Depok > Laporan Utama

Goenawan Mohamad : Pasal Penistaan Agama Harus Dicabut

Rabu, 10 Mei 2017 18:20 WIB
Editor : Muhammad Saiful Hadi | Sumber : dbs

depok
Goenawan Mohamad
Foto : istimewa

Share this








Menurut Goenawan Mohamad, pasal penistaan agama merupakan produk orde baru untuk membungkam kebebasan berpikir.

DEPOK - Goenawan Mohamad mengatakan jika Basuki Tjahaya Purnama tidak seharusnya dipenjara. Karena bagi dia, pasal yang dikenakan oleh Ahok yaitu, 156-a KUHP.

Bunyi pasal tersebut “Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya 5 tahun barang siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan: a. Yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan, atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia.” Merupakan produk orde baru, yang mengekang kebebasan berpikir dan pendapat.

"Ahok dituntut dengan undang-undang penistaan agama yang hanya berlaku di negeri yang agak aneh, Pakistan. Ini undang-undang yang diterapkan orde baru untuk membungkam pikiran dan pendapat," ujar Goenawan di depan gerbang utama Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Rabu (10/5/2017).

Baca juga : Relawan Galang KTP untuk Penangguhan Penahanan Ahok

Dia mengungkapkan, jika kasus seperti ini pernah terjadi pada saat HB Jasin menulis sebuah cerpen. Lantas tolak ukur seseorang menghina atau bukan, ditentukan oleh siapa.

"HB Jasin dulu dihukum hanya karena memuat cerita pendek yang sebenarnya tidak menghina. Jadi menghina atau tidak itu menurut siapa? Undang-undang ini harus dicabut," katanya.