Features

Cara Kerja Pencuri dengan Modus Gembos Ban

Kamis, 02 Maret 2017 15:00:00
Editor : Dany Putra | Reporter : Wahyu Muntinanto

Polres Metro Jakarta Barat meringkus dua pelaku spesialis pencurian dengan modus gembos ban.
Polres Metro Jakarta Barat meringkus dua pelaku spesialis pencurian dengan modus gembos ban.

Share this





Tiap kali beraksi pelaku beserta kelompoknya selalu mencari jalur yang sepi dilalui kendaraan roda empat.

PALMERAH – Bagi pengmudi kendaraan roda empat kini harus lebih waspada dalam mengendarai kendaaran, terutama saat melintasi di jalan sepi dan minim penerangan. Pasalnya, belakangan ini banyak sekali yang menjadi korban pencurian dengan modus meneriaki pengemudi mobil jika ban kendaraanya gembos.

Salah satu korbanya FH (30), dia sempat menjadi korban oleh komplotan jaringan asal Lampung yang di ketuai oleh Agus Wanto (35) dan Santoso (42). Bahkan, dalam pencurian tersebut korban sempat kehilangan uang sebesar Rp 30 juta.

"Mereka kerap beraksi di wilayah DKI Jakarta terutama di pinggiran Ibu Kota seperti di wilayah Kembangan, Tambora, Cengkareng, dan Grogol," ujar Kasat Reskrim AKBP Andi Adnan didampingi Kanit Krimum AKP Rulian Syauri dan Kasubnit Jatanras Iptu Pradita Yulandi di halaman Polres Jakbar, Kamis (2/2/2017).

Mencari Jalan Sepi

Tiap kali beraksi pelaku beserta kelompoknya selalu mencari jalur yang sepi dilalui kendaraan roda empat. Setelah mendapat target, salah seorang pelaku meneriaki pengemudi sambil menggetuk kaca mobil dan bilang "ban gembos". Ketika korban percaya, korban pun memberhentikan mobilnya.

Setelah itu, pelaku Agus mulai mengajak ngobrol korban untuk mengalihkan perhatian. Sementara pelaku Susanto bertugas untuk ‎mengambil barang-barang berharga korban. "Kebetulan saat itu FH baru mengambil uang dari bank, alhasil tas yang disimpan di belakang kemudi digondol pelaku," tuturnya.

Oleh karena itu, Rulian mengimbau agar pengendara nobil menghindari jalan yang sepi dan minim penerangan. Tak hanya itu, jika ada seseorang yang berteriak ban kendaran bocor, diminta tidak lekas percaya dan menghentikan laju kendaraan.

“Carilah lokasi yang ramai dan baru anda mengecek ban mobil, lalu jika ada yang meneriaki bocer ban sebaiknya kontrol melalui stang lendaraan dengan menggoyangkan stir kendaraan, dan itu akan terasa jika ban kendaraan anda bocor," tuturnya.

Dibekuk

Banyaknya laporan pencurian dengan modus ban gembos membuat Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat lekas bertindak dan berhasil membekuk dua kapten komplotan spesialis pencurian dengan modus meneriaki ban mobil gembos. Kedua pelaku bernama Agus Wanto (35) dan Santoso (42).  Keduanya merupakan kapten dari dua kelompok jaringan asal Lampung.

"Kami telah membekuk ketua kelompok atau kapten spesialis pencurian dengan cara meneriaki pengemudi mobil jika ban kendaraanya gembos. Kedunya jaringan asal Lampung," ujar Kasat Reskrim AKBP Andi Adnan.
Andi mengatakan, dalam menjalankan aksinya pelaku selalu berkelompok menggunakan motor. Kemudian salah seorang pelaku meneriaki pengendara mobil yang melintas di jalan sepi di wilayah pinggiran Jakarta.

“Mereka meneriaki korbanya dengan ‘ban gembos mengeluarkan api’. Mereka meneriaki secara berulang-ulang, hingga pengemudi percaya dan turun dari kendaraan untuk mengecek ban mobil tersebut. Selanjutnya pelaku lain mengalihkan perhatian korban, sedangkan pelaku lainya mengambil barang korban dan melarikan diri," tuturnya.

Andi melanjutlan, polisi sering kali mendapatkan laporan terkait tindak pencurian seperti ini. Pihaknya langsung menelusuri keberadaan pelaku. Hingga akhirnya ke dua pelaku dapat di lumpuhkan dengan timah panas di tempat berbeda.

"Dua pelaku kami tangkap di Apartemen Rajawali, Jakarta Pusat dan Lampung. Sebelum ditangkap pelaku sempat kabur, tapi kami ambil tindakan tegas dan terukur‎ yang mengenai kaki kanan kedua pelaku," ungkapnya.

Dari tangan kedua pelaku, polisi menyita barang bukti uang Rp 30 juta hasil kejahatan dan dua unit sepeda motor pelaku yang kerap digunakan untuk beraksi. “Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya pelaku dijerat pasal 363 KUHP tentang Pencurian Dengan Pemberatan dengan ancaman 7 tahun penjara,” imbuhnya.






Features

Jejak Peredaran Narkoba di Kampus

Rabu, 20 April 2016 14:33:07
Editor : | Reporter : Adi Wijaya

Ilustrasi narkoba
Ilustrasi narkoba

Share this





Kebanyakan pengguna Narkoba jenis sabu adalah mahasiswa semester awal. Mereka menggunakan Narkoba pada saat event atau acara tertentu.

PALMERAH – Upaya penindakan, penyuluhan, dan pencegahan penyalahgunaan Narkoba sebaiknya tidak hanya sebatas di lingkungan pemukiman, tetapi juga di lingkungan kampus. Jejak Narkoba di lingkungan pendidikan saat ini sudah sangat membahayakan. Dengan bebas mahasiswa bisa menggunakan barang haram di sudut-sudut kampus.

Apalagi diawal reformasi jargon yang menyebutkan aparat tidak boleh masuk kampus, dimanfaatkan para bandar dan pengedar Narkoba. Oleh karena itu perang terhadap Narkoba harus dilakukan disetiap lini. Pasalnya, beberapa hasil pengungkapan kasus Narkoba, para pecandu di kalangan mahasiswa mengonsumsi Narkoba bertujuan untuk hura-hura bersama rekannya, dan lebih cenderung dijadikan sebagai gaya hidup.

Seperti yang diceritakan oleh Lily (bukan nama sebenarnya), seorang Gadis kuliah di salah satu perguruan tinggi di Jakarta Barat ini mengaku sudah biasa melayani pelanggan sabu. Kebanyakan dari mereka adalah pemula atau mahasiswa semester awal.

Mudah sekali mendapatkan sabu di dalam kampus. Hanya bermodal kepercayaan, Lily begitu bebas menjalankan bisnis haramnya. Tidak ada mahasiswa yang melapor, karena ruang lingkup pertemanan yang sangat erat.

"Saya cuma kurir, jadi transaksinya cuma kasih sabu ke pelanggan. Bayarnya langsung ke bos," tutur Lily kepada Infonitas.com. Rabu, (20/4/2016).

Kebanyakan para mahasiswa menggunakan sabu bersama-sama saat event-event tertentu. "Mereka sih bilang buat acara pesta ulang tahun atau kelulusan kuliah," ujarnya. Selain itu, alasan mahasiswa menggunakan Narkoba jenis sabu untuk menjaga agar kondisi tubuhnya selalu fit.

"Kalau pakai sabu kan badan jadi terasa kuat, bisa ngga tidur tiga hari. Kalau banyak ujian, ya mereka pakai sabu dulu, jadi kuat buat hadapi ujian, dan tugas kuliah yang menumpuk," paparnya.

Lily menjelaskan, sabu yang dia jual dibagi menjadi tiga kualias sabu. Ada kelas 1, 2, dan 3. Sabu yang masuk ke Indonesia semuanya berasal dari luar. “Untuk kelas satu dan dua masih tergolong bagus, tapi untuk kelas tiga harus dicampur dengan beberapa jenis obat, yang mudah dibeli di apotek," ujarnya.

Namun, peredaran Narkoba di dalam kampus saat ini sedang lesu. Itu akibat maraknya pemberantasan Narkoba yang gencar dilakukan kepolisian. Lily pun mengaku sudah jarang mengantarkan sabu kualitas 1 dan 2, dia hanya bisa mendapatkan stok sabu kualitas nomer 3 sekarang kialitasnya nomer tiga. “Kalau kualitas 3, stoknya masih banyak," ucapnya.

Menanggapi hal ini Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Kombes Pol Rudy Heriyanto Adi Nugroho secara tegas akan memberantas Narkoba dari berbagai kalangan. Dirinya geram dengan peredaran Narkoba disejumlah wilayahnya.

"Kita akan terus buru para 'pemain' narkoba. Terimakasih infonya. Pokoknya tunggu saja hasil pengungkapannya," tuturnya.