Depok > Laporan Utama

Baku Tembak di Cimanggis, Begal Tewas dan Polisi Luka

Senin, 30 Oktober 2017 17:53 WIB
Editor : Waritsa Asri | Reporter : Wildan Kusuma

Aparat kepolisian terlibat baku tembak dengan seorang pelaku pencuri motor (begal) di Jalan Swadaya 1, Mekarsari, Cimanggis, Kota Depok, Senin (30/10/2017)
Aparat kepolisian terlibat baku tembak dengan seorang pelaku pencuri motor (begal) di Jalan Swadaya 1, Mekarsari, Cimanggis, Kota Depok, Senin (30/10/2017)
Foto : Wildan Kusuma

Share this








Terlibat baku tembak di kawasan Cimanggis, satu orang pelaku begal tewas dan satu aparat polisi mengalami luka

DEPOK - Aparat kepolisian terlibat baku tembak dengan seorang pelaku pencuri motor (begal) di Jalan Swadaya 1, Mekarsari, Cimanggis, Kota Depok, Senin (30/10/2017). Dalam aksi itu  pelaku tersebut tewas ditembak dan seorang polisi mengalami luka tembak pada bagian lengan.

Kepala Polresta Depok, Kombes Herry Heryawan membenarkan peristiwa tersebut. Bahkan ia langsung mempimpin olah tempat kejadian perkara.

"Telah terjadi baku tembak yang dilakukan antara pelaku curanmor dan AIPDA Dwi Susanto. Pelaku tewas setelah tertembak pada bagian punggung, sementara anggota kami luka pada bagian lengan dan sudah dirujuk ke RS Bhayangkara Polri Kramatjati," ujar Kombes Herry.

Ia menjelaskan, peristiwa tersebut bermula ketika AIPDA Dwi Susanto yang saat itu berpakaian preman sedang melakukan observasi dan pengintaian di kawasan Mekarsari, Cimanggis. Anggota tersebut melihat dua orang mencurigakan yang berboncengan sepada motor.

"Sambil menghubungi rekannya di Polsek dan Polres, Aipda Dwi melihat pelaku melakukan kejahatan pencurian kendaraan bermotor. Dan sempat terjadi kejar-kejaran," jelas Kapolres.

Kemudian, salah satu pelaku mengeluarkan senjata api rakitan. "Anggota kena tembak di lengan kiri dan hanya mengenai tulang otot. Lalu pelaku berhasil dilumpuhkan anggota dengan tembakan di bagian punggung dan tewas di tempat," katanya.

Setelah digeledah, ditas pelaku didapati kunci letter 'T', belasan butir peluru dan senjata api rakitan. "Ada potongan fotocopy KTP diduga atas nama pelaku. Dia berasal dari Lampung Timur. Untuk nama kurang jelas hanya menyisakan NIK, ini akan kami cek," terang dia.