Belajar Koding Sejak Usia Dini
Features

Belajar Koding Sejak Usia Dini

Senin, 09 Januari 2017 11:00:00
Editor : Dany Putra | Reporter : Muhammad Azzam

Sekolah Koding Next di The Mansion @Dukuh Golf Kemayoran Blok Bougenville, Jalan Trembesi Blok D, Jakarta Utara (7/1/2017).
Sekolah Koding Next di The Mansion @Dukuh Golf Kemayoran Blok Bougenville, Jalan Trembesi Blok D, Jakarta Utara (7/1/2017).

Share this





Kebutuhan masyarakat terutama anak-anak terhadap pendidikan dunia digital sangat tinggi seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi.

KEMAYORAN – Koding Next merupakan programming School yang hadir untuk memberikan edukasi tentang dunia digital dan juga cara pembuatannya. Kebutuhan masyarakat terutama anak-anak terhadap pendidikan dunia digital sangat tinggi seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi. Hal itulah yang menjadi alasan hadirnya Koding Next di Indonesia.

"Koding Next merupakan sekolah koding atau program satu-satu nya yang lengkap di Indonesia. Tujuan didirikannya untuk menciptakan programmer-programmer sukses di masa depan. Saat ini lebih 88 juta pengguna internet di Indonesia, tetapi masih sangat kekurangan orang-orang yang bisa membuat suatu program," ujar salah satu Founder Koding Next Bartek Wasik, usai grand opening sekolah koding di The Mansion @Dukuh Golf Kemayoran Blok Bougenville, Jalan Trembesi Blok D, Jakarta Utara (7/1/2017).

Ia menambahkan, mempelajari koding merupakan suatu pengalaman yang baru dan menyenangkan bagi anak-anak. Karena diusianya, mereka senang mencoba hal-hal baru dan memiliki pikiran yang terbuka sehingga dapat menyerap ilmu dengan cepat.

Dia melanjutkan, anak-anak di Indonesia harus lebih kreatif lagi dan tidak hanya sebagai pengguna gadget. Anak-anak juga harus bisa mempelajari apa yang ada didalam gadget. “Jadi sekolah ini akan memberikan edukasi kepada mereka untuk bisa membuat program atau aplikasi sendiri, tentunya hal ini sangat bermanfaat bagi mereka, agar dapat menjadi inovator masa depan dan pencipta teknologi. Kami juga memberikan kesempatan kepada orang dewasa yang ingin ikut belajar," paparnya.

Tiga Kelompok Usia

Founder lainnya, Andre Halim mengatakan, Koding Next memiliki 3 program yang dikelompokkan berdasarkan usia. Little Koders untuk anak usia 6-7 tahun, junior Koders untuk anak usia 8-12 tahun, dan pro Koders untuk anak diatas usia 13 tahun. Masing masing program diawali dengan pengenalan konsep utama dalam koding dan dasar-dasarnya selama satu semester, setelah itu mereka dapat memilih spesifikasi jenis program apa yang mereka sukai.

"Dengan mempelajari koding banyak ilmu yang bisa didapat diantaranya adalah mobile apps, 3D design and printing, online security, website design, games, robotic, dan masih banyak lagi. Kami akan membuka kelas percobaan tanpa biaya sampai dengan 15 Januari dari pukul 09.00-17.00," papar Andre Halim.

Andre yakin koding merupakan skill yang diperlukan untuk hidup di abad 21. Koding dapat memberikan manfaat intelektual yang mempelajarinya. Untuk itu, Koding Next selalu mengikuti tren pendidikan koding dan memperbaharui diri dengan teknologi terbaru.

“Kami juga menyediakan lingkungan yang hangat dan kreatif, fasilitas belajar mengajar yang diciptakan oleh praktisi koding terkemuka dari Eropa dan Amerika serta software yang diciptakan institusi bergensi di dunia Massachusetts Institut of Technology yang menunjang pembelajaran lebih baik dan berkualitas," tuturnya.