Features

Gerakan Gesit Sudinhub Jaksel Lewat Qlue

Jumat, 02 Juni 2017 15:45:00
Editor : Waritsa Asri | Reporter : M Nashrudin Albaany

Ilustrasi - Penindakan terhadap pelanggar lalu lintas
Ilustrasi - Penindakan terhadap pelanggar lalu lintas

Share this








Sudinhub Jakarta Selatan melakukan gerakan gesit dengan langsung menindak setiap pelaporan yang didapat lewat aplikasi Qlue

KEBAYORAN BARU  - Permasalahan lalu lintas seperti macet dan parkir liar, nampaknya sudah menjadi rutinitas harian bagi warga DKI Jakarta. Bagaimana tidak, hampir tiap hari macet selalu terjadi diberbagai titik jalan, terutama pada pagi dan sore hari.

Warga pun tak pernah bosan melaporkan hal ini ke pemerintah, melalui aplikasi Qlue. Namun terkadang respon dari dinas terkait seakan lamban dalam mengatasi permasalahan ini. Akibatnya, macet dan parkir liar pun semakin merajalela di Ibu Kota.

Berangkat dari hal itu, Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Selatan, membentuk Tim Reaksi Cepat Aplikasi Qlue. Pembentukan tim ini sebagai upaya untuk merespon secara cepat laporan masyarakat mengenai adanya tindakan seputar kemacetan dan parkir liar yang masuk melalui Qlue.

"Pembentukan Tim Reaksi Cepat Sudinhub Jakarta Selatan ini dilakukan agar laporan masyarakat dapat terlayani penuh, sehingga informasi yang diadukan bisa segera lekas diatasi," kata Kepala Sudinhub Jaksel, Christianto di Kebayoran Baru, Jumat (2/6/2017).

Christianto melanjutkan, penindakan terhadap laporan dari masyarakat tersebut akan dilakukan dengan melibatkan semua pihak. Mulai dari unsur TNI, Polri, hingga Satpol PP. Hal itu bertujuan agar laporan dapat segera diselesaikan

Menurut dia, dengan perkembangan teknologi dan informasi yang semakin pesat, membuat masyarakat dapat dengan mudah membantu petugas, untuk menindak berbagai hal terkait pelanggaran yang terjadi di wilayah mereka.

"Masyarakat dapat melaporkan permasalahan kemacetan dan parkir liar melalui aplikasi, sehingga kita juga harus membentuk unit reaksi cepat untuk melakukan pengendalian dan pengawasan lalu lintas," tuturnya.

Untuk itulah, ia berkomitmen akan terus melakukan pengendalian lalu lintas melalui razia parkir liar, yang diyakini dapat mengurangi masalah kemacetan lalu lintas di wilayah Jakarta Selatan. 

"Manfaatkan aplikasi Qlue dalam menerima laporan dan merespon laporan dengan cepat sebagai wujud pelayanan terhadap masyarakat," imbaunya.

Sementara itu, berdasarkan data, Tim Reaksi Cepat Aplikasi Qlue berjumlah 55 personel. Tim ini terdiri dari Tim Patroli dan Qlue Motor sebanyak 20 personel, Tim Derek yang merupakan gabungan bersama Garnisun serta Kepolisian sebanyak 20 personel, serta Tim Tindak sebanyak 15 personel.

Cara Kerja Penindakan Laporan dari Qlue

Ada beberapa mekanisme yang dilakukan Tim Reaksi Cepat aplikasi Qlue dalam mengatasi beragam laporan dari masyarakat. Diantaranya, keluhan masyarakat dalam aplikasi Qlue diterima oleh Admin. Selanjutnya, Admin Qlue menyampaikan keluhan tersebut kepada Kasudin dan Kasiop. 

Usai mendapat laporan tersebut, Kasiop memerintahkan kepada para Danru dan Koordinator bersama anggotanya untuk menindaklanjuti dan menyelesaikan keluhan masyarakat. Yakni dengan melakukan penertiban dan tindak lanjut aplikasi Qlue dengan membuat foto tindak lanjut di lokasi laporan masyarakat. 

Kemudian, Admin membuat laporan Qlue yang telah di respon. Terakhir, tim humas dan publikasi membuat dokumentasi video dan media berita dari setiap kegiatan operasi untuk disampaikan kepada masyarakat.

Features

Berbelanja Kue Lebaran di Pasar Mayestik

Minggu, 12 Januari 2015 18:04:54
Editor : | Reporter :

Pedagang kue kering di Pasar Mayestik, Jakarta Selatan
Pedagang kue kering di Pasar Mayestik, Jakarta Selatan

Share this








Kue kering khas Lebaran yang dijual di Pasar Mayestik, di antaranya nastar, kaastengels, putri salju, lidah kucing, kacang mede, pastel mini, dan sebagainy

JAKARTA – Hidangan opor ayam plus sayur ketupat menjadi menu utama di Hari Raya Idul Fitri. Biskuit dalam kemasan kaleng sudah tertata rapi di atas meja. Minuman dingin jenis sirup dan lainnya sudah tersedia di lemari es. Serasa merayakan hari Lebaran begitu sempurna dengan hidangan seperti itu

Tapi, bagaimana dengan kue kering khas Lebaran? Apakah sudah tersaji di atas meja? Mau beli atau bikin sendiri. Lebih baik beli saja karena waktunya sudah mepet, karena sebentar lagi Lebaran.

Sekarang banyak toko yang menjual kue kering buat Lebaran. Salah satunya di Pasar Mayestik, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Di pasar ini terdapat puluhan pedagang menjual kue kering hingga meluber ke pinggir-pinggir jalan.

Salah satu pedagang kue kering, Nirwan (38) mengatakan dia menjual kue kering khas Lebaran seperti nastar, kaastengels, putri salju, lidah kucing, kue cokelat, kacang mede, pastel mini, cheese stick, dan sebagainya.

Harga kue-kue itu bervariasi mulai Rp 35 ribu untuk kue kacang dan Rp 75 ribu untuk kue jenis cokelat.

Pasar Mayestik ini ramai dikunjungi pembeli karena salah satunya kue Lebaran yang dijual pedagang di pasar ini jenisnya beragam. Sehingga pelanggan punya banyak pilihan. Susi (47) mengaku kerap kali membeli kue Lebaran di Pasar Mayestik setiap jelang Hari Raya Idul Fitri.

Menurut Susi, harga kue yang ditawarkan di pasar ini tidak terlalu mahal. Bagi Susi, kue merupakan hal penting dalam setiap Lebaran. Sebab, kue adalah hidangan camilan spesial buat para tamu yang datang ke rumahnya untuk bersilahturahmi Lebaran.

“Sudah sering ke sini setiap mau Lebaran, karena saya memang enggak pintar bikin kue, jadi, ya beli aja deh,” jelas Susi, Minggu (12/7/2015).

Features

Sepenggal Asa Bernama Qlue

Minggu, 20 Desember 2015 16:21:02
Editor : Fauzi | Reporter : Chandra Purnama

Para pembicara dalam Temu Media dan Komunitas yang diadakan oleh Qlue di Balai Kota Provinsi DKI Jakarta.
Para pembicara dalam Temu Media dan Komunitas yang diadakan oleh Qlue di Balai Kota Provinsi DKI Jakarta.

Share this








Apa pun program yang diluncurkan oleh pemangku kebijakan, tidak ada sukses jika tidak ada dukungan dan kesadaran dari masyarakat.

GAMBIR - Ada yang berbeda dengan suasana Balai Kota DKI Jakarta pada Sabtu (19/12/2015) pagi kemarin. Jika biasanya Balai Kota dari pagi hingga siang dibuka untuk Wisata Balai Kota, kemarin sejumlah tamu yang menginspirasi warga Ibu Kota berdatangan ke Balai Kota.

Mulai dari Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah, Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Isnawa Adji, hingga Lurah Berprestasi dari Kelurahan Semper Barat Muhammad Iqbal.

Kehadiran mereka ke Balai Kota tentu bukan tanpa alasan, sebab, hari itu diadakan acara  Temu Media dan Komunitas yang diselenggarakan PT Terralogiq, pembuat aplikiasi Qlue.

Sebagai Ibu Kota negara yang memiliki beragam permasalahan, Jakarta jelas memiliki sistem dan wadah penyampaian keluhan, kritik, sekaligus masukan untuk pemerintah, guna kemajuan dan kesajahteraan bersama.

Jika masyarakat modern belakangan ini lebih menyukai media sosial untuk menyampaikan keluhan, kritik dan aspirasinya, tentu bukanlah hal yang salah. Namun, Ibu Kota tetaplah memerlukan wadah penyaluran kritik, keluhan dan aspirasi dari masyarakat yang dapat diketahui langsung oleh pemangku kebijakan.

Jadilah aplikasi berbasis smartphone, Qlue, yang menjadi bagian dari konsep Smart City di Ibu Kota hadir sejak beberapa bulan belakangan. PT Terralogiq selaku pembuat Qlue mengklaim aplikasi ini bisa memenuhi ekspektasi sistem sekaligus wadah keluhan, kritik dan aspirasi masyarakat yang bisa diketahui dan ditindaklanjuti langsung oleh pemangku kebijakan.

"Ini karya anak bangsa yang bekerja sama dengan Jakarta Smart City dibawah naungan Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan DKI Jakarta. Aplikasi Qlue ini akan mengakses keluhan-keluhan masyarakat dan ditanggapi langsung oleh SatuanKerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemprov DKI Jakarta. Ini salah satu perwujudan berani berubah untuk kemajuan Jakarta," jelas Ivan Tigana selaku Chief Marketing Officer (QLUE) di Balai Kota DKI Jakarta, Sabtu (19/12/2015).

Ivan mengatakan, semangat perubahan dan berani berubah yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta, sejatinya harus diikuti oleh masyarakat Ibu Kota. Sebab, apa pun kebijakan yang diambil, tentu akan sia-sia jika tidak didukung dengan kesadaran masyarakatnya sendiri.

“Tanpa dukungan dan kesadaran dari masyarakat, tidak akan ada artinya,” tukas Ivan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi (Kadishubtrans) DKI Jakarta Andri Yansyah mencontohkan konsep berani berubah dengan penunjukan dirinya sebagai Kepala Dinas, meski ia tidak memiliki pengalaman di bidang perhubungan dan transportasi

"Saya itu enggak paham soal transportasi dan perhubungan, tapi Pak Gubernur (Ahok) melantik saya sebagai Kepala Dinas Hubtrans. Hal itu adalah sebuah kenyataan yang menerangkan tentang berani berubah," singkatnya.

Features

Antisipasi Kelompok Radikal ala Polsek Muara Baru

Selasa, 19 Januari 2016 19:16:37
Editor : Fauzi | Reporter : Wahyu Muntinanto

Presiden Jokowi saat meninjau lokasi ledakan bom dan serangan bersenjata di kawasan Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (14/1/2016).
Presiden Jokowi saat meninjau lokasi ledakan bom dan serangan bersenjata di kawasan Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (14/1/2016).

Share this








Merangkul kalangan TNI dan sekuriti sipil, Patroli Gerak Kamtibmas Polsek Muara Baru dibentuk sehari sebelum peristiwa Sarinah Berdarah.

PENJARINGAN – Guna menangkal berkembangnya paham radikalisme sekaligus antisipasi tindakan teror, Polsek Muara Baru, Polres Pelabuhan Tanjungpriok meningkatkan patroli malam bersama jajaran TNI dan sekuriti di kawasan Muara Baru, Jakarta Utara.

Kapolsek Muara Baru AKP Mulyana mengungkapkan, patroli malam ini sesuai dengan arahan Kapolres Pelabuhan Tanjungpriok AKBP Hengki Haryadi kepada seluruh kapolsek di jajarannya, untuk menyentuh langsung masyarakat sebagai langkah antisipasi.

“Sebelum peristiwa teror di Sarinah, Thamrin, kita sudah membentuk Patroli Gerak Kamtibmas pada Rabu (13/1/2016) lalu. Tujuannya, untuk menyampaikan pesan Kamtibmas kepada masyarakat mengenai pencegahan berkembangnya paham radikal,” jelasnya Selasa (19/1/2016).

Mulyana menerangkan, pembentukan Patroli Gerak Kamtibmas yang turut melibatkan TNI dan sekuriti ini dilakukan agar masyarakat merasa terayomi dan terlindungi keamanan dan ketertibannya.

"Ini kami lakukan untuk menekan pergerakan kelompok radikal supaya tidak ada kelompok- kelompok radikal yang berkembang diwilayah kami," terangnya.

Patrol Gerak Kamtibmas ini sendiri sedapat mungkin menyasar seluruh wilayah di bawah Polsek Muara Baru. Seperti yang terlihat Senin (18/1/2016) malam. Dikomando langsung oleh AKP Mulyana, patroli gabungan ini bergerak dengan menggunakan mobil dan motor patrol sambil sesekali melakukan pengarahan kepada warga.

"Bapak-bapak, ibu-ibu tolong laporkan ke pihak kepolisian jika tedapat orang-orang yang dicurigai sebagai kelompok radikal," tutur Mulyana saat patroli berhenti di salah satu pemukiman warga di kawasan Muara Baru.

Tak hanya mendatangi pemukiman warga, patroli malam itu melanjutkan patroli ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Muara Baru. Di sini, Mulyana beserta anggota patroli memberikan pengarahan kepada para nelayan yang hendak melaut untuk mencari ikan.

“Jika bapa-bapak adanya yang mencurigai atau mengetahui adanya kelompok radikal di sini, laporkan ke anggota kami yang terdekat. Mereka (kelompok radikal) bisa berada dimana saja, termasuk di sini,” tandasnya.

Tidak terasa, patroli malam itu pun sudah sampai ke lokasi terakhir. Usai berbincang-bincang dengan warga, tim pun kembali ke Mapolsek Muara Baru.

“Ini patroli antisipasi. Kami juga membuka laporan 1x24 jam jika ada warga yang ingin mealpor soal kelompok radikal. Kami akan layani dan lindungi,” tutupnya.

Features

Laporan Fiktif Aplikasi Qlue

Selasa, 31 Mei 2016 10:07:24
Editor : Dany Putra | Sumber : Dbs

Aplikasi Qlue
Aplikasi Qlue

Share this








Laporan fiktif di dalam aplikasi Qlue tidak dapat dihindari, karena banyak warga yang melapor menggunakan nama palsu.

JAKARTA – Aplikasi Qlue menjadi polemik di kalangan pengurus RT/RW di DKI. Mereka menilai penggunaan aplikasi Qlue tidak efektif. Banyak laporan fiktif yang masuk di aplikasi tersebut. Padahal, penggagas aplikasi ini Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berharap banyak pada aplikasi ini.

Dia ingin seluruh komponen masyarakat melalui RT/RW setempat dapat memanfaatkan aplikasi ini. Dari laporan Qlue, Ahok bisa memantau langsung kinerja bawahannya di lapangan. Namun, banyaknya laporan fiktif tentu saja membuat kinerja menjadi hal yang sia-sia. Lalu bagaimana menangani masalah ini?

Head of Communication Qlue Elita Yunanda mengatakan, laporan fiktif di aplikasi Qlue tidak bisa dihindari. Pihaknya bakal terus melakukan pembenahan terhadap aplikasi ini. “Kami ada dedicated admin yang 24 jam memantau, filter lalu teruskan ke kelurahan. Dari tim Smart City ada beberapa yang turun ke lapangan," katanya seperti dikutip detik.com, Senin (30/5/2016).

"Kita juga sudah antisipasi. Memverifikasi double, jadi dari Qlue di awal dan Jakarta Smart City untuk filter sesuai atau enggak," ujarnya lagi.

Elita melanjutkan, mengenai pelaporan fiktif dari warga yang kerap menggunakan nama palsu, manajemen Qlue memang tidak pernah mewajibkan warga melapor menggunakan nama asli. Hal ini untuk melindungi identitas si pelapor.

"Username di kami nggak harus asli. Kita sarankan anonim karena itu untuk mengantisipasi intimidasi pihak-pihak yang dilaporkan jadi menjaga privasi pelapor. Kita memvalidasi laporan dari keterangan foto dan lokasi," tuturnya.

Dia menambahkan, sejatinya aplikasi ini dirancang tidak untuk mempersulit atau menambah beban kerja pihak lurah, RT, dan RW. Justru aplikasi ini diciptakan untuk memberikan kemudahan dalam menjalankan tugas.

"Seharusnya mereka merasakan manfaatnya pasti ada keluhan dari masyarakat, misal ada jalan rusak dulu kan laporannya berbelit-belit kalau sekarang tinggal foto terus laporin di Qlue dan langsung ditindaklanjuti," imbuhnya.

Jadi Kendala

Hanya saja penerapan aplikasi Qlue ini tetap menjadi kendala bagi sebagian besar masyarakat. Seperti yang dikeluhkan pengurus RT/RW di Kelurahan Wijaya Kusuma, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Mereka pengurus RT/RW masih enggan untuk melakukan pelaporan di aplikasi Qlue tersebut.

"Berat untuk melakukannya. Kita diwajibkan membuat 3 laporan foto kegiatan setiap harinya," tutur Hariyanto, Ketua RT 01/09 Kelurahan Wijaya Kusuma kepada infonitas.com, Jumat (27/5/2016).

Hariyanto keberatan karena tidak setiap hari dilingkungannya memiliki kegiatan untuk dilaporkan di aplikasi Qlue. Selain itu, dia juga memiliki pekerjaan untuk menghidupi keluarganya."Kan kita juga kalau siang kerja di luar. Bagaimana bisa melakukannya?," keluhnya.

Hal senada juga dikatakan Ketua RW 01 kelurahan Wijaya Kusuma Hermanto. Menruutnya, hal itu sangat memberatkan tugas RT/RW. Selain melaporkan kegiatan melalui aplikasi Qlue, pengurus RT/RW juga masih dibebankan untuk membuat Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) setiap 3 bulan sekali.

"Walaupun kita dapet honor, tapi tugasnya semakin berat. Laporan Qlue iya, LPJ juga iya," tutupnya.

Wakil Ketua RW 12 Kebon Melati Poly Siahaya menuduga aplikasi Qlue yang dirancang oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama hanya untuk kegiatan politiknya menjelang Pilkada DKI 2017.

Poly menduga aplikasi ini untuk memata-matai lawan politiknya saat sedang mengadakan kegiatan di lingkungan RT/RW di DKI. "Saya curiga ini kegiatan politiknya dia aja. Qlue ini tidak menutup kemungkinan dimanfaatkan oleh Ahok untuk memata-matai kegiatan lawan politiknya melalui RT/RW," katanya di Kebon Melati, Jalan Sabeni Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (30/5/2016).

Dia melanjutkan, di dalam aplikasi tersebut banyak berisi yang menjelek-jelekan lawan politik Ahok. Bahkan, tidak sedikit yang melakukan kampanye terselubung dan kampanye hitam untuk mendukung Ahok. "Banyak orang-orang yang menjelek lawan politiknya, jadi enggak herankan," tegasnya.

Lurah Akui Banyak Keluhan

Lurah Wijaya Kusuma, Kecamatan Grogol Petamburan Wikidiyanto mengaku pengurus RT/RW di wilayahnya mengeluhkan kewajiban melaporkan 3 kegiatan pada aplikasi Qlue. Beragam kendala disampaikan pengurus RT/RW di wilayahnya.

"Kendala mereka masalah keterbatasan waktu. Ada juga pengurus RT dan RW yang sudah sepuh, jadi mereka tak mengerti menggunakan aplikasi tersebut," katanya kepada infonitas.com.

Wiki mengatakan, sejak kebijakan ini diwajibkan pada April 2016 baru 50 persen RW dilingkungannya menerapkan hal tersebut. “Dari 10 RW, baru sekitar 50 persen yang menjalankan kewajiban tersebut,” katanya.

Meski banyak menuai keluhan dirinya terus memotivasi pengurus RT dan RW di lingkungannya membuat laporan pada aplikasi Qlue. "Memang mereka mengeluh, katanya berat untuk melakukannya. Tapi kita terus memotivasinya," tuturnya.

Hal yang sama juga dikatakan  Lurah Palmerah M. Ilham. Menurutnya, penugasan RT /RW tersebut banyak dikeluhkan. Dia berharap ada kebijakan baru yang bisa memudahkan pengurus RT/RW dalam membuat laporan. "Meskipun diberikan honor, mereka masih keberatan melakukan hal tersebut," tutupnya.

Features

Mengenal Lebih Dekat Gerakan Menanam Pohon Kota Bogor

Minggu, 11 September 2016 16:52:43
Editor : | Reporter : M Nashrudin Albaany

Komunitas Gerakan Cinta Menanam Pohon Kota Bogor
Komunitas Gerakan Cinta Menanam Pohon Kota Bogor

Share this








Kegiatan ini rutin diadakan setia minggu. Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk menghijaukan Kota Bogor. Sejumlah tanaman langka pun ditanam.

TANAH SAREAL - Matahari belum beranjak tinggi pagi ini. Namun, puluhan orang dari berbagai kalangan, mulai dari Komunitas Gerakan Cinta Menanam, Pemerintah Kota (Pemkot) dan DPRD serta warga Kota Bogor mengenakan seragam orange nampak sudah berkumpul di Asrama Yatim dan Dhuafa, Kelurahan Kedung Badak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Minggu (11/9/2016).

Kedatangan mereka untuk melaksanakan penanaman beberapa jenis pohon tepat di halaman belakang asrama. Kegiatan yang dimotori oleh Alumni Fakultas Kehutanan IPB Angkatan 28, RAPI, Komunitas Pena Hati dan Bogor Women Club ini sebagai bentuk penyelamatan terhadap lingkungan.

"Gerakan cinta menanam pohon tercetus pada November 2015 lalu, dan hingga akhir ini tercatat sudah yang 44 kegiatan menyebar di beberapa wilayah Kota Bogor," ujar Heri Cahyono, salah satu penggagas gerakan tanam pohon saat ditemui di lokasi.

Setiap kali kegiatan, komunitas ini selalu menanam sebanyak 28 pohon dari berbagai jenis bibit, baik pohon berbuah maupun non buah. Jumlah ini disesuaikan dengan sang pelopor, yakni Alumni Fakultas Kehutanan IPB Angkatan 28. Meski begitu, tidak diharuskan menanam dengan jumlah tersebut, tergantung dari media luasan lahan yang akan ditanami.

"Seperti hari ini, kami menanam 15 bibit pohon yang didatangkan dari Kebun Raya Bogor (KRB). Pohon-pohon seperti Bisbul, Sempur dan Jambu Jamaika ini termasuk jenis langka yang jarang dijumpai di lingkungan masyarakat. Makanya kami akan populerkan pohon ini di masyarakat," ungkap pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Bogor ini.

Menurut Heri, kegiatan yang terus digaungkan oleh komunitas ini rutin setiap minggu sebagai upaya menghijaukan Kota Bogor. Tak hanya itu, kegiatan tanam pohon ini, juga sekaligus untuk menumbuhkan kesadaran terhadap masyarakat untuk menanam pohon bagian dari kehidupan.

"Ketika masyarakat sudah menyadari akan pentingnya arti pohon bagi kita semua, dan ada partisapasi aktif dari masyarakat keinginan untuk menanam pohon di lingkungan rumah. Saya yakin penghijauan Kota Bogor segera terwujud," imbuh pria yang akrab di sapa HC ini.

Lebih jauh, ia juga mengatakan, manfaat dari menanam pohon ini mungkin tidak akan terasa saat ini (instan). Namun, nantinya ketika pohon sudah berbuah, maka bisa mendatangkan burung-burung dan berguna untuk kehidupan sehari-hari mengeluarkan oksigen.

"Pada gerakan sosial ini, nanti kami juga akan mengajak Presiden RI, Joko Widodo pada tanggal 25 September 2016 bertepatan dengan reuni perak. Seluruh Alumni Fakultas Kehutanan IPB Angkatan 28 akan turut serta turun menanam pohon di Cidangian, Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah," terang politisi Partai Golkar ini.

Sementara itu, kegiatan ini ternyata telah mendapatkan sambutan positif oleh pelaku ekonomi perbankan, salah satunya Bank BRI. Asisten Manager Pemasaran Dana BRI Cabang Dewi Sartika, Linda Kristanti Nusi mengungkapkan, pihaknya sudah terlibat dan mendukung gerakan menanam pohon ini semenjak awal digaungkan pada November 2015.

"Intinya, ini sebagai bentuk dukungan kami melalui program corporate social responsibility (CSR) BRI. Kami juga akan selalu mendukung gerakan penghijauan ini, dengan diawali dari lingkungan sendiri," tandas Linda.