Features

Buruknya Jalan Menuju Kepulauan Seribu

Senin, 09 Januari 2017 12:00:00
Editor : Dany Putra | Reporter : Wahyu Muntinanto

Akses menuju Dermaga Kali Adem, Muara Angke selalu digenangi banjir selama belasan tahun.
Akses menuju Dermaga Kali Adem, Muara Angke selalu digenangi banjir selama belasan tahun.

Share this








Selama belasan tahun akses utama menuju Dermaga Kali Adem dan Muara Angke untuj menuju Kepulauan Seribu, selalu digenangi banjir.

PENJARINGAN – Banjir setinggi 30 cm terus menggenangi Jalan Dermaga, Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara. Jalan tersebut merupakan akses utama menuju Pelabuhan Muara Angke dan Pelabuhan Kali Adem, yang kerap digunakan oleh warga sekitar dan wisatawan untuk mencari ikan dan berwisata ke Kepulauan Seribu.

Suasana kumuh terlihat ketika memasuki kawasan Muara angke. Rentetan rumah penduduk yang padat dan sejumlah warga yang melakukan usaha pembuatan ikan asin membuat suasana terlihat semakin tidak sedap di pandang mata. Ditambah dengan kebiasaan warga yang membuang sampah sembarangan, membuat suasana kawasan tersebut semakin kumuh dan menimbulkan bau tak sedap.

Saat ingin menuju ke Pelabuhan Kali Adem dan Muara Ángke wisatawan harus melintasi jalan Dermaga yang selalu terus terus tergenang air meskipun cuaca sedang terik matahari. Air yang hitam dan bau tidak sedap membuat perjalanan menuju pelabuhan merasa tidak nyaman.

Belasan Tahun Banjir

Warga sekitar bernama Taufik (52) mengungkapkan jalan tersebut tidak pernah luput dari banjir. Sejak bekerja sebagai tukang becak di kawasan Muara Angke selama belasan tahun jalan ini usdah banjir. Dia pun bingung mengapa banjir tida pernag surut di kawasan ini. Akibatnya becak miliknya sering rusak dan berkarat akibat terendam air laut yang terus menggenang.

"Saya juga bingung ini banjir mulu gak pernah dibenerin. Becak saya pelek rodanya jadi berkarat. Kalo begini terus jadi cepet rusak dan saya bisa merugi," tuturnya kepada infonitas.com, di Muara Angke, Senin (9/1/2017).

Sementara seorang wisatawan asal Bandung, Devina (25) menyayangkan soal akses menuju Pelabuhan Kali Adem yang kurang baik. Apalagi jalan tersebut merupakan jalan utama menuju pelabuhan untuk mengantarkan wisatawan berlibur ke Kepulauan Seribu.

"Sayang sekali ya sudah banjir, airnya juga bau, sangat tidak terawat. Gimana wisatawan mau berkungjung kalau jalannya aja ke pelabuhan penyebrangan seperti ini," tuturnya.

Dirinya berharap Pemprov DKI atau pun Dinas terkait agar bisa memperbaiki jalan menuju pelabuhan. Karehna hanya di jalan itulah wisatawan dan warga kerap kali melintasi intuk beraktifitas.

"Mudah-mudahan jalan menuju pelabuhan tidak lagi jelek dan bau, suasana kumuh di perkampungan nelayan juga bisa indah. Kalau itu di lakukan pastinya banyak wisatawan yang datang," pungkasnya.