Depok > Laporan Utama

Penemuan Granat di Depok, Pengamat: Itu Bukan Milik Teroris

Jumat, 20 Oktober 2017 15:44 WIB
Editor : Waritsa Asri | Reporter : Wildan Kusuma

Ilustrasi terorisme
Ilustrasi terorisme
Foto : istimewa

Share this








Pengamat Terorisme, Al Chaidar mengungkapkan penemuan granat di TPA Cipayung, Kota Depok, dipastikan bukan milik teroris.

DEPOK - Granat asap yang ditemukan di Tempat Pembuangan Akhir Cipayung masih misterius kepemilikannya. Pengamat Terorisme, Al Chaidar, menilai penemuan granat asap dan gas air mata itu bukan milik teroris.

"Teroris gak mungkin membuang barang yang sangat berharga seperti granat tersebut," ungkap Chaidar, Kamis (19/10/2017) malam.

Ia menduga, barang  tersebut milik militer yang sudah pensiun atau dipecat dari kesatuannya. Menurutnya, kelompok teroris akan menjaga baik-baik bahan peledak tersebut atau bila perlu tewas dengan granat.

"Yang jelas bukan milik teroris. Terlebih itu produksi Pindad. Tidak mungkin membuang barang paling berharga seperti granat itu. Bila perlu dia bersedia mati bersama granat tersebut," jelasnya.

Mantan anggota Negara Islam Indonesia (NII) itu menduga, barang tersebut milik anggota militer atau polisi yang sudah pensiun atau dipecat dari kesatuannya.

"Ini gejala personalisasi jabatan yang membawa pulang semua barang-barang kantor ke rumah. Ini gejala kleptokrasi biasa. Pasti ada oknum yang melakukan ini. Bisa diprediksi dia sudah pensiun atau dipecat dari institusinya," pungkasnya.

Sebelumnya, petugas dari Polsek Pancoranmas, Kota Depok, mengamankan 8 unit granat aktif buatan PT Pindad dan 15 amunisi gas air mata di tempat pembuangan sampah akhir (TPSA) Cipayung, Kamis (19/10/2017).