Depok > Laporan Utama

Polisi Periksa Saksi Penipuan Kontrak Kerja Sama Kangen Band

Kamis, 12 Oktober 2017 16:37 WIB
Editor : Ichwan Hasanudin | Reporter : Wildan Kusuma

Kangen Band
Kuasa Hukum kelompok musik Kangen Band Razman Arif Nasution.
Foto : istimewa

Share this








Kasus penipuan kontrak yang dilaporkan Kangen Band memasuki tahap pemeriksaan saksi oleh pihak kepolisian Polresta Depok.

DEPOK - Kuasa Hukum kelompok musik Kangen  Band Razman Arif Nasution mengatakan kasus dugaan penipuan dan pengelapan kontrak kerja sama senilai Rp 2 miliar oleh label music TA Pro memasuki tahap pemeriksaan saksi.

Kangen Band sebagai pelapor akan memenuhi panggilan polisi dan menyiapkan saksi serta kelengkapan bukti. Menurut Razman, agenda pemeriksaan yakni meminta keterangan dari Novri Anwar alias Bebe Kangen Band sebagai pelapor. 

Polisi juga akan meminta keterangan Helmy dan Temi sebagai saksi. "Semua bukti-bukti juga akan diserahkan ke polisi," ujar Razman di Mapolresta Depok, Kamis (12/10/2017).

Sebelumnya saat melakukan pelaporan pada pekan lalu,  Razman menyerahkan sejumlah berkas untuk menguatkan dugaan penipuan yang dialami Kangen Band. 

Berkas yang diserahkan berupa surat kontrak, surat resign, surat somasi, serta daftar lagu. “Kerugian yang dialami selama 15 bulan bekerja sama itu senilai Rp 2 miliar,” ujarnya.

Vokalis Kangen Band, Andhika Mahesa mengatakan telah melakukan kerja sama dengan TA Pro sejak Mei 2016. Namun hak Kangen Band selama kontrak kerja tidak pernah dipenuhi. 

“Masa sekali tampil personel Kangen Band hanya dibayarkan Rp 500 ribu per orang. Kan tarif kami bisa sampai Rp 80 juta,” tutur Razman.