Depok > Pendidikan

Latar Belakang Pondok Pesantren Al-Hikam di Depok

Kamis, 16 Maret 2017 15:03 WIB
Editor : Denisa Tristianty | Reporter : Chandra Purnama

Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Hikam di Dpeok. (Chandra).
Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Hikam di Dpeok. (Chandra).
Foto : Chandra Purnama

Share this





Ponpes ini memiliki tujuan, mempersatukan ajaran di perguruan tinggi dan ilmu agama.

DEPOK - Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Hikam yang berlokasi di Jalan H. Amat Nomor 21, Kukusan, Beji, Depok merupakan hasil jerih payah sang pendiri yakni K.H. Hasyim Muzadi. Ponpes ini memiliki tujuan yaitu mempersatukan ajaran di Perguruan Tinggi dan Ilmu Agama, sehingga dapat mencetak penerus yang kuat ilmu dan agama.

Ponpes Al-Hikam berdiri di atas tanah seluas dua hektare. Di sana, juga terdapat Sekolah Tinggi Kuliyatul Quran (STKQ), Taman Pendidikan Quran (TPQ) dan Pesantren Mahasiswa (Pesma).

Materi pelajaran pun tidak jauh dengan perguruan tinggi agama lainnya. Namun, di sana para mahasiswa atau santri bisa khusyuk menjakankan Ilmu Agama.

"Kami memiliki misi yaitu sebagai Pesantren Mahasiswa. Maksudnya, para pembelajar di sini bisa penyamaan potentsi insaniah antara agama dan ilmu pengetahuan," kata Uztaz Adib Minanul Khaliq selaku pengajar di Ponpes Al-Hikam, Depok, Kamis (16/3/2017).

Menurut dia, di Ponpes Al-Hikam memiliki fasilitas masjid, asrama santri, kantor, asrama pengasuh, dapur, gedung sekolah, lapangan, koperasi santri, perpustakaan, laboratorium komputer, laboratorium bahasa, gudang dan klinik kesehatan. 

Sementara itu, untuk kegiatan ekstrakulilulernya, Ponpes Al-Hikam memiliki seni baca Al-quran, marawis atau hadrah, baca kitab kuning, pidato, pramuka, komputer, bahasa asing, kaligrafi, silat, basket, voli, sepakbola, Seni musik, sanggar lukis, fotografi dan jurnalistik.

"Total santri di sini kira-kira sampai ratusan lebih dan pengajarnya ada puluhan kurang lebih," kata dia.

Baca juga ini : Wasiat KH Hasyim Muzadi Sebelum Wafat

Sebagaimana diketahui, Ponpes Al-Hikam, Depok menjadi lokasi yang dipilih oleh KH. Hasyim Muzadi untuk menjadi peristirahatan terakhir. Hal tersebut bertujuan agar almarhum lebih dekat dengan para santri di Depok.