Feature

Air Mata Rohani untuk Anaknya

Sabtu, 09 September 2017 11:00:00
Editor : Dany Putra | Reporter : Chandra Purnama

Ilustrasi pengeroyokan
Ilustrasi pengeroyokan

Share this








Anak Rohani bernama Abi Qowi Suparto menjadi korban pengeroyokan karena dituduh mencuri rokok elektrik atau vape.

JAKARTA - Hancur sudah hati Rosani Nina Sari (50), melihat anak kesayangannya Abi Qowi Suparto (20) tewas dikeroyok tujuh orang pelaku. Rosani nampak lemas, belum bisa dia mengikhlasan kepergian anak pertama dari dua bersaudara itu. 

Jumat, 8 September 2017, Rosani datang ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Masih terlihat segelintir air mata di raut wajah Rosani. Murung dia, pasrah tapi enggan. Tujuannya datang Polda Metro Jaya tak ayal untuk meminta keadilan. Penyidik ingin meminta keterangan Rosani untuk melengkapi Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Kepada awak media, Rosani luapkan kesedihannya. Ia bercerita, pada 28 Agustus 2017, suaminya ditelepon oleh seseorang benama Firman. Diketahui,  Firman sendiri merupakan salah satu pelaku persekusi terhadap Abi. "Firman mengatakan jika anakku dalam kondisi kritis," lirihnya. 

Mendengar kabar mengagetkan itu, suami Rosiana langsung bergegas pergi ke lokasi kejadian di Rumah Tua Vape, Jl. Penjernihan I, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Sampai di sana, kondisi Abi sudah kritis dengan luka lebam di muka dan badan. Saking paniknya, ayah Abi sampai lupa menanyakan mengapa kondisi anaknya bisa seperti itu.

Abi dibawa oleh sang ayah ke Rumah Sakit Tanah Abang. Namun, karena perawatannya tidak memadai, Abi dirujuk ke Rumah Sakit Tarakan. "Satu hari di ruang UGD, dipindah ke icu selama enam hari. Kondisinya koma karena kata dokter ada pendarahan di otak dan sudah melebar akibat terkena benda tumpul. Anakku meninggal pada Minggu, 3 September 2017, pukul 18.00 WIB," ucapnya seraya mengelap air mata.

Saat itu, Rosani dan keluarga bingung anaknya meninggal karena kenapa. Rosani pun memilih untuk tidak mengusut kasus itu lebih panjang. Ia mencoba untuk mengikhlaskannya. 

Firasat Sang Ibu

Seminggu sebelum kejadian, Rosani sempat merasakan firasat yang tidak enak kepada Abi. Saat itu Abi datang ke rumah orangtuanya di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Melihat Rosani, Abi langsung mencium tangan meminta maaf. Sontak Rosani heran, mengapa anaknya tiba-tiba meminta maaf kepada dirinya. 

"Mah aku mintaa maaf ya, aku sudah kerja sekarang, aku jadi sopir angkot," ucap Abi kepada Rosani saat itu.

Rosani menyambut baik perkataan maaf Abi. Ia pun sempat menghangatkan Abi dengan pelukan sayang dari seorang ibu seraya memberikan pesan. "Alhamdulillah aku bilang. Satu jujur, dan solat lima waktu," pesan Rosani ke Abi. 

Sesudah momen haru itu, Abi pergi dan berjanji akan kembali mengunjungi ibunya. Tapi, janji itu sirna sudah setelah nyawa Abi direnggut oleh tujuh orang yang menganiayanya dengan sadis.

Rosani Yakin Abi Anak Yang Baik

Abi dianiaya oleh tujuh pelaku bukan tanpa alasan. Menurut pengakuan pelaku yang sudah tertangkap, Fachmi Kurnia Firmansyah, Rajasa Sri Herlambang, Armyando Azmir, dan Aditya Putra Wiyanto, mereka menganiaya Abi karena diduga membawa kabur vape seharga 1,6 juta dan motor milik ojek setempat. 

Tapi, naluri sang ibu mengatakan jika anaknya tidak pernah melakukan tindakan kejahatan sama sekali. Rosani mendapatkan informasi terkait alasan mengapa Abi sampai dihabisi begitu sadis oleh para pelaku, namun Rosani yakin jika anaknya itu merupakan anak yang baik-baik.

"Aku sih kalau itu tidak tahu ya, karena di mataku anak itu anak baik. Jadi aku tidak tahu kalau ada kabar mencuri motor, tidak tahu," kata Rosani. 

Diwartakan sebelumnya,  Aksi persekusi kembali terjadi, kali ini menimpa Abi Qowi Suparto (20) yang tewas akibat dianiaya oleh tujuh orang pelaku di Jl. Penjernihan I, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Abi dituduh mencuri rokok elektrik atau vape dan sepeda motor. Para pelaku yang geram melihat tingkah Abi langsung mencarinya. Lewat instagram, Firman memposting bantuan pencarian orang tentang pelaku penipuan sepaket vape dan sepeda motor melalui media sosial instagram. Di situ foto Abi terpampang jelas bak buronan kelas kakap. 

Firman dan rekan-rekannya akhirnya menemukan keberadaan Abi. Mereka menggiringnya ke lokasi kejadian. Abi dihabisi tanpa ampun sampai tidak sadarkan diri dan akhirnya meninggal dunia. 

Adapun barang bukti yang disita polisi, yakni satu buah tongkat besi, satu buah handphone yang dipakai untuk merekam kejadian, satu buah jaket, satu buah celana jeans, sepasang sepatu, satu buah kaos dan gelang. 

Akibat perbuatannya, para pelaku terancam dijerat dengan Pasal 170 tentang tindak pidana pengeroyokan dan atau Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.