Features

Gundah Ayah dari Teror Ananda

Rabu, 10 Mei 2017 16:30:00
Editor : Dany Putra | Reporter : Wahyu Muntinanto

 Johanes (60) saat menunggu sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, beberapa waktu lalu.
Johanes (60) saat menunggu sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, beberapa waktu lalu.

Share this








Anak dan menantu mengerahkan puluhan orang (preman) untuk menjaga dan menduduki lahan milik ayahnya sendiri.

PENJARINGAN – Johanes (60) nampaknya belum bisa hidup tenang. Di usia yang renta dia justru menjadi musuh bagi anak dan menantunya. Ketulusan hati Johanes tak membuat sang anak dan mantunya tobat, justru menebar teror bagi ayahnya dan hendak menguasai aset sang ayah.

Padahal, Johanes baru saja menghela nafas lega setelah di vonis bebas pada akhir April 2017 oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara terkait gugatan perdata dan pidana penggelapan 3 sertifikat oleh anak dan mantunya,

Nampaknya sang anak tidak puas dengan putusan hakim tersebut. Bahkan, tanah milik Johanes seluas 1.700 meter per segi di Jalan Adi Sucipto No 7, RT 03/10, Belendung, Benda, Kota Tangerang, diserobot menantunya Jessica.

Karena tidak bisa menguasai tanah tersebut secara hukum, diduga Jessica mengerahkan puluhan orang (preman) untuk menjaga dan menduduki lahan itu. "Saya juga heran tanah milik saya juga mau diambil, tapi tidak bisa karena saya punya dokumennya. Makanya dia buat preman jaga lahan itu, biar saya gak bisa gunakan," ujar Johanes kepada Infonitas.com, Rabu (10/5/2017).

Empat Bulan Dikuasai Preman

Kegiatan premanisme itu nampaknya sudah berlangsung sekitar empat bulan, saat karyawan Johanes, Eman (37) membuat laporan penyerobotan lahan dan ancaman kekerasan ke SPK Polda Metro Jaya, pada 12 Januari 2017.  Namun, oleh penyidik Polda  Metro Jaya kasus tersebut dilimpahkan ke Polres Tangerang Kota. 

"Kata penyidik Polres Tangerang Kota, saya akan di BAP hari Jumat (12/5) besok. Saya sekarang baru sadar, apa yang sudah diperbuat mereka (Robert dan Jessica). Mereka benar-benar mau ambil semua harta saya. Saya hanya ingin hidup tenang, dan sekarang harus kembali mengurusi permasalahan hukum," tuturnya.

Lapang Dada

Johanes pun mengaku sudah berulangkali berlapang dada dan rela memberikan maaf pada Robert dan Jessica. Namun, hingga saat ini anak dan mantunya tersebut tidak diketahui keberadaannya. Padahal dirinya hanya ingin hidup tenang diusia senja dan bermain bersama cucunya.

Oleh karena itu pengelolaan perusahan, hingga asetnya selama ini dia percayakan dan serahkan kepada anak dan mantunya untuk menjalankannya. Namun, perusahaan yang dirintisnya tersebut justru disalahgunakan, hingga beberapa perusahaan bangkrut dan asetnya diambil.

"Saya sudah maafkan mereka (anak dan mantu), saya rindu cucu saya. Sampai saat ini tidak tahu kabar mereka. Sayang Ayah terhadap anaknya dan Kakek dengan cucu tidak akan bisa dibayar dengan apapun. Saya kira, saya sudah bisa tenang disisi umur saya," pungkas Johanes.