Feature

Begini Pengakuan Bocah Korban Pedofil

Jumat, 31 Maret 2017 15:15:00
Editor : Dany Putra | Reporter :

Bocah korban pedofil di Mapolresta Depok.
Bocah korban pedofil di Mapolresta Depok.

Share this








Di kontrakan, pelaku memegang kemaluan korban, namun korban marah. Tapi pelaku lebih marah.

DEPOK - Pada medio September 2016 lalu, jajaran Satuan Reserse Kriminal Polresta Depok meringkus tersangka pencabulan anak di bawah umur atau pedofilia bernama Dedi alias Alex (25). Tak tanggung-tanggung, predator seks itu melakukan tindakan bejatnya kepada lima bocah, diantaranya 4 laki-laki dan seorang perempuan yang berusia 11-13 tahun.

Infonitas.com berkesempatan mewawancarai salah seorang korban berinisial AP (13). Dalam pengakuannya, AP mengenal pelaku saat masih duduk dibangku kelas 6 SD. Saat itu, Dedi yang berprofesi sebagai penjual mainan di depan sekolahan mengiming-imingi korban dengan uang dan mianan agar mau dibawa ke kontrakannya di kawasan Sukmajaya, Kota Depok.

“Di kontrakan, kemaluan saya dipegang-pegang. Saya marah, tapi dia lebih marah. Kalau ngga mau dipegang, diancem mau dikasih ke preman buat dipukulin," ungkap AP, Jumat (31/3).

Sekitar setahun sudah AP terpaksa melayani nafsu bejat tersangka. Selain pelecehan, AP juga mengaku sering disodomi oleh tersangka. "Kadang saya di kasih uang Rp5.000, dikasih pinjem hape, dikasih pinjem motor juga. Yang penting jangan ngadu kata dia (tersangka)," terangnya.

Dikontrakan

AP menyebutkan perlakukan yang sama juga dialami oleh teman-temannya. Dikontrakan tersangka yang berukuran sekitar 5x4 meter itu, ada sekitar teman AP yang sering bermain. "Kebanyakan cowok,” kata dia.

Terdakwa Dedi alias Alex pun sudah dijatuhkan hukuman selama sepuluh tahun penjara di Pengadilan Negeri (PN) Depok, pada 2 Februari 2017. Amar putusan tersebut langsung dibacakan majelis hakim yang diketuai YF Tri Joko GP dihadapan jaksa penuntut umum (JPU) Putri Dwi Astrini. 

Putusan itu tentunya jauh lebih ringan dari yang ditunut JPU, yakni 14 tahun penjara sebagaimana diatur dalam Pasal 82 Ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU RI No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 55 Ayat (1) KUHP.