Depok > Laporan Utama

Selisih Damkar dan PDAM Tirta Asasta di Kota Depok

Senin, 20 Maret 2017 15:33 WIB
Editor : Denisa Tristianty | Reporter : Chandra Purnama

Ilustrasi hydrant.
Ilustrasi hydrant.
Foto : istimewa

Share this








Terkait polemik hydrant, Damkar Kota Depok pernah berkoordinasi dengan PDAM Tirta Asasta pada tahun 2014 silam.

DEPOK - Polemik pengelolaan hydrant di Kota Depok masih menjadi teka teki. Apalagi, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Depok dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Asasta Kota Depok saling lempar tanggung jawab dalam hal pengelolaan hydrant. 

"Perihal hydrant untuk kewenangannya masih ada di Damkar, PDAM hanya menyediakan airnya saja," ujar Humas PDAM Tirta Asasta Kota Depok Sudirman kepada Infonitas.com di Depok, Senin (20/3/2017).

Terkait polemik hydrant, Damkar Kota Depok pernah berkoordinasi dengan PDAM Tirta Asasta pada tahun 2014 silam. Tetapi, hingga 2017 ini belum ada keputusan bersama perihal pengelolaan hydrant. 

"Pernah koordinasi mengenai pemeliharaan hydrant tapi belum ada keputusan siapa yang pelihara. Karena PDAM sendiri, tidak ada anggaran untuk pemeliharaan hydrant. Namun dilihat dari kebutuhan, harusnya Damkar yang pelihara," tegas Sudirman. 

Baca juga ini : 50 Persen Hydrant di Depok Rusak

Sebelumnya diketahui, Sekertaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, Agung Sugih mengatakan wewenang penyediaan hydrant ada di pihak PDAM. 

"Data saat Depok masih menjadi kota administratif itu sekitar 50 unit hydrant. Yang masih berfungsi tidak ada dari setengahnya, wewenang hydrant bukan di dinas kami tapi di PDAM," kata Agung.