Features

Berlagak Jadi PPSU

Kamis, 09 Maret 2017 18:30:00
Editor : Dany Putra | Reporter : Amin Hayyu Al Bakki

Tiga pelaku yang menyemar jadi anggota PPSU.
Tiga pelaku yang menyemar jadi anggota PPSU.

Share this








Pura-pura membersihkan sampah dari selokan, keempat PPSU gadungan justru menggondol perhiasan milik korban.

PULOGADUNG – Ada-ada saja tingkah orang yang ingin mencari rezeki secara instan, meski harus menipu si calon korban. Begitulah yang dikerjakan oleh empat orang pria bernama Agus Renaldi (32), Syamsudin (46), Baharuddin (35), dan Basri (35). Ingin menjadi kaya mendadak, keempatnya justru berkamuflase menjadi pasukan oranye alias PPSU (Petugas Penanganan Sarana dan Prasarana Umum).

Kepala Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Sapta Maulana mengatakan, keempat pria itu bukanlah pasukan oranye yang sebenarnya. Alih-alih membersihkan sampah dari selokan, keempatnya justru menggondol perhiasan milik korban.

"Ketiga pelaku yakni Agus, Syamsudin, dan Baharudin berhasil ditangkap, sementara Basir saat ini masih kabur dan dalam pengejaran," kata Sapta saat dikonfirmasi di Jatinegara, Kamis (9/3/2017).

Sapta menyampaikan, kelakuan cerdik dan licik para bandit itu terungkap berkat laporan seorang warga berinisial DS yang tinggal di Jalan Pulo Asem Timur nomor 56 RT 15/ RW 04, Kelurahan Jati, Pulogadung, Jakarta Timur. Dia mengaku perhiasannya hilang tak lama setelah para pelaku membersihkan selokan di sekitar rumahnya, pada Rabu (8/3/2017) sore kemarin.

"Jadi si korban ini tidak sadar kalau ada orang yang masuk ke dalam rumah. Soalnya saat kejadian dia diajak ngobrol oleh pelaku lainnya," tambah Sapta.

Bermodalkan Seragam Oranye

Modus keempat pelaku hanya bermodalkan seragam oranye layaknya petugas PPSU, terlebih dahulu mengincar rumah yang mereka nilai bisa dengan mudah disatroni. "Biasanya mereka cari rumah yang sudah tahu kalau penghuninya lagi tinggal sendiri," tutur Sapta.

Begitu dapat, disampaikan Sapta, keempat pelaku mulai melancarkan tipu muslihatnya dengan membersihkan selokan di sekitar rumah calon korbannya. Pembagian tugas pun sudah dilakukan sangat matang oleh pelaku para pelaku.

"Agus sebagai otak pencurian.  Syamsudin dan Baharuddin sebagai pengawas sekaligus joki, sedangkan Basri menjadi pemetik atau yang masuk ke dalam rumah," tambahnya.

Saat Basri masuk dan sibuk mencari barang berharga untuk digasak, si korban saat itu dibuat sibuk dan lengah. Caranya, kata Sapta, dengan menyuruh korban untuk berkeliling ke sekitat area rumah atau selokan yang masih terdapat banyak sampah.

"Jadi korban diajak ke dalam gorong-gorong. Pelaku tahu rumah itu cuma diisi sama satu orang, pelaku lainnya leluasa buat masuk," ungkap Sapta.

Basri pun leluasa menggasak seluruh harta yang ada di dalam lemari. Dengan cepat ia mengambil perhiasan, kamera, dompet hingga handphone yang ada di rumah korban.

"Begitu pelaku selesai menguras harta korban. Mereka lanjut kabur dengan sepeda motor. Korban juga langsung sadar kalau rumahnya kemalingan karena kondisi lemari sudah acak-acakan. Dia lapor ke kami dan tim Buser turun, "tambahnya.

Untung pelaku masih berada tidak jauh dari TKP. Namun, Basri lebih dulu kabur untuk menjual barang rampokan tadi." Besar kemungkinan mereka nunggu si Basri dan mau beraksi lagi. Tapi kita tangkap 3 pelaku terlebih dahulu," tukasnya.



Features

Hanya 3 Menit Motor Bisa Raib

Selasa, 08 November 2016 19:17:28
Editor : Dany Putra | Reporter : Amin Hayyu Al Bakki

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol M. Agung Budijono (tengah) saat gelar perkara kasus curanmor di Mapolres Metro Jakarta Timur, Selasa (8/11/2016).
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol M. Agung Budijono (tengah) saat gelar perkara kasus curanmor di Mapolres Metro Jakarta Timur, Selasa (8/11/2016).

Share this








Komplotan curanmor saat ini dibekali dengan peralatan yang mumpuni untuk melenyapkan motor hanya dalam waktu singkat.

JATINEGARA – Sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) saat ini bekerja semakin canggih dan cepat dalam mencuri kendaraan. Pemilik kendaraan bermotor kini harus ekstra hati-hati dan selalu memberikan pengamanan ganda terhadap kendaraannya.

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol M. Agung Budijono mengatakan, pelaku pencurian saat ini sangat jenius dalam melakukan pencurian. Seperti yang dipraktikkan oleh dua sindikat curanmor yang kerap beraksi di wilayah Jakarta Timur. Mereka sangat lihai dalam membobol kendaraan.

Agung menjelaskan, dengan hanya bermodalkan kunci letter T dan kunci magnet pembuka, kedua sindikat tersebut bisa dengan mudah dan cepat membawa kabur sepeda motor korbannya.

"Kira-kira per hari mereka bisa 5 sampai 6 unit sepeda motor dan untuk mencuri setiap motornya cuma butuh 3 sampai 4 menit saja," kata Agung saat rilis kasus di Mapolres Metro Jakarta Timur, Selasa (8/11/2016).

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Sapta Maulana menjelaskan, sindikat curanmor yang diketuai oleh R dan A sangat teroganisir dengan baik. "Jadi awalnya itu penadah yang di Karawang, Jawa Barat, nelepon nih ketua, hari ini minta misalnya 4 motor," kata Sapta kepada infonitas.com di lokasi yang sama.

Lalu R dan A koordinasi ke komplotannya untuk mencari sasaran sepeda motor yang hendak dicurinya. "Sasaran mereka itu di parkiran tempat umum seperti warnet dan juga yang disimpan di parkiran rumah," tambahnya.

Pakai Senjata Api

Selain semakin cepat dalam mencuri, para sindikat curanmor sat ini juga semakin sadis. Para pelaku membekali diri dengan senjata api. Mereka tidak segan melukai korban yang mengetahui aksinya.

Menurutnya, komplotan ini pun mempersenjatai diri dengan senjata api rakitan jenis revolver yang diperoleh dari kampung halamannya, di Lampung Timur. "Setelah dapat (motor), yang bertugas sebagai joki ini langsung jual motor itu ke penadah di sebuah desa di Karawang, Jawa Barat," paparnya.

Sapta menambahkan, target sepeda motor komplotan ini ialah pabrikan tahun 2010 ke atas baik dari jenis transmisi otomatis (matic) maupun  manual. "Sekali jual itu mulai dari 2 juta rupiah sampai 7 juta rupiah, tergantung kondisi," jelasnya.

Sesampainya di tangan penadah, lanjut Sapta, plat nomor sepeda motor hasil curian pun langsung diganti guna menghilangkan jejak sindikat curanmor tersebut. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Polres Metro Jakarta Timur berhasil mengamankan 12 tersangka dari dua sindikat curanmor yang berbeda. Salah satunya diketuai AE (28) dan yang lainnya diketuai R dan A. Dari dua sindikat ini, polisi berhadil mengamankan 20 sepeda motor yang diperoleh selama 2 bulan terakhir.