Depok > Laporan Utama

Masuki Puber Kedua, Perceraian di Depok Meningkat

Senin, 19 Juni 2017 14:05 WIB
Editor : Muhammad Saiful Hadi | Sumber : dbs

Ilustrasi perceraian.
Ilustrasi perceraian.
Foto : istimewa

Share this








Perceraian di kota Depok meningkat menjadi 1500 gugatan dibandingkan tahun lalu yang hanya 1400 gugatan. Kebanyakan yang mengajukan adalah kaum wanita.

DEPOK - Tingkat perceraian di Kota Depok, Jawa Barat, semakin meningkat. Menurut Pengadilan Agama Kota Depok, sejak Januari hingga Mei 2017, tercatat sebanyak 1500 gugatan perceraian dibandingkan tahun lalu hanya 1400 dengan periode yang sama.

Panitera Pengadilan Agama (PA) Kota Depok, E. Abdul Fatah mengungkapkan, jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan tahun 2016 lalu dalam periode yang sama.

“Lebih banyak tahun ini. Selisih 100 lebih banyak dari tahun sebelumnya,” ujar Abdul Fatah, Senin (19/6/2017).

Ia menjelaskan, dari sekian banyak gugatan, rata-rata usia yang mengajukan gugatan perceraian dikisaran usia 30 sampai 35 tahun. Usia tersebut disebutnya rentan akan terjadinya keretakan rumah tangga.

“Usia tersebut bisa dikatakan adalah usia puber kedua dimana emosi meningkat. Selain itu, faktor ekonomi serta kesiapan mental dalam mengarungin bahtera rumah tangga dinilai masih kurang,” katanya.

Dia juga menyebutkan ada 4 kecamatan dari 11 kecamatan yang ada di Depok yang gugatan perceraiannya paling banyak. Yakni Kecamatan Tapos, Cimanggis, Sukmajaya, dan Pancoran Mas.

“Sementara sisanya tidak terlalu banyak seperti empat kecamatan tersebut,” pungkasnya.