Depok > Laporan Utama

LSM Kuldesak Depok Siap Dampingi Proses Hukum Pengguna Narkoba

Senin, 19 Juni 2017 17:15 WIB
Editor : Muhammad Saiful Hadi | Reporter : Wildan Kusuma

Koordinator Divisi Napza Yudha Wahid.
Koordinator Divisi Napza Yudha Wahid.
Foto : Wildan Kusuma

Share this








LSM Kuldesak berperan aktif terlibat dalam berbagai upaya penanggulangan Napza, HIV/AIDS dan mendampingi tersangka korban penyalahguna Narkoba.

DEPOK - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kuldesak yang serius menangani dan merespon permasalahan terkait Narkoba, Psikotropika dan zat Adiktif lainnya (Napza) akan mendampingin pengguna yang terlibat kasus hukum.

Terkait isu hukum yang dihadapi oleh pengguna Napza di wilayah Depok, Koordinator Divisi Napza Yudha Wahid membeberkan dalam proses penyidikan kepolisian, pengguna harusnya mulai dapat dipisahkan dengan pengedar.

“Sebagai paralegal Kuldesak yang bekerjasama dengan Lembaga Bantuan Hukum AMALBI guna mendampingi salah satu tersangka korban penyalahguna Narkoba, kami melihat hal tersebut.” Ungkapnya di sekretariat Kuldesak, Margonda, Depok, Senin (19/6/2017).

Ia menambahkan, Kuldesak sebagai organisasi yang berbasiskan komunitas korban Napza serta aktif terlibat dalam berbagai upaya penanggulangan Napza dan HIV/AIDS, memiliki perhatian khusus terhadap isu penyalahgunaan narkoba.

"Baik dalam hal pencegahan, pengendalian maupun pengobatan khususnya bagi mereka yang telah terdampak langsung oleh permasalahan Napza. Di bidang kesehatan maupun terkait permasalahan bagi mereka yang tersangkut permasalahan hukum," katanya.

Menurutnya, antara penyalah guna dan pengedar, ataupun kategori barang bukti sebagaimana yang telah di atur dalam gramatur Undang-undang narkotika melalui SEMA No 4 Tahun 2014, harusnya pemakai narkoba tidak disamakan dengan pengedar narkoba.

"Kuldesak menjalankan program paralegal yang sudah dilatih mengenai pemahaman hukum dan HAM untuk dapat memberikan asistensi kepada para tersangka kasus Napza dimulai saat kontak pertama mereka dengan pihak kepolisian," tandasnya.

Karena itu, LSM Kuldesak berharap, dalam proses hukum pengguna narkoba, pihak kepolisian harus langsung berkoordinasi dengan BNNK Depok untuk dilakukan kesepakatan bersama.

“Seperti halnya, dari proses TAT (Tim asesmen terpadu) yang telah berjalan dari pihak terkait. Baik dari pihak kepolisian di wilayah depok yang telah mengajukan tersangka pengguna, atau dengan jumlah barang bukti untuk pemakai zat adiktif, untuk dilakukan Asesmen dengan BNNK depok.” bebernya