Features

Deddy Mizwar Bikin Ibu-ibu Tertawa di Bekasi

Selasa, 16 Mei 2017 14:50:00
Editor : Denisa Tristianty | Reporter : Yusuf Bachtiar

Deddy Mizwar di Tarhib Ramadan, Islamic Center, Kota Bekasi.
Deddy Mizwar di Tarhib Ramadan, Islamic Center, Kota Bekasi.

Share this








Mengahdiri acara tarhib Ramadan tak membuat Cawagub Jawa Barat Deddy Mizwar menjadi serius sebagai aparatur pemerintah daerah.

BEKASI - Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat Deddy Mizwar tetap menjadi seorang penghibur. Jabatan tak membuatnya melepaskan predikat seniman Tanah Air dengan berbagai bakat menghibur sebagai seniman peran. Bagaimana tidak, dalam sambutan Tarhib Ramadan Islamic Center Kota Bekasi, Selasa (16/5/2017), Deddy menciptakan gelak tawa para jamaah dengan mayoritas ibu rumah tangga.

Dari pantauan Infonitas.com di lapangan, beberapa kali ia melontarkan candaan dan mengundang tawa jamaah yang berasal dari Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kota Bekasi.

Seperti, candaan seputar kebiasaan bulan Ramadan. Ia mendeskripsikan para ibu sudah mulai pusing menyambut Ramadan. Tetapi, bukan lantaran harus menahan lapar dan dahaga, melainkan menghadapi lonjakan harga barang komoditas.

"Tapi ujiannya kadang semakin berat, di bulan Ramadan banyak kebutuhan seperti belanja. Saya sebagai kepala keluarga merasakan hal itu, padahal kan, makan cuma dua kali, harusnya bisa lebih irit kan,” kata Deddy sambil mengucapkan dengan kalimat canda.

Uniknya lagi, bintang Film Nagabonar ini menceritakan prosepek terbaru dari sinetron Ramadan yang juga bakal dibintanginya. Sinetron Ramadan itu adalah Para Pencari Tuhan (PPT). Sinetron spesial Ramadan ini, kata dia, sudah masuk tahun ke-1 dengan jam tayang setiap waktu sahur.

"Ibu-ibu itu biasanya yang paling capek, sediain makan buat buka, apalagi siapin makan buat sahur, harus bangun lebih dulu dan masak. Tapi jangan lupa nonton PPT pas sahur," celetuknya sambil disambut gelak tawa jamaah.

Tidak sampai di situ, Deddy juga melanjutkan candaannya ketika berbicara tentang kebutuham pokok yang semakin meningkat saat bulan puasa. Dia menghimbau kepada kaum ibu agar bisa menahan dan mengatur keuangan dalam hal berbelanja kebutuhan pokok.

"Jangan sekaligus borong, ibu-ibu harus bisa menghemat belanja. Kadang untuk sajian berbuka kita hidangkan begitu banyak makanan, enggak usah seperti itu,  cukup satu jenis atau secukupnya. Tapi kalau mau beli yang ada badaknya ya enggak apa-apa satu boleh," ucapnya merujuk pada iklan minuman penyegar yang dibintanginya.

Sebagai penutup, Wagub Jabar itu juga sempat membacakan sebuah puisi tentang kegigihan menjadi seorang ibu. Puisi ini berjudul “Cuma Emak yang Tahu Rasanya” karya Khofifah Indar Parawansa.

 

Berikut kutipan puisi :

Saat emak baru saja memejamkan mata, pecahlah tangisan si kecil dengan nyaringnya

Dalam keadaan mengantuk anak pun harus digendong sepenuh cinta...
Bagaimana rasanya?
Cuma emak yang tahu rasanya

 

Saat lapar melanda, terbayang makanan enak di atas meja

Ketika suapan pertama anak pup di celana
Bagaimana rasanya?
Cuma emak yang tahu rasanya

 

Ah... di balik kerepotan itu semua

Namun ada jua surga di dalamnya

Cuma emak yang tahu lezatnya makna senyuman anak yang diberikan, 
Pelukan anak, ucapan cinta anak yang tampak sederhana di hadapan orang....

 






Features

Wanita Penggoda di Jalan Raya Bekasi Timur

Minggu, 05 April 2015 12:48:21
Editor : | Reporter :

Wanita Penggoda di Jalan Raya Bekasi Timur
Wanita Penggoda di Jalan Raya Bekasi Timur

Share this








Jatinegara - Mungkin sahabat infonitas.com sudah tahu, jika di sepanjang Jalan Raya Bekasi Timur, mulai dari Kolong jembatan Jatinegara hingga ke depan Rutan Cipinang banyak wanita-wanita pemuas birahi para hidung belang berkeliaran. Dengan pakaian seksi, dan usia yang masih relatif muda, kerap banyak terlihat wanita berdiri dipinggir jalan itu. Bak joki 3in1 yang sesekali melambaikan tangannya kepada pengendara dengan gaya khas yang menggoda untuk menjajakan dirinya.

Namun, mereka yang kita ketahui selama ini sebagai pekerja seks komersial ternyata ‎bukanlah demikian. Meski berpakaian seksi serta menggoda para pengendara lalu lintas, ternyata cara itu hanya merupakan sebuah modus. Mereka ternyata adalah wanita tukang ngeret, alias suka morotin laki-laki hidung belang.

Sebut saja Pajar, (32), pria warga Pondok Kopi yang baru pulang dari Arab Saudi ini mengaku, dirinya sudah menjadi korban para wanita pengeret dilokasi itu. Dengan wajah cantik, dan usia muda, menjadi jurus andalan mereka untuk memangsa korbannya. Pajar bercerita, awal dirinya menjadi korban dilokasi tersebut, saat itu dirinya hendak akan ke Pondok Kopi Jakarta Timur, ditengah jalan tepat dilokasi tersebut seorang wanita cantik melambai tanpa pikir panjang dirinya pun menghampiri sang wanita itu.

Saat berbincang, Pajar diajak untuk berkencan, dengan tarif yang sangat murah. Tanpa pikir panjang Pajar menyanggupi tawaran untuk berkencan. "Waktu saya tanya tarif, dia bilang cuma Rp. 50 ribu sekali kencan. Karena cantik dan  murah saya mau dong," jelasnya.

Usai sepakat dengan harga, wanita cantik tersebut mengajaknya kesebuah tempat yang mengaku tempat kost-nya. Sesampainya di lokasi, ia disuguhkan minuman jenis bir dan makanan ringan. Bosan dengan berbincang disertai menenggak bir, Pajar pun mulai mengajak wanita itu untuk berkencan. Sebelum beranjak dari tempat duduk bill pembayaran yang disodorkan ternyata sampai 500 ribu.

"Saya baru minum bir putih 2 botol, satu kacang, sudah bayar 500 ribu, karena takut malu, terpaksa saya bayar," ungkapnya.

Tak sampai disitu, sebelum diajak masuk kamar, Pajar terlebih dahulu harus pamit kepada 'sang mami'. Dan untuk pamit membawa si wanita, ia harus dipatok 200 ribu lagi. "Belum apa-apa saya sudah habis banyak duit, modus mereka begitu. Wanita itu emang ga niat kencan. Dari glagatnya juga saya tahu," ungkapnya.

Merasa dirinya ditipu dan dipersulit akhirnya Pajar meninggalkan lokasi, penuh kesialan.

Apa yang dialami Pajar, tak jauh berbeda dengan Zulham, (35). Pria asal Sumatra utara Ini juga menjadi korban para wanita pengeret disana. Ia mengaku para wanita yang ada disana sebenarnya bukan pelacur tapi pengeret. Bahkan saat baru masuk ke tempat wanita tersebut, dirinya sudah dibebankan biaya lokasi sebesar Rp. 25 ribu. 

"Padahal tempatnya aja kumuh. Jadi mereka yang disitu bukan jablay.  Mereka banyak disitu yang kerjanya cuma jadi pengeret, laki-laki. Untuk diajak kencan pun si wanita itu sebenarnya tidak mau," paparnya.

Lanjut Zulham, dirinya menjadi korban kala itu juga dirinya ditawari 50 ribu sekali kencan. Hanya saja, berbeda dengan yang dilakukan oleh Pajar yang membayar,  Zulham tak mau membayar meski bill yang disodorkan bernilai Rp. 500 ribu. "Saya sampai sempat ajak berantem, karena saya waktu itu juga ga punya duit. Saya cuma ngantongin Rp. 150 ribu, tapi saya dipaksa bayar waktu itu," kenangnya. 

Di ruangan tersebut kata Zulham, ada seorang pria bertato, yang sengaja dikhususkan untuk menagih pembayaran. Ketika pelanggan tak mau bayar pria itu akan turun tangan. "Dia sempat mendatangi saya. Saya bilang ga punya duit sebanyak Rp.500 ribu. Sampe dompet saya disuruh buka. Akhirnya, saya waktu itu hanya ditagih Rp.120 ribu. Sisanya saya bilang buat bensin," kenangnya dengan terbahak sembari berpesan hati-hati dengan wanita pengerek di Jalan Raya Bekasi Timur.







Features

Inilah Pesona Air Terjun Niagara Versi Bekasi

Sabtu, 08 Agustus 2015 13:37:35
Editor : rudiyansyah | Reporter :

Curug Parigi, Niagara mini di Kota Bekasi
Curug Parigi, Niagara mini di Kota Bekasi

Share this








Faktor kemiripan dengan Air Terjun Niagara membuat pengunjung berbondong-bondong mendatangi air terjun unik di Bekasi ini.

BEKASI - Siapa yang tak kenal Air Terjun Niagara di belahan Amerika sana? Keindahannya mampu menghipnotis setiap orang yang berkunjung karena keindahan derasnya air mengalir dari atas bukit dan memanjang.

Namun, siapa kira bila Niagara dengam bentuk lebih kecil bisa kita temukan tak jauh dari Ibu Kota Jakarta. Di bilangan Bekasi tepatnya, terdapat Curug Parigi, sebuah air terjun alami yang memiliki tampilan mirip dengan Air Terjun Niagara nun jauh di sana.

Curug Parigi hanya memiliki ketinggian sekitar 2 meter namun dengan bentuk yang memanjang yang tampak seperti Air Terjun Niagara dalam versi kecilnya. Kendati begitu, daya tarik nya mampu membuat masyarakat datang dengan rasa penasaran yang tinggi.

Seperti salah satu pengunjung, Erik (30) yang tinggal di Jati Asih, Bekasi mengaku datang ke Curug Parigi karena penasaran dengan pemberitaan yang menyebutkan tempat tersebut mirip dengan Air Terjun Niagara. Menurutnya Curug Parigi dapat menjadi daya tarik wisatawan jika dikelola dengan baik dan berdampak baik pada Kota Bekasi itu sendiri.

"Saya baru sekali kesini karena melihat pemberitaan tentang Curug Parigi yang disamain sama Air Terjun Niagara, ternyata cukup bagus juga cocok buat jadi destinasi wisata kota Bekasi," katanya kepada Infonitas.com, Sabtu (8/8/2015).

Namun untuk menuju Curug Parigi bisa terbilang tak mudah karena letaknya cukup terpencil. Lokasinya persis berada di belakang kompleks perumahan Villa Nusa Indah 5 dan juga pabrik-pabrik yang ada berada di Jalan Raya Narogong-Cileungsi, Bekasi.

Curug Parigi bisa dijangkau dengan kendaraan pribadi dari Kota Bekasi mengambil rute Jalan Narogong – Pasar Bantar Gebang – Pangkalan 5 – Villa Nusa Indah.

Keindahan yang dapat memanjakan mata memang cocok dihabiskan pada saat waktu liburan, terlebih jika musim hujan dimana debit air di Curug Parigi akan deras. Pesona Curug Parigi juga dapat menjadi daya tarik tersendiri untuk para fotografer yang ingin mengabadikan momen keindahan alamnya.







Features

Daging Sapi Vs Daging Ayam, Pedagang yang Babak Belur

Minggu, 23 Agustus 2015 15:36:49
Editor : Denny | Reporter :

Pedagang daging sapi vs pedagang daging ayam
Pedagang daging sapi vs pedagang daging ayam

Share this








Pemkot Bekasi sudah berencana melakukan Operasi Pasar untuk mengatasi mahalnya harga daging sapi dan ayam. Namun belum tahu kapan diadakan.

BEKASI - Beberapa waktu belakangan masyarakat kian dibebani dengan sejumlah kenaikan harga kebutuhan pokok, terutama jenis daging. Pertama dimulai oleh meroketnya harga daging sapi sejak lebaran. Namun beberapa lama kemudian, daging ayam juga tak mau kalah ikutan melambung harganya.

Di Kota Bekasi sendiri, harga daging sapi sejak bulan puasa tidak mengalami penurunan. Dari semula harganya Rp 95 ribu, sempat menyentuh jadi Rp 145 ribu. Sebagian besar pedagang di pasar-pasar Bekasi melakukan aksi mogok berjualan karena takut tak ada pembeli.

Sontak kenaikan harga membuat pedagang daging sapi mengalami penurunan penjualan. Pedagang daging di PasarJati Asih, Kota Bekasi Ira (44) mengatakan, omsetnya menurun yang cukup signifikan, dari sebelumnya bisa puluhan orang yang membeli, kini hanya hitungan jari dalam sehari.

Belum selesai soal gejolak daging sapi, harga daging ayam giliran unjuk gigi. Salah seorang pedagang daging ayam di Pasar Baru Bekasi, Eja (35) mengatakan, kenaikan harga daging terjadi sejak beberapa hari terakhir di dua pekan terakhir.

Bedanya, dia enggan mengikuti jejak pedagang daging sapi yang mogok. Eja dan pedagang ayam potong lainnya sepakat untuk terus berjualan, meski mereka merasa sulit.

Dia menjelaskan, semula harga daging ayam berada di kisaran Rp 25 ribu per kilogramnya. Namun sejak mengalami kenaikan, harganya mencapai Rp 35 ribu perkilo.

Salah satu yang terkena dampak dari mahalnya daging ayam ialah para pedagang ayam goreng kaki lima atau fried chicken. Salah satu pedagang ayam fried chicken kaki lima di Pekayon, Kota Bekasi Andi (32) mengeluhkan kenaikan yang terjadi pada daging ayam.

Ia mengaku turut serta menaikan harga ayam jualannya karena tidak mau merugi terlalu banyak. Harga jual dagangannya naik sekitar Rp 1.500 per potong. "Harga saat belum dinaikan berkisar di Rp 6.000 sampai Rp 7.000, tapi sekarang saya jual Rp 8.000 sampai Rp 9.500," katanya, Jumat (21/8/2015) lalu.

Sebenarnya dalam menanggapi fenomena ini Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi sudah beraksi agar masyarakat tak kesusahan. Melalui Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop), Kota Bekasi akan mengadakan Operasi Pasar murah.

Kabid Perdagangan Disperindagkop Kota Bekasi, Herbert Panjaitan, mengatakan Operasi Pasar murah dilakukan guna mengantisipasi kelangkaan pada daging sapi maupun ayam.

Ia pun menambahkan, Bulog akan diajak bekerjasama dalam menggelar Operasi Pasar. Namun hingga kini pihaknya belum tau kapan Operasi Pasar akan dilakukan.







Features

Menikmati Segarnya Sayur Gabus Pucung Khas Bekasi

Sabtu, 05 September 2015 11:45:47
Editor : Denny | Reporter :

Sayur gabus pucung khas Bekasi
Sayur gabus pucung khas Bekasi

Share this








Penampilan menu yang satu ini sekilas seperti rawon khas Surabaya, namun sayur gabus pucung menggunakan ikan gabus sebagai bahan utamanya.

BEKASI - Apa santapan siang anda siang ini? Kalau belum punya ide, tak ada salahnya meluncur ke Kota Bekasi untuk mencicipi sebuah menu khas daerah penyangga Jakarta itu. Sayur gabus pucung namanya, makanan ini sudah cukup kesohor di Bekasi hingga mudah ditemukan di beberapa titik.

Sekilas pertama kali memandangnya, hidangan sayur gabus pucung tampak seperti rawon Surabaya, karena hitam dan kentalnya kuah. Namun yang membedakan adalah bahan dasarnya, yakni menggunakan ikan gabus.

Warna hitam yang membuat nafsu makan bertambah pada sayur gabus pucung, berasal dari keluwek atau kluwek atau pucung. Tak sampai di situ kelezatan kluwek dipadukan dengan rempah lain seperti lengkuas dan daun salam. Dalam penyajiannya pun, masakan khas Bekasi ini juga menggunakan daun jeruk serta tomat untuk menambah cita rasa gurih dan manis.

Dipilihnya ikan gabus sebagai bahan utama menu ini juga tak lepas dari sejarah. Sedikit menarik ke belakang, Bekasi pada tempo dulu terdiri dari rawa-rawa yang di dalamnya terdapat banyak ikan termasuk ikan gabus yang menjadi bahan utama sayur ini.

Saat ini, memang sayur gabus pucung sudah bukan menjadi menu utama warga Bekasi. Selain karena munculnya menu-menu baru yang lebih modern dan variatif, bahan dasar ikan gabus ternyata juga cukup sulit ditemukan.

Namun bagi anda yang ingin mencoba sensasi panganan khas Betawi ini tidak perlu khawatir, karena masih ada beberapa tempat yang menjajakan makanan tersebut. Di antaranya berada di Jalan Jend Soedirman (Sayur Gabus Pak Lukman), Jalan Pekayon (Dekat Bekasi Square) dan di daerah Medan Satria (Sayur Gabus Bekasi Pak Udin).

Pemerintah Kota Bekasi pun sadar akan identitas aslinya, termasuk ingin melestarikan sayur gabus pucung. Bulan Maret lalu, Pemkot Bekasi membagikan 3.000 menu sayur gabus pucung kepada warga di acara hari bebas kendaraan.

Jadi untuk kalian yang sedang berkunjung ke kota Bekasi jangan lupa untuk mencicipi nikmatnya sayur gabus pucung.







Features

Cerita Hok Lay Kiong, Klenteng Tertua di Bekasi

Minggu, 13 September 2015 15:18:16
Editor : Denny | Reporter :

Salah satu sudut Klenteng Hok Lay Kiong di Bekasi
Salah satu sudut Klenteng Hok Lay Kiong di Bekasi

Share this








Banyak yang mengunjungi Klenteng Hok Lay Kiong karena dipercaya bisa memperlancar rezeki.

BEKASI - Sebagai salah satu wilayah penyangga Ibu Kota Jakarta, Bekasi memiliki berbagai potensi besar. Salah satunya adalah pariwisata bertema keagamaan. Nah, mungkin tempat yang menarik dikunjungi ialah Klenteng Hok Lay Kiong.

Tempat ibadah pemeluk agama Konghucu ini patut dikunjungi karena menyimpan kebudayaan dan sejarah para keturunan Tionghoa yang tinggal di Bekasi sejak dahulu.

Berdiri sekitar 300 tahun silam, wajar saja jika klenteng Hok Lay Kiong disebut yang tertua di kota Bekasi. Kendati memiliki usia bangunan yang sudah sangat tua, namun kokohnya bangunan dan tegaknya tiang penyangga menjadi bukti klenteng tersebut tak lekang dimakan zaman.

Saat memasuki klenteng yang berada di Jalan Kenari 1, Margahayu, Bekasi Timur ini, pengunjung disambut dengan ciri khas klenteng berwarna merah dengan ornamen naga.

Berdasarkan penjelasan Darmawan, salah seorang pengurus klenteng, arti nama Hok Lay Kiong sendiri adalah istana yang mendatangkan rezeki. Tak heran, tempat ini selalu dikunjungi mereka yang percaya akan limpahan rezeki setelah datang ke Klenteng Hok Lay Kiong.

Berjalan memasuki bangunan, terdapat beberapa arca dewa-dewi yang ditempatkan di beberapa sudut ruangan. Seperti dewa bumi, dewa air, dewa angin, hingga dewi Kwan Im yang merupakan salah satu dewi yang paling dipuja oleh pemeluk Konghucu.

“Sepanjang tahun, kami sering mengadakan upacara dan perayaan keagamaan seperti Tabur Sial, Pukul Bedug, kemudian tahun baru Imlek dan perayaan Cap Go Meh,” ujar Darmawan saat ditemui belum lama ini.

Dia pun menjelaskan, klenteng yang berdiri di atas lahan seluas 650 meter persegi ini bebas dikunjungi oleh siapapun, tak harus yang beragama Konghucu.

Setiap warga yang berkunjung pun akan disambut baik kehadirannya oleh para pengurus klenteng. Tidak  ada salahnya saat akhir pekan seperti ini, warga Bekasi dan sekitarnya berkunjung ke Klenteng Hok Lay Kiong untuk lebih mengenal kebudayaan Tionghoa.







Features

Sekolahku Sayang, Atap Sekolahku yang Malang

Minggu, 13 September 2015 17:35:30
Editor : Denny | Reporter :

Seorang siswa SDN jatikramat VI meratapi atap kelasnya yang ambruk
Seorang siswa SDN jatikramat VI meratapi atap kelasnya yang ambruk

Share this








Dengan runtuhnya atap bangunan sekolah, sebanyak 340 murid SDN Jatikramat VI, Kota Bekasi harus belajar selama 4 sesi.

BEKASI - Ironi kembali terjadi di dunia pendidikan Indonesia. Sebuah sekolah ambruk yang tak jauh dari Jakarta karena tak mendapat perbaikan sejak lama. Bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Jatiramat VI, yang berada di Jatiasih, Kota Bekasi ini sekarang tak layak untuk digunakan siswanya menimba ilmu.

Atap yang langsung mengadap langit serta bangunan yang tampak tua dan usang menjadi pemandangan sehari-hari. Salah seorang guru SDN Jatikramat VI Riky menjelaskan, ada sebanyak dua buah ruangan yang atapnya ambruk dan kondisi bangunan yang memprihatinkan.

Menurutnya akibat dari ambrolnya atap kelas, kini para siswa siswi hanya dapat menggunakan sebanyak tiga kelas secara bergantian. Kondisi kayu yang lapuk karena terkena cuaca hujan dan panas menjadi penyebab atap ambruk.

Kelas yang tidak beratap tampak memprihatinkan, tumpukan meja dan bangku serta cat yang mulai tidak tampak jelas memberi bukti belum memadainya infrastruktur penunjang pendidikan. Kurangnya kelas belajar mengajar di SDN Jatikramat VI membuat sebanyak 340 murid harus rela belajar dalam 4 sesi setiap harinya.

Dengan kondisi tersebut, dipastikan para siswa siswi tidak bisa menerima pelajaran secara optimal. Padahal pihak sekolah sudah melayangkan permohonan surat perbaikan ruang kelas kepada Pemkot Bekasi pada Juni 2015 lalu, namun belum ada tanggapan hingga saat ini.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Rudi Sabarudin berjanji akan melakukan perbaikan sekolah tersebut pada tahun 2016 mendatang. Hal tersebut disebabkan anggaran pada tahun 2015 sudah tidak mencukupi.

Sudah seharusnya instansi terkait memberikan yang terbaik dalam dunia pendidikan, karena jika mutu pendidikan sudah ditingkatkan melalui sarana dan prasarana, maka generasi muda pun memiliki mutu yang baik.







Features

Mencicipi Sedapnya Kuliner Khas Banjarmasin di Bekasi

Sabtu, 26 September 2015 15:43:26
Editor : rudiyansyah | Reporter :

Festival Kuliner Banjar di Summarecon Mall Bekasi
Festival Kuliner Banjar di Summarecon Mall Bekasi

Share this








Tak hanya makanan khas Banjarmasin yang disajikan, namun suasana kota Banjarmasin juga turut dihadirkan.

BEKASI - Belum memiliki rencana untuk menghabiskan akhir pekan? Bagi kalian yang gemar berwisata kuliner, cobalah berkunjung ke Festival Kuliner Bekasi (FKB) 2015 di Summarecon Mall Bekasi. Kegiatan ini merupakan wadah yang tepat bagi para pecinta makanan untuk merasakan segala macam rasa makanan dalam negeri.

Setelah sebelumnya pada 2013 lalu mengangkat tema Kampung Sampireun dan tahun lalu menggaungkan tema Kampung Wong Kito, maka FKB 2015 kali ini mengangkat tema Kampung Banjar. Ajang tahunan ini selalu dinanti masyarakat karena kerap menyajikan makanan daerah yang jarang ditemui.

General Manager Operation dari Summarecon Mall Bekasi Willy Effendy menjelaskan, festival kuliner ini menghadirkan lebih dari 200 sajian khas Nusantara, yang ditawarkan oleh 81 tenant yang terdiri dari 53 booth dan 28 gerobak. 

Tak hanya itu, tambah Willy, nuansa Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, yang terkenal sebagai Kota Seribu Sungai tampak disuguhkan kepada para pengunjung.

“Bahkan Meja makan pun turut disulap berbentuk kapal sehingga menghadirkan suasana makan di tengah-tengah tengah sungai,” ujarnya belum lama ini.

Festival kuliner yang telah dibuka sejak Rabu (23/9/2015) hingga 18 Oktober 2015 mendatang, menyajikan makanan khas Banjarmasin seperti Soto Banjar, Nasi Kuning, Es Kelapa Muda, dan masih banyak lagi.

Bagi para pengunjung yang ingin berbelanja, sistem transaksi pembayaran di festival kuliner ini menggunakan kartu top-up yang bisa didapatkan di kasir. FKB pun buka setiap hari, mulai pukul 10.00 – 22.00 WIB, atau mengikuti jam operasional mal.







Features

Menunggu Hadirnya Jalur Khusus Sepeda di Bekasi

Minggu, 04 Oktober 2015 17:12:31
Editor : Denny | Reporter :

Jalur pedestrian di Kota Bekasi
Jalur pedestrian di Kota Bekasi

Share this








BEKASI - Pembangunan infrastruktur terus dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi guna mewujudkan tata kota yang baik. Pada Jumat (2/10/2015) kemarin, pihak Dinas Bina Marga dan Tata Air (Disbimarta) Kota Bekasi, melakukan pembangunan tahap pertama jalur pedestrian yang berada di Jalan KH Noer Ali.

Jalur pedestrian tahap satu pada sisi kiri jalan dari arah Jakarta akan dibangun dengan panjang 600 meter serta lebar 5 meter. Nantinya jalur pedestrian di Jalan KH Noer Ali tak hanya diperuntukan bagi para pejalan kaki, tapi dapat dilalui juga oleh pengguna sepeda. Selain itu langkah penghijauan yang dilakukan juga dijamin akan mempercantik jalur tersebut.

Kepala Disbimarta Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono belum lama ini mengatakan, selama ini masyarakat Kota Bekasi hanya dapat menikmati jalur bebas kendaraan bermotor hanya saat Car Free Day (CFD), namun nanti setelah proyek itu rampung, warga dapat merasakan bebas dari kendaraan setiap hari.

“Kalau jalur pedestrian telah rampung dikerjakan, masyarakat bisa menikmati jalur yang bebas kendaraan bermotor setiap hari, tanpa harus menunggu hingga kegiatan CFD," ucapnya.

Diharapkan dengan adanya penambahan fasilitas umum yang tengah dikerjakan, dapat merubah pola hidup masyarakat yang tadinya bergantung pada kendaraan bermotor dalam beraktifitas, dapat beralih menggunakan sepeda.

Menurutnya lagi, selama ini tidak sedikit warga yang berkeinginan menggunakan sepeda untuk beraktivitas, namun belum adanya jalur khusus membuat mereka enggan melakukannya. Dengan adanya jalur pedestrian sekaligus jalur untuk pesepeda itu,  solusi mengurangi polusi serta kemacetan sedikit terpecahkan.

Tri melanjutkan, untuk meniadakan tiang listrik dan telepon di sepanjang jalur itu, pihaknya akan membuat jaringan teritegrasi dengan memanfaatkan ruang di bawah jalur pedestrian.

Pembangunan jalur pedestrian untuk tahap pertama ditargetkan rampung pada akhir tahun 2015, dengan menelan anggarannya sebesar Rp 15 miliar. Untuk pembangunan tahap kedua, akan berlokasi di Pintu Tol Bintara hingga Kampung Dua dengan menggunakan dana bantuan dari DKI Jakarta.

Adanya fasilitas bagi pengguna sepeda dan pejalan kaki disambut baik warga Bekasi. Seperti salah seorang warga Pekayon, Dinda (27) mengatakan, pembangunan jalur khusus sepeda itu akan berdampak positif bagi lingkungan, mengingat polusi yang terjadi dikota Bekasi sudah semakin parah.

Ia juga menambahkan, saat ini para pejalan kaki dan pengguna sepeda belum memiliki jalur yang bisa dikatakan aman dari kendaraan bermotor, sehingga risiko keselamatan masih minim.

Dinda pun berpesan agar nanti setelah jalur pedestrian rampung dikerjakan, dapat dilakukan perawatan serta penjagaan agar para pengendara motor tidak mengambil jalur yang bukan haknya.

"Kalau dibuat doang tanpa di rawat atau dijaga percuma, nanti nasibnya sama kaya trotoar saat ini yang suka dipake para pengguna motor," katanya.







Features

Mengenal Keunikan Motif Batik dari Kota Bekasi

Minggu, 04 Oktober 2015 17:30:45
Editor : Denny | Reporter :

Batik Bekasi
Batik Bekasi

Share this








Batik asal Kota Bekasi yang memiliki unsur budaya Betawi dan pengaruh dari budaya Sunda. Coraknya kebanyakan berupa flora dan fauna.

BEKASI - Batik merupakan salah satu warisan budaya negara Indonesia yang telah diakui oleh dunia Internasional lantaram sudah ditetapkan oleh UNESCO sebagai Warisan Kebudayaan Dunia. Pada 2009 lalu, batik dilabeli ”The Representative List of the Intangible Culture Heritage of Humanity” oleh UNESCO.

Oleh karena itu, setiap tanggal 2 Oktober pun diperingati sebagai Hari Batik Nasional. Suatu daerah memiliki jenis batik yang beraneka ragam mulai dari keunikan, ciri khas, dan unsur yang terdapat di dalam kain batik itu sendiri. Dengan adanya ciri dari masing-masing daerah, batik Indonesia menjadi sangat kaya corak, motif sekaligus warna.

Seperti daerah lainnya, pengerajin kain batik memiliki ciri khas dalam unsur batik. Pun begitu perihal batik Kota Bekasi. Keunikan coraknya merupakan daya tarik tersendiri bagi pecinta batik. Batik asal Kota Bekasi yang memiliki unsur budaya Betawi dan pengaruh dari budaya Sunda. Ciri khas batik Bekasi sendiri menggambarkan mangon (gotong royong), dana nandur (tanam mundur) dan rawa-rawa.

Salah satu yang terkenal dari kota Bekasi yaitu Batik Seraci. Batik ini sendiri bisa dibilang menjadi penengah antara budaya batik Sunda dan Betawi. Batik Seraci bisa diterima dengan baik oleh Bekasi, dan Sunda bahkan Jakarta. Bahkan Seraci Batik menjadi ‘rebutan’ antara Jakarta dan Bekasi.

Batik Seraci pun mengandung unsur budaya Betawi seperti motif ondel - ondel, delman, monas, serta jawara Betawi seperti Si Pitung.

Pemerintah kota Bekasi sendiri telah mematenkan ciri khas dari motif batik Bekasi tersebut. Untuk corak batik yang ditetapkan menjadi pakem motif Bekasi, terdiri dari 5 motif yaitu corak flora, fauna, sejarah, budaya dan batik terang.

Untuk batik bercorak flora antara lain terdiri dari bambu, buah kecapi dan teratai. Corak fauna diwakili oleh ikan gabus, ikan sepat dan ikan betik. Sedangkan corak sejarah antara lain, gedung Juang Tambun, monumen perjuangan, Kali Bekasi, bendo (senjata), dan bambu runcing.

Corak budaya antara lain tari topeng, dandang (panci), legenda rawa tembaga, permainan anak, seperti benteng dan dampu serta tanjidor. Terakhir adalah batik terang atau warna yaitu hijau lumut, hijau daun dan merah tanah.

Keberagaman kain batik yang telah mendunia sudah sepatutnya menjadi kebanggaan yang dirasakan masyarakat Indonesia. Oleh sebab itu sudah suatu keharusan bagi orang Indonesia untuk lebih dapat menghargai serta melestarikan dengan mengenakan batik dalam berkegiatan sebagai identitas bangsa.







Features

Jam Operasional Salah, Truk Sampah Bermasalah

Sabtu, 24 Oktober 2015 12:00:43
Editor : Denny | Reporter :

Truk sampah DKI sedang parkir di Bekasi
Truk sampah DKI sedang parkir di Bekasi

Share this








Bahkan DPRD Kota Bekasi akan memanggil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama untuk meminta pertanggung jawaban.

BEKASI - Pemerintah Kota Bekasi Komisi A DPRD Kota Bekasi bersama dengan Satpol PP dan Dishub Kota Bekasi melakukan inspeksi terhadap truk pengangkut sampah asal DKI Jakarta pada Rabu (21/10/2015) lalu. Langkah tersebut bukanlah tanpa sebab, melainkan adanya pelanggaran perjanjiaan yang dilakukan Pemprov DKI dengan Pemkot Bekasi.

Sekretaris Komisi A DPRD Kota Bekasi Solihin mengungkapkan, perjanjian operasional yang dilanggar berupa waktu pendistribusian sampah dari DKI menuju tempat pembuangan sampah terakhir (TPST) Bantar Gebang yang seharusnya berlangsung malam hari mulai pukul 21.00 hingga 05.00, tetapi dilakukan di siang hari.

Poin lain yang menjadi perjanjian adalah rute yang dilewati truk sampah asal DKI, di mana truk hanya diperbolehkan melewati jalur Transyogi atau Jalan Alternatif Cibubur. Namun bukannya melewati jalur yang ditetapkan, enam buah truk sampah didapati melintas di Jalan Raya Cipendawa, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi saat inspeksi berlangsung.

Selain pelanggaran kesepakatan, diketahui para sopir truk sampah tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM) B khusus untuk truk. Kemudian Surat tanda nomer kendaraan (STNK) truk yang dibawa pun tidak asli melainkan fotokopi.

Lolosnya truk pengangkut sampah DKI yang beroperasi pada siang hari, diduga karena adanya tiga buah stiker yang terpampang di dalam truk sampah. Berdasarkan pengakuan seorang sopir truk sampah asal Jakarta, Sahrono, ia berani membawa truk sampah menuju TPST Bantar Gebang pada siang hari lantaran telah memiliki stiker yang dapat memudahkannya melintas di Jalan Cipendawa.

Ia mengaku telah membayar stiker pas sebesar Rp 110 ribu yang berlaku selama satu bulan. Stiker yang menempel memiliki fungsi melancarkan perjalanan truk sampah asal DKI Jakarta di siang hari lewat Cipendawa.

Setidaknya terdapat tiga stiker yang menempel di dalam truk sampah, yaitu bertuliskan SUF Jatiasih, kemudian stiker bertuliskan IW dengan logo Dishub, dan stiker bertuliskan Pas Jatiasih.

Untuk menuntaskan permasalahan tersebut Ketua Komisi A DPRD Kota Bekasi, Ariyanto Hendrata mengaku akan memanggil Basuki Tjahaja Purnama sebagai Gubernur DKI Jakarta, guna menjelaskan adanya temuan pelanggaran perjanjian.

"Pekan depan kita akan layangkan surat pemanggilan, terkait adanya temuan pelanggaran jalur perlintasan truk sampah, kemudian jumlah sampah yang dibuang sudah melebihi kapasitas," ucapnya.

Untuk mencegah terjadinya kembali pelanggaran yang dilakukan truk sampah, pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi berencana akan lebih mengintensifkan inspeksi terhadap truk sampah yang menyimpang.

Kepala Dishub Kota Bekasi Yayan Yuliana menegaskan, pihaknya akan melakukan razia yang sebelumnya dilakukan dalam kurun waktu satu minggu sekali, kali ini ditingkatkan menjadi tiga kali dalam seminggu.

Razia difokuskan pada wilayah yang kerap dilalui truk pengangkut sampah, seperti Jalan Cipendawa dan Jatiasih. Diharapkan dengan adanya razia akan memberikan efek jera kepada para pengemudi, serta dapat menaati perjanjian kesepakatan yang telah dibuat Pemprov DKI dengan Pemkot Bekasi.