Depok > Komunitas

SDOD, Rahasia Kekompakan dan Ketertiban Ojek Online Depok

Selasa, 15 Agustus 2017 14:28 WIB
Editor : Ivan | Sumber : DBS

Komunitas Sahabat Driver Online Depok (SDOD),
Komunitas Sahabat Driver Online Depok (SDOD),
Foto : istimewa

Share this








Ada sebuah komunitas ojek online di Depok. Komunitas ini berperan penting dalam menjaga kekompakan dan ketertiban ojek online di sana.

DEPOK - Keberadaan ojek online (ojol) sudah hampir merata di setiap daerah, utamanya Jabodetabek. Untuk menjaga ketertiban operasional transportasi jenis ini, pemerintah pun mengeluarkan regulasi khusus untuk ditaati oleh para driver ojol.

Sayangnya, ketaatan terhadap peraturan tersebut kembali kepada diri driver masing-masing. Alhasil, pelanggaran yang dilakukan driver ojek online masih sering ditemukan.

Guna mencegah terjadinya hal seperti itu di kawasan Kota Depok, sebuah komunitas ojol hadir. Komunitas ini bernama Sahabat Driver Online Depok (SDOD).

SDOD berkomitmen menjaga kekompakan serta ketertiban ojol dalam beroperasi. Salah satu caranya adalah dengan membantu Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam menyosialisasikan peraturan terkait transportasi online. Dengan saling bertukar informasi tersebut, membuat para pengemudi transportasi online dapat menjadi lebih tertib dan taat peraturan.

Ketua SDOD Theresia Ismayanti Prismiar mengatakan, komunitasnya merupakan suatu wadah yang dapat dijadikan patokan informasi kepada para pengemudi transportasi online. Misalnya informasi mengenai ketertiban, keamanan, dan kenyamanan dalam berlalu lintas.

“Misalnya saja Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 11 Tahun 2017, yang sampai saat ini kami terus giat sosialisasikan dan jelaskan kepada semua driver ojol di Depok,” katanya seperti dikutip dari Depok.go.id, Selasa (15/08/2017).

Selain sosialisasi peraturan, perempuan yang akrab disapa Tere ini menjelaskan bahwa ada sejumlah kegiatan yang kerap dilakukan SDOD. Diantaranya bakti sosial untuk driver transportasi online yang membutuhkan atau masyarakat, serta melakukan pembersihan ranjau paku di jalan.

“Kami terapkan prinsip kekeluargaan dan kerja sama antar anggota. Supaya keberadaan kami juga bisa dirasakan manfaatnya secara positif oleh masyarakat,” tutur Tere.

Dirinya menjelaskan, jika ada pelanggaran yang dilakukan oleh pengemudi transportasi online, kemungkinan besar bukan berasal dari anggota SDOD. Pasalnya, anggota SDOD telah berkomitmen untuk bersinergi dengan pemerintah dan mengetahui tata tertib dan aturan yang telah disosialisasikan.

“Biasanya justru yang melanggar bukan driver ojol asli Depok, melainkan dari luar daerah yang tidak paham mengenai tata tertib dan peraturan di Kota Depok,” jelasnya.

Dirinya berharap, para anggota SDOD dapat selalu bertanggung jawab penuh dalam menjadi pelopor ketertiban, keamanan berlalu lintas. Selain itu juga, dapat menjaga keamanan, kenyamanan, keindahan Kota Depok.

“Kemudian ke depan kami telah merencanakan berbagai kegiatan positif yang berimbas ke masyarakat luas seperti bersih-bersih tempat ibadah, sekolah, donor darah, dan sebagainya,” tutupnya.