Depok > Laporan Utama

Ini Tiga Titik Paling Rawan Kasus Narkoba di Depok

Jumat, 08 September 2017 20:00 WIB
Editor : Melati Amaya DS | Reporter : Wildan Kusuma

barang bukti narkoba
Salah satu barang bukti narkoba yang pernah disita Polresta Depok.
Foto : Wildan Kusuma

Share this








Polresta Depok paparkan, Kecamatan Sawangan, Kecamatan Limo dan Kecamatan Beji sebagai daerah paling rawan narkoba di Depok.

DEPOK–Tiga daerah tersebut rawan lantaran 3 kecamatan itu merupakan wilayah yang padat penduduknya.  Hal tersebut disampaikan bersamaan dengan rilis pengungkapan kasus narkoba pada Agustus oleh Satuan Narkoba Polresta Depok pada Jumat (8/9).

Tercatat pada bulan Agustus terungkapnya kasus narkoba adalah yang tertinggi jika dibandingkan dari bulan-bulan sebelumnya. Kasat Narkoba Polresta Depok Kompol Malvino Edward, mengatakan, terdapat 33 kasus narkoba dengan jumlah 44 tersangka dan barang bukti 2,4 kg ganja serta 1,5 on sabu pada bulan Agustus ini.

"Jumlah 33 kasus itu merupakan jumlah yang besar karena, pada bulan-bulan sebelumnya paling banyak 28 kasus, " jelas Malvino kepada infonitas.com.

Para pelaku yang berhasil diamankan dan seluruhnya laki-laki. Pada umumnya melakukan transaksi di daerah pemukiman. Makanya, daerah padat penduduk menjadi salah satu tempat favorit pengedar menjalankan aksinya.  Dan paling banyak transaksi narkoba dilakukan di dalam rumah.

Kota Depok termasuk daerah rawan narkoba karena masuk ke dalam daerah persinggungan dengan kota-kota lain. Ini juga yang membuat kasus narkoba di Depok cukup tinggi. Lebih lanjut dia menjelaskan, saat ini juga ada tren baru yang dilakukan antara pembeli dan pengguna narkoba. Mereka jarang bertemu secara langsung, sedangkan intensitas komunikasi paling sering dilakukan lewat intstant messaging.

"Mereka bertemu hanya pada saat mengirim barang," ungkap dia.