Depok > Laporan Utama

Penyebab Puluhan Unggas yang Mati di Tapos Masih Diselidiki

Jumat, 21 April 2017 19:47 WIB
Editor : Muhammad Saiful Hadi | Sumber : dbs

depok
Ilustrasi pemeriksaan ayam
Foto : istimewa

Share this





Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Peternakan (DKPPP) Kota Depok sudah ambil sampelnya untuk diuji di laboratorium dan sedang menunggu hasilnya,

DEPOK - Puluhan unggas yang mati di Tapos, diharapkan bukan H5N1. Namun diindikasi penyebab kematian adalah virus tetelo, yang biasa menyerang unggas secara tiba-tiba. Virus tetelo memiliki gejala tertentu seperti gangguan pernapasan, unggas tampak lesu, nafsu makan dan produksi telur menurun, gangguan saraf yang menyebaban leher terpuntir serta jengger kebiruan.

Namun untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, petugas Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Peternakan (DKPPP) Kota Depok, mengambil sampel dan diambil langkah selanjutnya.

“Peternak harus mengetahui beberapa jenis penyakit pada unggas. Hewan yang mati mendadak tidak harus terjangkit virus flu burung, pada kasus di Tapos, unggas mati karena virus tetelo. Untuk mengatisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, kami sudah ambil sampelnya untuk diuji di laboratorium dan kita sedang menunggu hasilnya,” ujar Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Peternakan (DKPPP) Kota Depok, Dede Zuraida di Ruang kerjanya, Jumat (21/04/2017).

Baca juga : Kesuksesan Fatmawati Rafiuddin Membangun PT Vida Informasi Teknologi

Meski tidak menular ke manusia, lanjutnya, penyakit pada unggas tetap harus diwaspadai dan segera diantisipasi sedini mungkin. Tentunya dengan pemberian vaksin yang bisa dilakukan secara swadaya oleh peternak unggas.

“Kalau sudah ada hewan yang mati mendadak, harus segera diantisipasi. Caranya dengan memberi vaksin pada unggas tersebut, dan mengurangi aktivitas lalu lintas orang. Artinya orang yang masuk kadang hanya boleh peternak saja, karena biasanya peternak sudah kebal,” jelasnya.