Depok > Laporan Utama

Jamaah Fist Travel Depok Geram Paspor Tidak Dikembalikan

Jumat, 11 Agustus 2017 14:28 WIB
Editor : Muhammad Saiful Hadi | Reporter : Wildan Kusuma

Kantor First Travel Kota Depok.
Kantor First Travel Kota Depok.
Foto : Wildan Kusuma

Share this








Jamaah korban penipuan First Travel Depok minta paspor dan buku kuning dikembalikan.

DEPOK - Jamaah biro perjalanan ibadah haji dan umroh PT First Travel sudah sangat geram. Hal tersebut akibat bos PT First Travel, Andika Surachman beserta istrinya Anniesa Hasibuan ditangkap Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Rabu (9/8/2017) kemarin.

Kegeraman tersebut membuat mereka kembali mendatangi kantor First Travel yang berada di Jalan Radar Auri, Cimanggis, Depok, Juat (11/8/2017) siang. Di lokasi, sudah tidak ada lagi perwakilan First Travel yang dapat ditemui. Bahkan, kantor tersebut ditutup pagar seperti rumah yang tak berpenghuni.

Salah satu jamaah, Aviani Hasan, 51, mengatakan, pihak First Travel sebelumnya telah berjanji akan mengembalikan pasport milik calon jamaahnya, tetapi dia sangat kaget ketika kembali ke kantor First Travel, tidak ada sama sekali pegawai first travel di lokasi tersebut.

"Kemarin, mereka memang janji mau kembalikan paspor dan buku kuning. Tetapi, sampai sekarang sudah tidak ada orang. Sebelumnya saya kan ke Simatupang, tapi dokumen memang ada di sini," ungkap dia kepada infonitas.com, di depan Kantor First Travel, Depok Jawa Barat.

Selain itu, jemaah lainnya, Sriyanto mengungkapkan pihak First Travel seperti mengulur-ngulur untuk mengembalikan dokumen mereka.

"Pasport dan buku kuning itu perlu sekali buat saya. Kalau pasport tidak dikembalikan, otomatis saya tidak bisa bikin pasport lagi. Saya akan terus memperjuangkan hak kami," katanya.

Di sisi lain, salah satu korban Deden mengaku pasrah. Apalagi, sudah tidak ada lagi orang yang bisa dimintai penjelasan terkait nasib uangnya. "Kalau kemarin itu, masih ada satpamnya, tetapi saat ini sama sekali tidak ada orang," ungkap dia

Deden mengaku belum mengambil langkah hukum terkait kasus tersebut. Namun beberapa jamaah lain menurut dia, sudah mengambil jalur hukum atas kasus ini.

"Saya mau menunggu sampai batas maksimal waktunya 90 hari kerja. Nanti lihat gimana," terang lelaki asal Depok tersebut.

Deden tadinya berencana akan berangkat umroh dengan 18 orang keluarganya yang lain. Ia dan keluarga sudah menyetorkan uang sebesar Rp257 juta.  "Saya dijanjikan berangkat bulan Mei 2017, kemudian mundur terus sampai sekarang," jelasnya