Depok > Laporan Utama

LSM Kuldesak Kritisi Proses Hukum Pengguna Narkoba

Senin, 19 Juni 2017 20:09 WIB
Editor : Nurul Julaikah | Reporter : Wildan Kusuma

Ilustrasi persidangan kasus narkoba
Ilustrasi persidangan kasus narkoba
Foto : istimewa

Share this








Dalam proses hukum pengguna narkoba kebanyakan fakta-fakta dalam persidangan hanya digunakan sebagai lampiran berita acara dakwaan oleh jaksa.

DEPOK - Proses hukum yang menjerat pengguna narkoba selama ini dinilai tidak berpihak. Sebab, terdapat banyak fakta-fakta hukum hanya sebagai lampiran berita acara dakwaan oleh jaksa.

Koordinator Divisi Napza LSM Kuldesak Yudha Wahid mengungkapkan, saat tersangka berinisal ‘MR’ yang sudah menjalani persidangan. Namun, Fakta fakta hukum yang disampaikan hanya sebagai lampiran berita acara dakwaan oleh jaksa.

Menurutnya, dalam persidangan terebut harusnya dapat menghadirkan saksi ahli dari pihak BNNK Depok yang melakukan asesmen.

"Pada saat proses penuntutan seharusnya dalam pasal 127 agar dimasukan juncto pasal 54, 55 sebagai putusan rehabilitasi. Maka saat ini hasil putusan bagi pengguna napza di pengadilan negeri depok masih menjalani hukuman kurungan, walaupun dengan tuntutan satu tahun penjara dan di vonis dengan sisa hukuman menjalani di lembaga pemasyarakatan," ujar Yudha di Sekretariat Kuldesak, Senin (19/6/2017).

Ia menambahkan, proses hukum pengguna, harusnya pihak aparat bisa memberikan keputusan dengan bijak tanpa merugikan kedua belah pihak. Karena itu, aparat diharapkan dapat dengan lebih bijak menelaah dan melakukan penilaian pada setiap kasus hukum secara bijaksana dan sesuai dengan undang-undang dan peraturan yang berlaku di Indonesia.