Senin, 02 Juli 2018 15:30:00
Editor : Ichwan Hasanudin | Reporter : Ichwan Hasanudin
Berbagi Ruang Kerja di Coworking Space
Berbagi Ruang Kerja di Coworking Space
Foto : Reggy Prawoso
 

PURI - Saat ini, tidak memiliki kantor secara fisik bukan menjadi alasan entrepreneur membatasi diri untuk berkreasi. Batasan itu kini sudah bisa terlewati dengan semakin maraknya coworking space. Tempat ini menjadi pilihan bagi orang-orang kreatif, freelancer dan pengusaha muda untuk memulai bisnis tanpa harus memikirkan ruangan kantor.

Coworking space dibuat sangat berbeda dengan kondisi kantor yang umumnya. Di sini, suasana dibuat lebih santai, nyaman dan tanpa keterikatan kerja. Hal itu sesuai dengan definisi coworking space yang merupakan tempat yang dipakai bersama oleh self employee, group, atau startup business. Tempat ini menjadi sarana untuk berbagi tempat, dan sharing pengalaman dan ilmu.

Founder dan Managing Director KEDASI Ivan Podiman mengakui pertumbuhan coworking space tidak lepas perkembangan teknologi dan startup. Pebisnis pemula itu memiliki keterbatasan. Salah satunya adalah permodalan sehingga kemampuan untuk memiliki atau menyewa kantor sendiri sangat terbatas.

Kemunculan coworking space menjadi pilihan bagi para pebisnis, terlebih para startup, freelancer atau entrepreneur muda. Sebab, untuk memiliki kantor sendiri, bagi para pebisnis pemula harganya sudah tidak memungkinkan. Hanya dengan membayar sesuai kebutuhan, apakah per jam, per hari atau per bulan. “Harganya sangat jauh sekali perbedaannya,” katanya.

Jadi, tidaklah mengherankan jika banyak orang tertarik melihat sisi bisnis dari coworking space. Salah satunya adalah BACKSPACE. Kemunculan banyak coworking space seakan menjadi jawaban bagi banyak pebisnis muda untuk berani memulai usaha. Masalah utamanya adalah biaya sewa ruang kantor yang cukup mahal. Kehadiran coworking space bisa membantu stakeholder muda agar beban biaya sewa tidak terlalu besar.

Salah satu nilai lebih dari coworking space adalah biaya sewa yang bisa disesuaikan dengan kantor pebisnis muda. Di tempat ini, para startup atau freelancer bisa memperluas network bisnis, ter-connecting dengan banyak pelanggan lain. Sehingga tidak menutup kemungkinan terjadinya sebuah kolaborasi yang akan melahirkan ide-ide baru.

Pengamat Ekonomi Bisnis Universitas Prasetiya Mulya Yohanes B Kadarusman menilai coworking space sebagai tempat yang tidak hanya menawarkan lokasi kerja bersama, tetapi basisnya adalah community. Dengan begitu, para startup, freelancer, atau perorangan mempunyai nilai tambah lain dalam aktivitasnya. “Mungkin ada academic event yang disesuaikan kebutuhan untuk menambah wawasan penggunanya dan itu yang harus ditawarkan,” jelasnya.

Yohanes mengakui, coworking space bagi startup business bisa memiliki kesempatan bertemu dengan banyak pihak. Usaha baru tentu belum memiliki jaringan bisnis yang kuat. “Fungsinya harus menjadi support untuk startup seperti sharing ide, sharing pengalaman, mencari buyers, networking, atau mencari suppliers,” terang Manajer Pusat Kerja Sama dan Kemitraan Bisnis Universitas Prasetiya Mulya ini. Nilai lebih itu yang membadakan dengan suasana kantor. “Kalau bicara kerja, itu kan harus produktif,” tambah Yohanes.

 

Baca Juga

Berikan Komentar Anda