia. Milan Furniture Fair 2017 memprediksi gaya dekade 1950an akan hadir di tahun 2018, salah satunya lewat sofa panjang yang tebal dengan bentuk meliuk. Untuk pelapis sofa, materi beludru atau suede akan kembali, menggantikan pelapis linen atau kulit.

Sementara, Timothy Purnomo, Manajer Pemasaran Hafele Indotama mengatakan, 2018 tren desain interior akan mengarah ke American Classic. Ini sebagai bentuk transformasi dari Neo Classic. Banyak rumah di Amerika didominasi dari kayu dan batu serta permainan bahan kain pada gorden. Untuk warna menggunakan american classic, yakni agak sedikit lebih gelap seperti cokelat. 

“American classic ialah hampir sama dengan neo Classic hanya menggunakan budaya Amerika,” kata Timothy.

Berbeda halnya dengan Bambang Ekajaya. Pemilik Cipta Graha ini mengatakan tren 2018 akan tetap sama dengan tahun ini, yaitu minimalis. Sebab, konsep minimalis sejak 2005 hingga sekarang terus eksis. Tetapi desain minimalis tiap tahunnya berubah-ubah, lebih kreatif, dan banyak variasi.

Alasan masyarakat memilih desain rumah minimalis daripada gaya arsitektur lain, lantaran model rumah dengan gaya ini bisa membantu penghuni mendapatkan hasil yang maksimal dengan dana yang terbatas. Namun, model desain lainnya tidak menutup kemungkinan tetap menjadi pilihan masyarakat. Sebab, market untuk gaya Klasik, Kubisme, maupun Mediterania masih ada.

“Tetapi semua tren itu bebas si tergantung pemilik rumah, ditambah saat ini keterbukaan informasi semua tren dunia akan terbaca dan tren arsitektur dunia pun demikan, memang untuk saat ini tren masih Minimalis yang lebih ke arah modern," jelas Bambang.