Features

Berbagai Profesi Ini Susah Dapatkan Kredit

Senin, 20 Maret 2017 20:08:00
Editor : Denisa Tristianty | Reporter : Chandra Purnama

Ilustrasi kredit.
Ilustrasi kredit.

Share this








Biasanya dengan memenuhi beragam persyaratan yang disiapkan perusahaan perkreditan, khalayak bisa dengan mudah membawa pulang barang yang diinginkannya.

DEPOK - Kredit bisa menjadi solusi cepat, bagi seseorang yang berkehendak memiliki sesuatu barang namun di luar dari kemampuan ekonominya. Biasanya dengan memenuhi beragam persyaratan yang disiapkan perusahaan perkreditan, khalayak bisa dengan mudah membawa pulang barang yang diinginkannya.

Namun siapa sangka, ada berbagai profesi yang kerap kesulitan dalam setiap pengajuan permohonan kredit. Infonitas.com berkesempatan mewawancarai petugas survei dari salah satu perusahaan perkreditan terkemuka, di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Depok.

Petugas survei berinisial AF ini berkomentar, ada aturan tak tertulis dalam memberikan kredit pada profesi tertentu yang tidak dapat disetujui aplikasi permohonan kreditnya. Profesi tersebut adalah, TNI/Polri, aksa, hakim, pengacara dan wartawan.

AF menjelaskan perihal lima profesi, yang masuk daftar hitam oleh beberapa lembaga pembiayaan. Alasannya, kelima profesi tersebut memiliki keterikatan sistem hukum dan pengabdian terhadap masyarakat luas yang akan membuat kesulitan pada saat kredit macet.

"Ya, mereka yang terlibat dalam sistem hukum dan pengabdian kepada masyarakat luas," beber AF yang kerap mendapat keluhan dari debt collector, apabila menagih lima profesi tersebut.

Kesulitan

Sebenarnya bukan tanpa alasan para perusahaan penyedia jasa keungan, menolak apabila lima profesi tersebut mengajukan permohonan kredit. Dari pengalaman para debt collector yang bersentuhan langsung apabila ada kredit macet, kelima profesi tersebut memiliki beragam cara untuk mengelak.

Bahkan dengan berbekal profesinya, tidak sedikit perusahaan jasa keungan mengalami kerugian akibat susahnya menagih tunggakan yang sudah jatuh tempo.

"Lebih galak nasabah daripada debt collectornya," cetus AF yang sudah lima tahun berkecimpung di dunia jasa keuangan.

Untuk profesi TNI/Polri, merupakan hal yang paling sangat dihindarkan. Sebab, dengan label sebagai penegak hukum lebih rentan untuk menggunakan kekuasaannya.

"Kalau untuk TNI/Polri kami tidak bisa mem-push untuk segera melunasi tunggakan walaupun sudah jatuh tempo," cetus AF.

Bagian profesi jaksa, hakim dan pengacara yang notabene fasih dalam hal hukum menjadi profesi yang dihindarkan. Sebab, dengan kepintarannya dalam hal hukum selalu mencari celah dari perjanjian yang sudah disepakati, untuk mengulur pembayaran.

Profesi terakhir yang beresiko sulit untuk ditagih adalah wartawan. Profesi yang menjadi penyambung informasi itu, kadang menyalahgunakan kedekatan dengan instansi tertentu untuk mengulur waktu apabila sudah jatuh tempo pembayaran. "Wartawan juga termasuk daftar berisiko tinggi," pungkas AF.