Depok > Laporan Utama

Penjelasan Ketua RW Soal Akses Jalan Warga yang Ditutup Pabrik Besi

Jumat, 19 Mei 2017 19:39 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Wildan Kusuma

Akses jalan rumah milik Putri Suryani (30) tertutup oleh pabrik besi.
Akses jalan rumah milik Putri Suryani (30) tertutup oleh pabrik besi.
Foto : Wildan Kusuma

Share this








Mauludin mengatakan, persoalan tanah yang dibeli pabrik besi tidak bermasalah. Tanah tersebut juga bukan akses jalan.

DEPOK – Ketua Rukun Warga (RW) 01 Kampung Jatijajar, Kecamatan Tapos, Depok Mauludin mengaku, dirinya tidak terlalu banyak mengetahui soal asal usul tanah yang menjadi akses jalan rumah warga yang ditutup pabrik besi di  RT 02. Hanya saja berdasarkan sepengetahuannya tanah tersebut memang bukan akses jalan dan milik pribadi yang sekrang dibeli oleh pabrik besi.

"Seharusnya mesti ada dua pihak, saya kan pengurus lingkungan tidak ngerti banyak soal tanah itu, hanya sedikit tahu permasalahan itu," ujar Mauludin kepada infonitas.com, Jumat (19/5/2017).

Menurutnya permasalahan ini memang sudah lama, dan pemilik tanah yang membeli tanahnya memang tidak ada jalan."Sebenarnya itu tanah tidak ada masalah. Saat itu pernah ditawari sama yang jual tapi nggak mau beli, setelah dijual kepada pabrik besi dan dipugar, dia baru teriak ngga punya jalan," katanya.

Mauludin mengaku pihaknya juga pernah rapat dengan RT, RW, dan Kelurahan, tetapi sampai sekarang permasalahan tersebut belum juga selesai dan belum ada titik temu.

Baca Juga : Perlawanan Terhadap Ahok, Longmarch 10 Kilometer di Bekasi

"Kami pernah rapatkan dengan RT, RW, tokoh masyarakat, lurah, Babinsa, Babinmas, tapi tidak selesai dan pabrik besi malah membawa pengacara. Kami sebagai pengurus sudah merasa menengahi, tapi tidak ada respon yang jelas, dan sebetulnya kata tokoh masyarakat memang itu bukan jalan," katanya.

Mauludin juga membantah pernyataan pemilik rumah yang ditutup akses jalannya, Putri Suryani (30) yang menduga pabrik tersebut tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB). "Coba kalau mau tahu tanah tersebut, ketemu dengan Pak Acting yang jual. Kalau izin ada, IMB juga ada. Sebetulnya itu bukan rumah tapi gudang," paparnya.