Depok > Laporan Utama

Menteri Susi Bicara Soal Reformasi Perikanan di Kampus UI Depok

Selasa, 12 September 2017 13:30 WIB
Editor : Melati Amaya DS | Reporter : Wildan Kusuma

menteri susi pidato
Menteri Perikanan dan Kelautan RI pidato di FISIP Universitas Indonesia.
Foto : Wildan Kusuma

Share this








Praktik pengamanan illegal fishing tersebut masih belum sempurna. Namun, Menteri Susi akan terus berupaya agar Indonesia bisa menjadi poros maritim dunia.

DEPOK –  Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menilai maraknya llegal fishing di laut Indonesia membuat jalan reformasi perikanan di Indonesia masih panjang. Masih banyak kendala dan pembenahan terkait pengamanan kelautan di Indonesia. Salah satu faktornya, kepentingan politik dan ekonomi pihak yang dianggap tidak menguntungkan.

Jumlah kapal juga tidak terdata sampai pajak yang juga tidak masuk membuat reform perikanan ini masih panjang dan tidak mudah. Bahkan menteri yang terkenal dnegan gaya khas nya ini, sempat khawatir tidak bisa jernih lagi karena bujukan dan tekanan. Ia mengakui, praktik pengamanan illegal fishing tersebut masih belum sempurna. Namun, hal terus akan terus diupayakan pihaknya untuk membuat Indonesia menjadi poros maritim di dunia.

“Kalau dulu iya, kalau sekarang, mereka (asing) terpaksa karena laut mereka sudah rusak. Mereka ingin meneruskan bisnis yang sangat menguntungkan. Ada yang bermain dengan aparat kita, mungkin juga dengan law environmen kita, ini long time gameit is a pocket money,” kata Menteri Susi saat memberikan seminar di Auditorium Juwono Sudarsono, FISIP Universitas Indonesia, Selasa (12/9/2017). 

Selain itu, menurutnya negara memang masih belum siap untuk menyempurnakan keamanan dan mejaga laut Indonesia. Susi mencontohkan, beberapa waktu lalu pihaknya tangkap beberapa tanker ilegal dan harus sita untuk negara. Tapi rupanya tidak semudah itu memberhentikan praktik ini. Ini persoalan klasik, ikan 200 ton tapi dendanya cuma 900 juta. 

Its on going, harusnya terus konsisten. Kami sudah berikan berbagai keamanan, tapi pencuri ada aja yang masuk. Sama seperti rumah mewah, seperti itu,” tutur Menteri Susi.