Features

Ada Pohon Natal dan Kreta Rusa Raksasa di Kelapa Gading

Sabtu, 17 Desember 2016 12:27:00
Editor : Dany Putra | Reporter : Muhammad Azzam

Pohon Natal dan Kereta Kuda Raksasa di pintu masuk RW12 Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Pohon Natal dan Kereta Kuda Raksasa di pintu masuk RW12 Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Share this








Pohon Natal dan kereta kuda raksasa ini merupakan hasil buatan warga RW 12 Pegangsaan Dua, Kelapa Gading.

KELAPA GADING – Mendekati perayaan Natal, berbagai ornamen untuk menyemarakkan Natal mulai meramaikan beberapa tempat di Kelapa Gading. Seperti di RW 12 Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang memasang pohon Natal ukuran raksasa.

Pohon Natal ini memiliki tinggi 8 meter dan berdiameter 2,4 meter dilengkapi berbagai ornamen bola-bola serta lampu warna warni. Selain pohon Natal raksasa RW 12 pun membuat kreta Rusa Sinterklas yang sedang membawa kado. Kereta ini juga dibuat dengan ukuran raksasa dengan panjang 10 meter. Pohon Natal dan Kreta Rusa dipasang tepat di pintu gerbang RW 12 di Jalan Raya Kelapa Lilin.

Pembuatan pohon Natal dan kereta rusa tersebut dilakukan swadaya oleh masyarakat sekitar. Selama dua bulan wrga beserta pengurus RW gotong royong membuat semunya. "Kita mulai pembangunannya 2 Oktober, pohon dan Kreta Rusa kami pasang 2 Desember," ujar Ketua RW 12 Pegangsaan Dua, Sudirman kepada infonitas.com, Jumat (16/12/16).

Sudiman bangga dengan kreatifitas dan kerjasama warganya dalam membuat pohon Natal dan kereta kuda tersebut. Apalagi pohon Natal dan kereta kuda seperti ini belum ada di Kelapa Gading.

"RW 12 selalu berani tampil beda dengan yang lain, salah satunya pohon Natal ini. Di mall atau gereja saja belum ada yang sebesar ini, ditambah pohon ini 4 dimensi dilihat dari sudut manapun tetap terlihat jelas bentuk pohonnya," tegasnya.

Kesulitan

Dalam mengerjakan pohon Natal dan kereta kuda raksasa bukan tanpa kesulitan. Ukuran pohon yang cukup tinggi membuat warga kesulitan memasang pohon tersebut karena dibuat 4 lapis tidak kerucut begitu saja seperti pohon Natal kebanyakan.

"Dari segi bentuk ini benar benar pohon natal yang asli. Bahan juga kita buat dari daur ulang besi pipa bekas tiang listrik. Asli buatan pengurus bersama warga yang beli hanya lampu, daun-daun nya saja,"jelasnya.

Dalam membuat pohon Natal dan kereta kuda raksasa, warga Pegangsaan Dua harus merogoh kocek Rp 75 juta. Dana tersebut merupakan hasil patungan dari seluruh warga. "Saya memberi ide kepada warga pohon Natal dan Kreta Rusa Raksasa ini mereka langsung apresiasi dan setuju," ungkapnya.

Menurutnya, hal yang paling berkesan adalah selama proses pembuatan. Sebab, kerjasama dan gotong royong membuat warga bersatu. Canda tawa selalu mewarnai saat proses pembuatan pohon Natal dan kereta kuda tersebut. Sehingga saat pohon jadi dapat dinikmati seluruh warga.

Apalagi, lanjut dia, kreasi warganya itu tidak hanya dinikmati warga RW 12. Tetapi warga lainnya dan pengendara yang melintas ikut menikmati, banyak mereka yang berhenti hanya untuk sekadar berfoto di pohon natal dan Kreta Rusa Raksasa itu.

"Benar-benar menjadi daya tarik warga se-Kelapa Gading dan warga luar Kelapa Gading. Bahkan ketua RW lain pun datang ke kami menanyakan pohon itu beli dimana, kami jawab itu hasil karya buatan kami bersama warga," ungkapnya.

Sudirman mengatakan, pohon Natal dan kereta raksasa ini sekaligus sebagi symbol pemersatu umat. Dia mengaku meski beragam Islam dia rela mencurahkan tenaganya dalam proses pembuatan. Dia hanya ingin menghormati warganya yang kebanyakan dari mereka ikut merayakan Natal.

“Dan yang terpenting ada rasa dalam batin kepuasan sendiri bisa menyenangkan warga dan warga pun bangga karena memang hasilnya terlihat mewah,” ujarnya.