Depok > Laporan Utama

50 Persen Hydrant di Depok Rusak

Senin, 20 Maret 2017 10:41 WIB
Editor : Dany Putra | Reporter : Apriyadi Hidayat

Ilustrasi Hydrant.
Ilustrasi Hydrant.
Foto : istimewa

Share this





Terbatasnya jumlah hydrant menjadi hambatan tersendiri bagi petugas pemadam kebakaran untuk menjangkau sumber air di lokasi kejadian.

DEPOK - Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, Agung Sugih Art mengatakan, dari sekitar 50 unit hydrant yang ada di Kota Depok, hanya setengahnya atau 25 unit yang berfungsi optimal. Sisanya rusak.

Menurutnya, dengan terbatasnya jumlah hydrant yang berfungsi optimal itu menjadi hambatan tersendiri bagi pihaknya untuk menjangkau sumber air dan lokasi kebakaran. "Sehingga, jika terjadi kebakaran di kawasan yang jauh dari sumber air maka akan menjadi kendala tersendiri. Hydrant sangat penting untuk mensuplay kebutuhan air untuk memadamkan api," jelas Agung kepada infonitas.com, Senin (20/3/2017).

Baca Juga : Kondisi Memprihatinkan, Rusun Karanganyar Bakal Direvitalisasi

Ia menambahkan, wewenang penyediaan hydrant ada di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). "Data saat Depok masih jadi kota administratif itu sekitar 50 unit hydrant yang ada. Yang masih berfungsi tidak ada setengahnya. Wewenang hydrant bukan di dinas kami tapi di PDAM," terang dia.

Agung berharap PDAM bisa melakukan inventarisir kembali terhadap hydrant yang ada sehingga berfungsi optimal dengan debit air yang besar. Adanya hydrant yang berdebit air besar, lanjut dia, dapat memudahkan petugas pemadaman untuk menjangkau sumber air dan juga lokasi kebakaran. "Dengan begitu response time akan lebih cepat," tandasnya.