Features

Investasi Fiktif Pandawa Grup

Kamis, 01 Desember 2016 14:43:05
Editor : Dany Putra | Reporter : M Nashrudin Albaany

Pendiri KSP Pandawa Mandiri Grup Salman Nuryanto (pakai sorban) saat bertemu Satgas Waspada Investasi OJK
Pendiri KSP Pandawa Mandiri Grup Salman Nuryanto (pakai sorban) saat bertemu Satgas Waspada Investasi OJK

Share this








Penghimpunan dana Pandawa Grup dilakukan secara pribadi oleh Nuryanto dan tidak ada kaitannya dengan KSP Pandawa Mandiri Grup.

DEPOK – Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memanggil Salman Nuryanto selaku pendiri Pandawa Group atau yang lebih dikenal Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Pandawa Mandiri Grup, Senin (28/11/2016) lalu.

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam Lumban Tobing mengatakan, dari hasil pertemuan tersebut disepakati oleh kedua belah pihak bahwa segala aktivitas penghimpunan dana akan diberhentikan oleh Nuryanto dan Pandawa Group.

Pasalnya, dia menilai kegiatan penghimpunan dana dan pemberian bunga 10 persen per bulan yang dilakukan Pandawa Grup, berpotensi merugikan masyarakat dan diduga melanggar Pasal 46 undang-undang Perbankan.

"Tapi, Pandawa Group itu ternyata tidak ada (fiktif). Yang ada adalah KSP Pandawa Mandiri Group. Meskipun kami telah menunjukkan adanya perjanjian antara Pandawa Group dengan nasabah yang ditandatangani oleh Salman Nuryanto. Menurutnya tidak dikasih bunga," ujarnya, Kamis (1/12/2016).

Tongam menambahkan, penghimpunan dana yang mengatasnamakan Pandawa Grup dilakukan secara pribadi oleh Nuryanto dan tidak ada kaitannya dengan KSP Pandawa Mandiri Grup.

Dirinya menyebut, jumlah dana yang terhimpun di Pandawa Grup mencapai Rp 500 miliar dengan suku bunga imbalan sebesar 10 persen per bulan. Tercatat dana tersebut dihimpun dari sekitar 1.000 orang.

"Kami minta semua kegiatan Pandawa Group sudah harus dihentikan karena ilegal. Pak Salman juga harus mengembalikan dana nasabah sepenuhnya. Selain itu, dia dan KSP Pandawa Mandiri tidak boleh menggunakan nama Pandawa Group dalam kegiatan penghimpunan dana lagi," paparnya.

Tak Ada Istilah Investor

Kendati demikian, Tongam menegaskan bahwa penghimpunan dana masyarakat oleh Salman dan Pandawa Grup tersebut bukan merupakan kegiatan KSP Pandawa Mandiri Grup. Karena dalam kegiatan KSP, tidak terdapat istilah investor. 

"Pemberian imbalan bunga 10 persen per bulan tidak terdapat dalam peraturan KSP Pandawa Mandiri Group yang disetujui Rapat Anggota. Menurut Kementerian Koperasi dan UKM, KSP hanya memberi pinjaman ke masyarakat dengan bunga 15 persen per tiga bulan. Jadi tidak mungkin KSP Pandawa Mandiri Grup memberi bunga simpanan 10 persen per bulan," jelasnya.

Sementara itu, pendiri Pandawa Group Salman Nuryanto mengaku, dirinya tidak pernah menghimpun dana, melainkan hanya menerima titipan uang dari masyarakat. "Saya bukan menghimpun, tapi mereka yang titip ke saya untuk dikembangkan sebagai usaha. Tapi tidak bisa ditentukan berapa, karena ada yang baru 3 bulan keluar," terangnya. 

"Saya tidak mengerti soal bunga 10 persen. Saya ini dagang bubur, bukan pemain besar. Ada tidak satu pangkalan bubur ayam dapat 10 persen, tidak, paling Rp 4 juta sampai Rp 5 juta," kata Salman. 

Hal yang sama juga dikatakan kuasa hukumnya, Andi Syamsul Bahri. Menurutnya, KSP tidak mungkin memberikan bunga investasi 10 persen. "Bukan bunga, tapi bagi hasil. Itulah yang dilarang OJK. Makanya yang nitip-nitip itu sama Pak Salman akan dikembalikan, supaya tidak berbenturan dengan aturan dan tidak kena pidana," tandasnya.