Features

Babinsa Ternak Kambing di Lahan Kosong, Simak Ini

Rabu, 18 Januari 2017 17:53:00
Editor : Denisa Tristianty | Reporter : Adi Wijaya

Ilustrasi ternak kambing.
Ilustrasi ternak kambing.

Share this





Bintara Pembina Desa Kelurahan Maphar bikin dua komandannya heran.

TAMAN SARI - Sore itu, Senin (17/1/2017) sekitar Pukul 16.00 WIB, di tengah lahan kosong seluar 1,5 hektar, di RW08, Kelurahan Tangki, Taman Sari, Jakarta Barat, Pelda Rustam nampak asik memberi pakan kambing peliharaannya. Ternak merupakan salah satu hobi Rustam. Kini, ada 69 ekor kambing yang diternaknya. 

Rustam seorang Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kelurahan Maphar, Taman Sari, Jakarta Barat. Tak terasa lebih dari 14 tahun dirinya mengabdi di wilayah itu. Tentu, di bawah Komando Rayon Militer (Koramil) 01/TS, Kodim 0503/JB. Seluk-beluk wilayah dalam genggamannya.

Tak satu tokoh agama , tokoh masyarakat dan pejabat terkecil hingga masyarakat di wilayah yang tak mengenalnya. Ia pun mengenal para tokoh dan pejabat teras tersebut.

Tiga puluh tahun silam, tepatnya tahun 1987, pria kelahiran Kebumen, 14 April 1965 ini bergabung sebagai prajurit Tentara Militer Indonesia (TNI). Sejak itu pula, keutuhan NKRI jadi periotas utamanya. Batalion Yonif 203 Jatake, Tangerang, Banten jadi saksi lokasi dinas pertamanya.

"Pernah juga ditugaskan Operasi Saroja, di Timor Timur selama setahun. Sejak 1988-1989," tutur Rustam saat ditemui di Koramil 01/TS, Senin (17/1/2017).

 

Ternak Kambing

Niatnya ternak kambing bukan disebabkan hidup tak sejahtera. Hidup sederhana pun dirasa jauh lebih nikmat dijalani bersama sang istri dan ketiga anak. 'Asal dapur ngebul', itu lah prinsip hidup bersama keluarga kecilnya. 

Rustam kecil, hidupnya tak lepas dari aktivitas memelihara hewan. Tak hanya kambing, ayam dan sapi juga pernah dipeliharanya.

"Ada kepuasan sendiri, saat melihat perkembangan tumbuhnya hewan,"katanya.

 

Hasil Ternak

Awalnya, 2014 lalu sebanyak tiga ekor kambing dipelihara. Sengaja dia membeli indukan, dua betina dan satu jantan.

Kambing itu, dibeli dari rekannya sesama peternak, seharga Rp1,5 juta per ekor. Dengan tangan dinginnya, ternakan kambing itu beranak-pinak menjadi 69 ekor. 

Dua rekan seprofesinya, yang juga sesama anggota Koramil 01/TS, Kodim 0503/JB, Babinsa Kerukut Pelda Ismail dan Bintara Urusan Dalam (Batuud) Pelda Sukadi pun tergiur melihat peluang usaha itu.

Masing-masing membeli satu indukan kambing miliknya. Mereka mempercayakan pemeliharaan kambing kepada Rustam.

"Semua saya sendiri yang mengurus kambing itu,"ujarnya.

Di lahan seluas 1,5 hektar milik seorang pengusaha, puluhan kambing itu dipelihara dengan perizinan yang dilakukan sebelum mulai berternak.

Dia mengaku sudah meminta izin kepada petugas keamanan setempat. Lahan itu ditumbuhi rumput ilalang, Rustam tak perlu sibuk mencari pakan kambing. Tetapi, kesehatan kambing turut dikontrolnya sebagai pemilik ternak.

"Tiap sore pasti saya ke sana. Melihat perkembangan kambing,"ujarnya.

 

Vaksin dan Jamu Rahasia Diberikan Kepada Kambing Ternak

Ternak kambing ditengah kota memang dirasa tak cocok. Tak didukung cuaca seperti berternak di desa. Faktor itu, membuat ternak kambing milik Rustam rentan terjangkit penyakit. Lima ekor kambing pun mati akibat sakit. 

"Kambing sakit dilihat dari badannya yang lemas. Istilah tenarnya 'nguyung'," ungkapnya.

Pengalamannya berternak, tentuk membuat dirinya paham betul mengurus kambing. Dia rutin memvaksin kambing setiap empat bulan sekali. Ada juga jamu rahasia racikannya sendiri, agar kambing tahan terhadap serangan penyakit.

"Beli vaksinnya di daerah Tangerang. Tak jauh dari rumah,"ucapnya.

 

Jual Kambing di momen Idul Adha

Rustam berfikir panjang. Selain melampiaskan hobi, ternaknya pun dapat menghasilkan pundi-pundi keuntungan. Kambing yang sudah cukup umur dapat dijual. Terutama saat memasuki momen I'dul Adha. 

Kambing miliknya memang belum pas dijual sebagai hewan kurban. Hanya tujuh ekor yang pernah dijualnya. Diprediksi, I'dul Adha tahun ini kambingnya terjual banyak.

"Kalau tahun ini sudah bisa dijual, karena sudah cukup umur untuk dikurbankan," ujarnya.

Dia menjelaskan, satu ekor kambing dijual seharga Rp. 3 sampai 4 juta. Itu berarti, jika 10 ekor saja kambing terjual, dia akan mendapatkan keuntungan kotor senilai Rp. 25 juta. 

"Uangnya dipakai untuk menafkahi keluarga. Terutama menyekolahkan ketiga anak," ucapnya.

 

Ternak Kambing Gegerkan Komandan

Bukan maksud Rustam menyembunyikan ternak kambing dari atasannya, Danramil 01/TS Mayor (inf) Muhammad Rizal, saat itu dan Dandim 0503/JB Letkol (inf) Wahyu Yudhayana. Tipikal sederhana, membuat dirinya enggan banyak orang mengetahui ternak kambingnya itu.

Namun, apa boleh dikata. Akhirnya, semua terbongkar. Dua atasannya mengetahui ternak kambing itu. 

Awal mulanya, Rustam diketahui memiliki ternak kambing dari foto yang dikirim salah satu rekannya di sebuah grup WhatsApp Koramil 01/TS. Dia langsung dipanggil untuk menghadap para komandan.

Dandim 0503/JB, Letkol (inf) Wahyu Yudhayana, ujarnya, pun terheran, sekaligus bangga. Dari cerita Rustam, sang Dandim bicara kepadanya yaitu di tengah kesibukan bertugas, masih ada anggota sanggup berternak. Selain itu, total jumlah kambing yang dimiliki juga cukup banyak.