Depok > Laporan Utama

Indonesia Minim Konten Media Positif

Selasa, 20 Juni 2017 15:59 WIB
Editor : Muhammad Saiful Hadi | Reporter : Wildan Kusuma

ilustrasi sosial media positif.
Ilustrasi sosial media.
Foto : istimewa

Share this








Indonesia membutuhkan diplomat sosial media yang mengisi kekosongan minimnya konten yang positif.

DEPOK – Komunikonten mendorong penggunaan media alternatif untuk kepentingan nasional dengan menjadikan setiap orang sebagai diplomat di media sosial. Direktur Eksekutif Komunikonten Hariqo Wibawa Satria mengatakan, radikalisme dan separatisme menjadi tantangan Indonesia saat ini namun sayangnya Indonesia masih minim konten yang positif.

"Radikalisme dan separatisme memang tantangan kita saat ini, namun minimnya konten yang diproduksi baik oleh pemerintah maupun masyarakat juga satu tantangan," ujar Hariqo dalam rilis yang diterima infonitas.com.

Komunikonten (Institut Media Sosial dan Diplomasi) adalah lembaga yang fokus pada tiga isu utama di media sosial yaitu, kemanan, kreatifitas, dan kolaborasi.

Hariqo menjelaskan, media sosial merupakan alat komunikasi yang tidak pernah lepas di masyarakat. sehingga, masyarakat harus dibekali pengetahuan agar dapat menyajikan informasi dengan benar.

“Sekarang setiap orang telah menjadi wartawan bagi akun media sosialnya masing-masing, karenanya setiap orang harus dibekali dengan ilmu jurnalistik dari para wartawan senior, sehingga konten yang disajikan di media sosial benar dan bermanfaat”, jelas Hariqo.