Depok > Laporan Utama

Kepsek SMAN 13 Depok Bantah Pecat Gurunya

Rabu, 11 Januari 2017 18:46 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : M Nashrudin Albaany

Kepsek SMAN 13 Depok Mamad Mahpudin
Kepsek SMAN 13 Depok Mamad Mahpudin
Foto : M Nashrudin Albaany

Share this








Guru Andika untuk sementara dipindah ke Bagian Perpustakaan Sekolah.

DEPOK – Kabar pemecatan seorang guru honorer di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 13 Kota Depok Andika Ramadhan Febriansah, dibantah langsung oleh Kepala Sekolah (Kepsek) Mamad Mahpudin.

"Tidak ada pemecatan Andika, boleh tanya yang bersangkutan. Dan kalau ada pemecatan, coba minta surat pemecatan ke yang bersangkutan," tegas Mamad saat dihubungi melalui telepon selularnya, Rabu (11/1/2017).

Menurut dia, justru yang sebenarnya terjadi adalah Andika untuk sementara dipindah ke Bagian Perpustakaan Sekolah. Hal itu dilakukan karena berdasarkan aturan UU Guru dan Dosen Nomor 20 Tahun 2003 yang salah satu isinya mengatakan seorang guru dan dosen minimal berpendidikan S1.

"Justru kami ingin agar Andika itu fokus menyelesaikan kuliahnya, ini bagian dari pembinaan. Dia akan kami dukung penuh agar cepat menyelesaikan kuliahnya. Kalau sudah lulus S1, Andika akan kami proses sesuai aturan yang berlaku untuk kembali mengajar dan akan ikut serta dalam penilaian akreditasi guru," paparnya.

Dirinya pun menyayangkan berita soal pemecatan Andika lantaran curhat mengenai tindak pungutan liar (pungli) adalah tidak benar. Menurutnya, hal itu sengaja dibesar-besarkan di media sosial (medsos).

Sebumnya, Andika yang juga merupakan mahasiswa tingkat akhir Universitas Negeri Jakarta (UNJ) tersebut mempertanyakan kebijakan oknum guru yang melakukan pungli kepada siswa. Pungli sendiri dilakukan dengan cara meminta uang buku, uang foto kopi dan uang gedung.