Depok > Laporan Utama

Kepala Imigrasi Depok Diganti

Kamis, 12 Januari 2017 15:38 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Apriyadi Hidayat

Dadan Gunawan (kanan) sebagai Kepala Imigrasi Kota Depok menggantikan Dudi Iskandar (kanan).
Dadan Gunawan (kanan) sebagai Kepala Imigrasi Kota Depok menggantikan Dudi Iskandar (kanan).

Share this





Kepala Imigrasi yang baru siap bersinergi dengan instansi terkait untuk melakukan pengawasan orang asing yang ada di Depok.

DEPOK - Dadan Gunawan didaulat sebagai Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Kota Depok menggantikan Dudi Iskandar yang sudah menjabat selama dua tahun. Kini, Dudi ditugaskan di Kasubdit Penyidikan Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM.

Dadan mengungkapkan, siap bersinergi dengan stakeholder untuk menyelesaikan berbagai permasalahan khususnya terkait dengan pengawasan orang asing yang ada di Depok.

"Saya berharap bisa diterima dengan baik. Apa yang nantinya dicapai tidak bisa lepas dari peran semua, saya harap nanti ke depan bisa bekerjasama dengan baik," ungkap Dadan saat acara pisah sambut di Balaikota Depok, Rabu (11/1/2017) sore.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Kanwil Kemenkumham Jawa Barat Susy Susilawati. Ia menyatakan, saat ini jumlah Timpora (Tim Pengawas Orang Asing) di Jawa Barat mencapai 214 orang.

"Itu terbanyak se Indonesia. Untuk di Depok ada 11 orang. Jawa Barat ini memang tempat favorit turis lokal maupun mancanegara. Untuk itu kami akan terus lakukan pengawasan terhadap orang asing. Caranya adalah menyiapkan pasukan pengawasan orang asing sebagai upaya menekan pelanggaran keimigrasian," jelasnya.

"Saat ini ramai isu ada warga asing yang menyerbu Indonesia. Kami  sudah kordinasikan kepada seluruh kantor imigrasi yang ada di seluruh Jawa Barat," ucapnya.

Dia menuturkan saat ini tim dari masing-masing kantor imigrasi kerap menindak tegas keberadaan orang asing sesuai undang-undang keimigrasian.

"Tren saat ini orang asing masuk ke pelosok-pelosok. Belum lama ini ada penangkapan di Bogor, Bekasi, Depok dan wilayah lainnya itu karena bantuan tim," katanya.

Walikota Depok Muhammad Idris mengatakan dua tahun terakhir keberadaan orang asing ilegal dan membahayakan di Depok mampu ditekan dengan adanya tim pengawasan orang asing yang bekerja sama dengan warga.

Dia memberi contoh pada 2016 lalu sejumlah warga asing berhasil digerebek di sebuah apartemen di kawasan Depok dan sebagiannya terbukti melanggar keimigrasian.

"Kami ingin terus menekan keberadaan orang asing ini bersama-sama dengan kantor imigrasi," pungkasnya.