Depok > Laporan Utama

Ini Penyebab Penderita Kanker Serviks dan Kanker Payudara Meningkat

Kamis, 12 Oktober 2017 19:39 WIB
Editor : Ichwan Hasanudin | Reporter : Wildan Kusuma

Bakti sosial peduli kanker serviks dan kanker payudara oleh Ikatan Adhyaksa Darmakarini
Acara bakti sosial peduli kanker serviks dan kanker payudara oleh Ikatan Adhyaksa Darmakarini di Kejaksaan Negeri Kota Depok.
Foto : Wildan Kusuma

Share this








Jumlah penderita kanker serviks dan kanker payudara semakin meningkat. Salah satu penyebabnya adalah penanganan yang terlambat dan tidak tepat.

DEPOK - Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Depok Rani Martina mengemukakan bahwa jumlah penderita kanker serviks dan kanker payudara di Indonesia semakin meningkat dan tidak sedikit yang menjadi korbannya. 

Hal tersebut diutarakannya dalam gelaran bakti sosial Ikatan Adhyaksa Darmakarini di Kejaksaan Negeri Kota Depok, Kamis (12/10/2017). “Salah satu penyebabnya adalah penanganan yang telah terlambat dan tidak tepat. Oleh sebab itu pemeriksaan IVA sangat dianjurkan,” katanya.

Rani menjelaskan bahwa semua wanita yang sudah pernah melakukan hubungan seks dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan IVA. “Jika leher rahimnya positif ada masalah maka akan dilakukan pemeriksaan lanjutan karena belum tentu permasalahan itu mengarah ke kanker leher rahim,” jelasnya.

Pasalnya, tidak semua permasalahan pada leher rahim itu menyebabkan kanker serviks. “Bisa jadi hanya karena infeksi, karena penyebab kanker serviks itu sendiri adalah virus human papillomavirus atau HPV,” paparnya.

Namun, jika diketahui mengarah ke kanker serviks, maka sel-sel leher rahim yang mengalami perubahan menjadi kanker itu akan dibekukan atau dipanaskan. 

Tujuannya, lanjut Rani, agar nantinya sel-sel parasit itu bisa diambil dan diharapkan kemudian akan muncul sel leher rahim yang baru dan tidak ada lagi kanker serviksnya.

Selain itu, dalam kegiatan tersebut  para wanita juga diajarkan metode deteksi dini pada kemungkinan kanker payudara secara mandiri yang biasa disebut Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari) yang dijelaskan dengan sangat gamblang dan mudah dipahami.